*Paradox Society* 3
"Lo yakin, yon?" ucap seorang lelaki pada teman sekaligus pemimpin komunitasnya.
"Hitung berapa kali rencana gue gagal?" bukan menjawab, Sion malah membalas dengan pertanyaan.
"Nol," jawab anggota termuda.
"Lo masih raguin rencana gue?" pertanyaan yang Sion arahkan pada Ryo.
"Tapi, bang... beberapa pengacara dan inspektur yang lama ... mereka nyerah..." Ryo menggantungkan kalimatnya.
"Baguslah kalo gitu!" sahut yang tertua ketiga, Yushi.
"Ck, dengerin sampe beres kalo orang Intel ngomong!" ketus Riku.
"Sensi amat, buset. Napa emang cil?" Yushi yak kalah ketus membalas ucapan Riku.
"Kalo dugaan gue gak meleset. Nanti kasus ini bakalan ditangani sama ... Jaehee," lanjut Ryo.
"Anak yang satu panti asuhan sama bang Sion?" ucap Sakuya dengan ragu.
"Ralat. Udah jadi adeknya dah," Sakuya mengoreksi ucapannya sendiri.
"Semua rencana gue susun. Gue pertumbangin banyak konsekuensi, kalo kali ini gagal. Dia emang adek gue," ucap Sion.