heekiekie

aku ga pernah memaksa, tapi ini karyaku, ini menunjukkan seakan-akan aku mencari reader untuk keuntunganku, padahal aku gapernah melakukan itu, bahkan reader ku yang lain sudah biasa dan aku berharap reader menikmati seolah-olah itu emang cerita yang patut dinikmati bukan jadi tekanan pantas tidak pantas dimasukkan kedalam perpustakaan

heekiekie

aku ga pernah memaksa, tapi ini karyaku, ini menunjukkan seakan-akan aku mencari reader untuk keuntunganku, padahal aku gapernah melakukan itu, bahkan reader ku yang lain sudah biasa dan aku berharap reader menikmati seolah-olah itu emang cerita yang patut dinikmati bukan jadi tekanan pantas tidak pantas dimasukkan kedalam perpustakaan

heekiekie

masih sedih bgt, aku tau aku jarang up cerita, tapi apa perlu sampai bilang "kalau tidak ga lanjut ga aku masukin perpustakaan, jangan gantung lah kak", ik klo aku suka lelet, tapi aku juga sibuk, aku punya hidup... aku menyalurkan hati dan ideku emang dinulis tapi sisanya harus aku hadapi didunia nyata, aku yang bahkan niat remake last reason heeki jdi takut bakal ketemu orang yang sama.

heekiekie

@ luvvvvvj  iyaa thanks ya, kmu aktif bgt wkwk, seneng bgt baca komen kmu tapi aku belum bisa bales karena wp commentku bermasalah, maaf ya
Reply

luvvvvvj

@heekiekie ka eki jan didengerin orang kaya gitu ya ( ´ ▽ ` ) ,lakuin apapun yang kaka mauu ,okayy!! (´∀`) 
Reply

heekiekie

"Kembali kecewa"
          
          Aku membaca cerita sampai habis dan kecewa.
          
          Lalu tebak apa yang terjadi?
          
          Rasa sedih menyentuhku secara cepat seolah dunia akan berakhir.
          
          Padahal aku tahu dunia tidak akan berakhir secepat itu, tetapi....
          
          Tanganku kembali membuka gambaran akan keadaan menyedihkan esok, seakan tulisan itu menjelaskan semuanya.
          
          Aku mengingat kembali nasihat untuk tak membaca buku yang kedua kalinya, salahku tak mempedulikan itu.
          
          Tentu aku tahu, tidak ada untuk yang kedua kalinya.
          
          
          .—.
          
          baca dari bawah ke atas bisa
          baca dari atas ke bawah bisa 
           
          
          met membaca!!!!
          

heekiekie

random diary story.
          
          Hari itu, aku bermimpi, tidak seharusnya bukan mimpi. Begitu jelas, tangan yang menyentuh kulitku seperti sengatan. Bola matanya terlihat sangat tenang, rasanya hingga mampu membuat diriku gelisah selama bertatapan. Gosip teman se-angkatanku memang bukanlah gosip belaka, mereka membicarakan fakta. Tentang lelaki dihadapanku yang seperti malaikat. Meskipun anggapanku tetap sama, bahwa itu adalah sebuah gosip belaka, ngomong-ngomong apa pengertian gosip? Aku pikir, awalnya itu hanya sebuah informasi yang dilebih-lebihkan saja..., atau sebenarnya informasi yang kurang juga gosip? Entahlah. 
          
          Namun hal yang pasti, sayapnya begitu menarik, mereka tampak hidup. Bak layar emas yang tersibak, sebenarnya warna nya putih, mungkin tambahan efek matahari waktu senja membuatnya lebih menakjubkan. Mungkin aku akan terdengar gila saat nanti menceritakan hal ini kepada teman-teman yang lain. Lelaki ini masih saja menyentuh tanganku sebelum meletakkan dahinya tepat didahi ku. Posisinya yang tak menyentuh tanah kurang lebih setengah meter membuatku mengangkat dagu lebih tinggi. Wah, benar-benar mengaggumkan....
          
          Dirinya tersenyum, mungkin dalam hati menertawai keterkejutan ku. Dahi kami masih menempel sebelum aku mendengar pernyataan kecil yang lebih mengejutkan darinya.
          
          "Senang bertemu kembali."
          
          Aku terhenyak, manisnya pikirku. Mereka salah, dia bukan 'seperti', dia memang malaikat. Seharusnya, imortalitas ini rahasia miliknya.
          
          "Indahnya...."
          
          Dalam sekejap senja berakhir dan kini, rahasia itu menjadi milikku juga. Tidak, milik kami berdua. Kesalahan fatal.
          
          
          Meet me in the dawn— XXXX 
          "Don't leave me"