Menulis bukan pekerjaan mudah.
Di balik setiap paragraf yang kalian baca, ada seseorang yang mengorbankan waktu, tenaga, emosi, bahkan kesehatan mentalnya. Tidak semua penulis memiliki mental baja… dan tidak semua luka terlihat oleh mata.
Satu komentar pedas yang kalian anggap biasa,
bisa jadi pukulan berat bagi seorang penulis yang sedang berjuang.
Penulis juga manusia.
Mereka punya rasa lelah, punya hari buruk, punya masalah di rumah, punya trauma, dan punya batas ketahanan. Ketika sebuah karya dipublikasikan, itu bukan sekadar cerita—itu bagian dari jiwa mereka yang mereka bagikan ke dunia.
Karena itu:
Hargailah penulis.
Kalau ingin memberi kritik, berikan dengan sopan dan manusiawi.
Kalau tidak suka sebuah karya, cukup berlalu—bukan menyerang.
Sebab di balik layar laptop atau ponsel,
banyak penulis yang menulis sambil menahan sedih,
menahan sakit hati,
menahan rasa kurang dihargai oleh keluarganya,
namun tetap berusaha menciptakan sesuatu untuk pembacanya.
Tidak semua penulis punya mental yang kuat.
Jadi berhentilah mencela seenaknya.
Satu kata dari kalian bisa menyembuhkan,
atau justru menghancurkan.
Pilihlah yang menyembuhkan.
Karena menghargai itu tidak pernah merugikan siapa pun.
---