Hoseok menatap pemandangan itu dengan kagum dan ngeri bersamaan.
“Dia menyalurkan energinya sendiri,” gumamnya. “bahkan dia tau, itu… bisa membunuhnya.”
Seokjin menggigit bibir, tak mampu menghentikan apa pun. “Kalau dia berhenti sekarang, keduanya mati. Kalau dia lanjut, tubuhnya yang hancur. Sebaiknya kita mulai berdo'a untuk keselamatan mereka.”
Yoongi berbisik, nyaris tanpa suara, “Aku tidak akan melepaskannya. Tidak akan tabib Kim! tidak akan pernah!!”
Tangannya membelai wajah Jimin dengan lembut, sementara darah dari pelipisnya jatuh ke bibir omega itu.
Jimin bernafas pelan, matanya terbuka setengah, menatap Yoongi dengan pandangan kosong yang penuh air.
“Kenapa… kau lakukan ini Alpha,?”
#just tmi, aku lagi ngetik bab 15 dan berenti di bagian ini... karnaa.... T.T akuuuu nangiisssss.. sambil dengerin playlist nya aurora, rasanya aku kayak masuk dalam dunia mereka, rasanya aku kayak pegang kendali penuh ke takdir mereka. Hikssss.. yoongi jimin, kalian harus bertahan nak, demi akuu... #