Sarapan.

2.3K 280 7
                                    




























Setelah drama pengusiran Jaehyuk kemarin malem, akhirnya Jaehyuk tetep tidur di rumah Asa. Biasa, pasangan muda.

Keesokan paginya, Jaehyuk terbangun karena sinar matahari yang mengenai wajahnya. Ia meraba-raba sebelahnya, namun tidak ada orang.

Ia sontak langsung membuka matanya penuh, dan mencari manusia yang sebelumnya tidur di sebelahnya.

Ia akhirnya keluar dari kamar Asahi dan turun kebawah. Tercium wangi masakan. Kening Jaehyuk berkerut saat mencium wangi tersebut.

"Asaaaa?"

Tidak ada jawaban. Jaehyuk tetap berjalan menuju dapur.

Setelah sampai dapur, ia terdiam melihat Asahi yang sedang sibuk memotong bawang-bawangan sambil menggoreng sosis.

Jaehyuk mendekat, ia memeluk Asahi dari belakang. Otomatis Asahi terpelonjat kaget.

Asahi menoleh,

"Jantungku rasanya mau copot tau gak."

Ucapnya kesal, Jaehyuk tertawa pelan dan meminta maaf. Ia semakin mengeratkan pelukannya.

"Orang tua-mu kemana?"

"Mereka pergi, katanya ada urusan."

Jaehyuk ber-oh ria. Lalu dia mengambil satu sosis yang sudah selesai di goreng di piring, dan melahapnya dengan cepat.

Asahi membalikkan tubuhnya,

"Ih, Jaaae! Jangan dulu dimakan, entar sama nasi gorengnya aja."

"Mau satu aja, Sayang. Laper banget."

Jaehyuk tiba-tiba mendekatkan tubuhnya ke Asahi, sampai-sampai tidak ada lagi kekosongan diantara mereka.

Jaehyuk menatap pacarnya itu lama. Tatapannya lembut sekali.

"Pacarku manis banget."

Puji Jaehyuk tiba-tiba. Asahi yang mendengarnya langsung melotot dan menyodorkan penggorengan pada Jaehyuk yang membuat pria itu terkejut bukan main.

Panas, coy.

"Aku mau masak, jangan ganggu!"

Ucap Asahi dengan ekpresi marahnya. Jaehyuk bukannya takut, tapi malah terkekeh. Asahi mirip kucing. Ia mengambil satu kecupan di pipi Asahi.

"Hehe. Selamat pagi!"

Jaehyuk meninggalkan dapur dan duduk di meja makan sambil menunggu Asahi.

Asahi menghela nafas panjang dan melanjutkan masakkannya.





















"Masakanku gimana?"

Jaehyuk menengok ke arah Asahi,

"Mm, enak nasgornya. Tapi.."

"Tapi?"

"..."
"Sosisnya gosong."

"Ih, itu tadi kamu ganggu, sih!"

Satu pukulan pelan dari Asahi mendarat di lengan Jaehyuk.

"Hehehehehehe. Iya, gak lagi."
"Tapi aku gak nyangka seenak ini masakanmu."

"Kurang ajar."













Hi, hi!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 01, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pacaran. [JAESAHI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang