lalaloveptr

Hi, izin promosi ya ><
          
          Tak ada satu orang pun menginginkan kebohongan, apalagi terkait masalah asmara.
          
          "Aku mencintainya, tapi aku tidak akan membiarkan perasaan ini semakin jatuh untuknya." 
          
          "Aku memang berbohong, tapi dia lebih banyak menyimpan kebohongan."
          
          
          Apakah kamu penggemar bluesy? Ataukah kamu tertarik untuk membaca ceritanya? 
          Kalo ada waktu senggang, jangan lupa mampir ke link dibawah ini ↴
          https://www.wattpad.com/1510384829-cinta-atau-dusta

misslemper

“Udah buang air susunya?”
          
          Sera terkejut, pasalnya si cowok bertanya di sekolahan.
          
          “Ngapain lo bilang sama Milla lo belum putus sama gue?”
          
          “Jen, aku udah lahirin anak kamu.”
          
          “Bayi itu keponakan gue! Inget itu! Yang orang tau dia anaknya kakak gue!”
          
          “Jangan pernah manfaatin itu bayi agar lo terikat sama gue!”
          
          ***
          
          Hai, maaf banget udah spam. Kalo ada waktu mampir yuk, mungkin lagi pengen baca yang nyesek2. Recomen banget, banyak yang koment mereka nangis2. Hehe.
          
          Ini linknya, terima kasih sebelumnya :-)
          
          https://www.wattpad.com/story/320275634

yurriansan

Hallo, aku Yurrian San--Author Wattpad--.
          Salam kenal.
          
          
          Aku sudah membuat cerita Romance Komedi.  kamu mau membacanya?
          
          Ini kisah Mahaprana Sultan, remaja asal Banjarmasin yang bertemu dengan Yasmin, si gadis miskin yang mengharap berjodoh dengan cowok kaya raya.
          
          Siapa sangka, Yasmin yang dewasa dan galak, harus berurusan dengan Ran yang masih ke kanak-kanakkan dan sedikit mesum.
          
          
          
          
          Ran menunduk. Sebenarnya kasihan juga dia. Mungkin benar kata Mas Agung, hidup Ran penuh tekanan. Makanya jadi banyak halu.
          "Ya udah, deh, jangan diambil hati," bujukku padanya.
          "Gak, kok," jawab Ran. "Aku cuma kepikiran, apa bener keluargaku udah nggak ada yang peduli denganku."
          Ran mendesah. "Apa mereka gak anggap aku sebagai keluarga lagi?"
          "Mungkin enggak. Siapa tau mereka lagi cari kamu, tapi belum ketemu.
          "Oh!" Ran mengangguk. "Misalkan keluargaku, udah nggak anggap aku lagi, kamu mau nggak jadi keluargaku?"
          
          Aku tersenyum. "Pasti. Kita semua udah anggep kamu keluarga."
          "Bukan. Aku tuh, maunya membina keluarga bahagia bersama, gitu."
          Aku bingung dengan maksud Ran.
          "Maksudnya menciptakan generasi penerus yang tampan dan cantik."
          Aku menghela napas dengan kasar. Anak ini! aku membatin. Kucopot sandalku, lalu ku tampol dia. Kebiasaan, otak mesumnya itu nggak pernah dibuang.
          
          
          Klik saja
          
          https://my.w.tt/X5zdVgYWE1