librarika

librarika

Guys untuk tau info lebih jelas tentang cerita²ku atau rencanaku ke depannya seputar ke wattpadan kalian boleh banget follow igku ya @wp.rka.naa . Mulai hari ini kayaknya aku bakal aktif bikin pengumuman di sana lewat story biar kalian juga bisa lihat proses menulisku udah sejauh apa di chapter2 barunya terutama di cerita Maybe Tomorrow lewat video gitu. Jadi jangan lupa di follow guys

librarika

Assalamualaikum....
          
          Selamat malan guys, maaf baru kabarin. Dari minggu kemarin aku banyak banget yang dikerjain di kehidupan nyata, maaf belum bisa update lanjutan cerita Maybe Tomoorrownya. 
          
          Karena visual cast untuk Elang di cerita ini ternyata juga lagi rame kena kasus bulan ini mungkin nanti aku akan bikin perubahan juga untuk cast Elangnya selama masa belum bisa update ini, cuma di foto aja kok, jadi saat kalian lanjutin baca lagi kalian udah bayangin visual baru. Jadi tolong bersabar dan kasih waktu aku sebentar ya. Aku janji bakal lanjutin cerita itu secepatnya kok. Mungkin itu aja yang bisa aku sampaikan. Wassalamualaikum...

librarika

Chapter baru cerita Maybe Tomorrownya update besok ya guys. Maaf harus diundur lagi karena di daerah tempat tinggalku lagi ada pemadaman listrik bergilir. Jaringan juga susah buat nulis, takutnya lanjutan yang aku ketik gak tersimpan segala

librarika

Sabar ya guys, kalau gak besok mungkin rabu aku update chapter baru cerita maybe tomorrownya. Entahlah sekarang lagi males banget megang naskah, padahal aku mau banget cerita ini cepat tamat. Mungkin karena banyak yg harus aku urus juga kali ya di rl, jadi udah capek duluan untuk buka wattpad. Sabar ya^^

librarika

Sabar ya guys... chapter baru cerita Maybe tomorrownya masih aku kerjain. Maaf atas keterlambatannya, soalnya di rl banyak yg harus aku urusin, belum lagi beribadah dan ngurusin mas  crush biar gak nyari² kabarku wkwkwk
          
          Jadi ditunggu aja ya updatenya. Minggu ini pasti up kok, cuma gak tau hari pastinya

librarika

Ya Allah maaf banget ya semua baru inget harusnya aku publish chapter lanjutan cerita Maybe tomorrow itu jam tujuh tadi. Aku lagi sibuk menikmati hidup karena lagi jatuh cinta sih, jadi yg diinget si Mas... itu doang, kalau bukan mikir makan dan ngerjain kesibukan lain.
          
          Dibaca ddh guys. Sekali lagi maaf juga ya. Maaf banget
          
          https://www.wattpad.com/1624234989?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=librarika

librarika

*Cuplikan scene chapter lanjutan untuk chapter baru cerita Maybe tomorrow
          
          {besok bakal update ya. Malam ini diundur dlu krna aku lagi gk enak badan kondisinya. scene penutupnya belum bisa kuselesaikan}
          
          ~~
          
          "Oke... gue akan pergi deh, tapi tolong lepasin Zia dan jangan peluk Zia sekuat ini, dia bisa kehabisan napas sebelum penghulu dateng!"
          
          "Gak perlu ajarin gue harus perlakuin Zia seperti apa, dulu lo itu lebih brengsek dari gue terhadap dia!"
          
          "Ya udah, terserahlah... gue pamit sekarang!"
          
          "El!" dengan sisa tenaganya yang sudah sangat minim karena sedari tadi harus melawan Garuda untuk berontak dan berusaha berteriak meski mulutnya sempat dibekap erat juga oleh lelaki di sisinya ini, Zia sengaja mencekal pergelangan kiri Elang hingga lelaki itu tak jadi berdiri dari posisi setengah bersimpuhnya.
          
          "Ya, Zee... ada apa? Kamu mau menyampaikan sesuatu terakhir juga kah sama aku?"
          
          "Tolong..."
          
          "Sayang, kamu sepertinya beneran harus dimake - up lagi deh, ngobrolnya lebih baik gak usah, ya!" kembali takut Zia memberi tahukan Elang tentang perlakuannya yang tidak diketahui oleh Adeknya itu, Garuda tiba - tiba bicara juga. Memotong lagi dengan paksa ucapan Zia.
          
          Setelah itu hendak membekap mulut Zia lagi dengan berpura - pura mencium pipinya. Namun, langsung ditepis oleh Zia cepat.
          
          "Iish... berhenti bersikap sok baik denganku!"
          
          "Loh... aku ini kan memang selalu baik sama kamu... sayang, kenapa kamu ngomongnya begitu sih?"
          
          Zia menggeleng kecil sekilas, lalu menoleh ke arah Elang lagi saat menyadari ternyata Garuda benar - benar semenakutkan itu. Saat mereka berdua beberapa menit lalu ia terlihat bagaikan iblis yang mempunyai rasa kasihan padanya, sementara sekarang dia bak malaikat penuh kasih sayang di depan banyak orang. Benar - benar bermuka dua. "El, to-tolong bawa aku pergi denganmu saja, oke? Aku hampir diperkosa tadi di sini sama Abangmu ini, aku gak mau nikah sama dia! Aku berubah pikiran mulai detik ini!"