librarika

librarika

Sabar ya guys... chapter baru cerita Maybe tomorrownya masih aku kerjain. Maaf atas keterlambatannya, soalnya di rl banyak yg harus aku urusin, belum lagi beribadah dan ngurusin mas  crush biar gak nyari² kabarku wkwkwk
          
          Jadi ditunggu aja ya updatenya. Minggu ini pasti up kok, cuma gak tau hari pastinya

librarika

Ya Allah maaf banget ya semua baru inget harusnya aku publish chapter lanjutan cerita Maybe tomorrow itu jam tujuh tadi. Aku lagi sibuk menikmati hidup karena lagi jatuh cinta sih, jadi yg diinget si Mas... itu doang, kalau bukan mikir makan dan ngerjain kesibukan lain.
          
          Dibaca ddh guys. Sekali lagi maaf juga ya. Maaf banget
          
          https://www.wattpad.com/1624234989?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=librarika

librarika

*Cuplikan scene chapter lanjutan untuk chapter baru cerita Maybe tomorrow
          
          {besok bakal update ya. Malam ini diundur dlu krna aku lagi gk enak badan kondisinya. scene penutupnya belum bisa kuselesaikan}
          
          ~~
          
          "Oke... gue akan pergi deh, tapi tolong lepasin Zia dan jangan peluk Zia sekuat ini, dia bisa kehabisan napas sebelum penghulu dateng!"
          
          "Gak perlu ajarin gue harus perlakuin Zia seperti apa, dulu lo itu lebih brengsek dari gue terhadap dia!"
          
          "Ya udah, terserahlah... gue pamit sekarang!"
          
          "El!" dengan sisa tenaganya yang sudah sangat minim karena sedari tadi harus melawan Garuda untuk berontak dan berusaha berteriak meski mulutnya sempat dibekap erat juga oleh lelaki di sisinya ini, Zia sengaja mencekal pergelangan kiri Elang hingga lelaki itu tak jadi berdiri dari posisi setengah bersimpuhnya.
          
          "Ya, Zee... ada apa? Kamu mau menyampaikan sesuatu terakhir juga kah sama aku?"
          
          "Tolong..."
          
          "Sayang, kamu sepertinya beneran harus dimake - up lagi deh, ngobrolnya lebih baik gak usah, ya!" kembali takut Zia memberi tahukan Elang tentang perlakuannya yang tidak diketahui oleh Adeknya itu, Garuda tiba - tiba bicara juga. Memotong lagi dengan paksa ucapan Zia.
          
          Setelah itu hendak membekap mulut Zia lagi dengan berpura - pura mencium pipinya. Namun, langsung ditepis oleh Zia cepat.
          
          "Iish... berhenti bersikap sok baik denganku!"
          
          "Loh... aku ini kan memang selalu baik sama kamu... sayang, kenapa kamu ngomongnya begitu sih?"
          
          Zia menggeleng kecil sekilas, lalu menoleh ke arah Elang lagi saat menyadari ternyata Garuda benar - benar semenakutkan itu. Saat mereka berdua beberapa menit lalu ia terlihat bagaikan iblis yang mempunyai rasa kasihan padanya, sementara sekarang dia bak malaikat penuh kasih sayang di depan banyak orang. Benar - benar bermuka dua. "El, to-tolong bawa aku pergi denganmu saja, oke? Aku hampir diperkosa tadi di sini sama Abangmu ini, aku gak mau nikah sama dia! Aku berubah pikiran mulai detik ini!"
          

librarika

Maaf ya minggu ini aku masih belum bisa update karena satu dan lain hal. Mungkin hari sabtu atau nggak minggu yang akan datang deh ya chapter barunya akan kupublish. Mohon bersabar

librarika

@ meizhacha  siap... makasih banyak ya udah nyemangatin begini^^
Reply

meizhacha

@librarika  iya kak,kk sehat2 ya semangat
Reply

librarika

@ librarika  #teruntuk pembaca cerita Maybe Tomorrow
Reply

librarika

Chapter cerita Maybe Tomorrow sisa 10 lagi ya guys yang belum dipublish. Segera dibaca aja yang  kemarin - kemarin mungkin maju mundur untuk baca, takutnya nanti ada yang protes lagi kalau chapternya mungkin udah gak lengkap karena aku unpublishin buat jaga2 biar gak diplagiatin sebelum direvisi wkwkwk

librarika

@ librarika  aku tuh biasanya kalau udah cerita lengkap pasti bawaannya mau diunpbulish lagi aja beberapa babnya
Reply

librarika

Maaf baru balik guys, soalnya minggu ini dalam keluargaku ada kabar duka yg bikin aku lumayan keganggu konsentrasinya saat menulis. Ditambah lagi juga aku harus membatalkan keinginanku buat kuliah di tahun ini karena harus ngikutin omongan orang tua secara mendadak. 
          
          Oh ya cerita Maybe Tomorrownya udah kupublish lagi ya chapter barunya. Mungkin sampai minggu depan aku cuma sanggup publish 1 chapter sambil mengembalikan semangatku. Jadi harap bersabar ya buat yg udah nungguin cerita ini tamat.
          
          Silahkan dibaca
          
          https://www.wattpad.com/1624233284?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=librarika