Di sudut senja yang bisu ia berdiri,
Di antara bayang, di antara mimpi yang tak bertepi.
Wajahnya tersapu angin yang lirih,
Menunggu dia yang takkan kembali, takkan mendekat meski hati berselimut kasih.

Di hadapan norma, cinta pun tunduk.
Terjalin sunyi antara harapan yang rapuh,
Dan ia tahu, batas itu nyata,
Bagai dinding tak kasat mata, namun tak terelak dari jiwa.

Ia tersenyum dalam duka yang tak terucap,
Melipat rindunya dalam diam yang tajam,
Karena cinta di balik dinding moral,
Tak bisa diraih, tak bisa digenggam, meski rasa begitu besar dan dalam.

Malam-malam panjang ia hitung dengan doa,
Dalam tiap bisikan, ia titipkan rasa yang tak bertepi,
Tapi yang ia nanti hanya bayang yang berkelana,
Takkan pernah pulang, takkan pernah jadi miliknya lagi.

Dan akhirnya ia sadari,
Ada cinta yang memang tak harus dimiliki,
Ada kasih yang harus diikhlaskan pada takdir,
Sebab norma membangun tembok di antara satu hati yang terlanjur berdesir.
  • Hindia Belanda
  • InscritDecember 4, 2021

Abonnements

Dernier message

Histoire par Daun semanggi
Land van Java  par lokawigna_rasi
Land van Java
Hans van Hiendrik lelaki Belanda totok itu baru pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah sejuta rempah, Hin...
ranking #157 dans la catégorie penjajahan Voir tous les classements
3 Listes de Lectures