; saling menguntungkan.
aku bahkan gatau kalau ini benar saling menguntungkan
"bukan karena kamu, itu sudah jelas.
jangan siksa diri sendiri, aku udah tenang di sini, karena kamu yang seperti itu, aku harus berbuat sesuatu."
hanya sepatah kata, tapi mungkin bisa menghancurkan seseorang.
dari segi apapun.
tertulis di sebuah kertas, dia tau itu kertas pemberian dokter, kertas yang ia ambil diam-diam dari kamar orang tua nya.
sneaking++++ camuflage+++
nama nya tertera jelas di sana, yang berarti kertas itu bermaksud menjelaskan diri nya.
tak apa, tak apa, dia bermaksud memenangkan diri setelah membaca kertas selembar dilipat tadi.
gadis ini makin mengeratkan genggaman di selimut yang terlipat rapi di kasur nya, nafas nya sudah tersengal, dia gelisah dan takut.
sekarang sudah jelas, apa yang ia curigai, tapi, masih ada pertanyaan di benak nya
dia ingin bertanya, tapi dengan siapa?, tak ada orang di rumah, hanya adik nya yang sedang tertidur di sofa.
lengkap sudah penderitaan nya, sakit sana-sini, masalah sana-sini.
tak sudah-sudah.
matanya terpejam menahan tangis, tangannya meletakkan lembut secarik kertas putih itu di samping nya.
tapi sekarang bukan waktu nya untuk nangis. bukan.
dia berjalan gontai tak berdaya ke jendela kamar nya, membuka nya lalu melihat kebawah.
parkiran, tak banyak mobil terparkir rapi di sana, masih banyak lahan kosong.
cukup ga ya?
dia ada di lantai tiga sebuah gedung, di bilang lantai tiga, ini ga tinggi-tinggi amat, kalau ada orang yang ingin menyelamatkan diri dari sini, dia loncat, tanpa pengaman, ada persentase dia masih selamat, walupun ada juga persentase dia akan cedera atau meninggal.
ya sudah lah.
dia sudah menaiki ambang jendela, sedikit sakit kaki nya, tapi, gapapa.
tangan nya berpautan ke sisi kanan-kiri jendela, melihat kebawah, menimbang-nimbang apa benar dia akan lompat, dia masih bimbang.
Krieekk
"kak.......buatin roti bakar pake kej-" suara berat seseorang menginterupsi, suara serak khas baru bangun tidur.
oh tidak, adik nya sudah bangun.
dia terkejut setengah mati, hampir saja terpleset.
huhhhhh, dia menghela nafas, untung ga jatuh.
"KAK, NGAPAIN MANJAT-MANJAT?" tanya nya panik sambil memegang pintu, itu kakak nya gerak dikit jatuh udah.
orang yang di panggil kakak itu terkesiap, dia hendak turun, tapi karena dia panik dan terkejut karena adik nya datang tiba-tiba, dia terpeleset.
"KAKAK GOBLOG IH" laki-laki yang tadi minta buatin roti bakar keju coklat langsung lari ke arah jendela lompatin kasur buat nolongin kakak nya.
yaaaa, ga jatuh, tapi hampir.
"ngapain datang ke sini?" setelah turun dengan selamat, gadis itu bertingkah seperti tak ada apa-apa, dia lagi rapihin baju sekarang.
yang di tanya cuma diam sambil ngeliatin kakak nya clueless dalam hati; kakak aku gila.
"hm?" sang kakak masih menagih jawaban.
"gatau lah kak, aku gatau, gatau lagi" dia geleng-geleng kepala, sambil ngeremes rambut nya sendiri; frustasipanikheartattack.
tadi dia lapar, sekarang udah ga nafsu lagi.
"di tanya juga, ck"
Dongji langsung ngeliat kakak nya ga terima, dia menarik tangan kakak nya, keluar kamar.
"duduk di sini, jangan kemana-mana, mama belum pulang, jangan aneh-aneh"
sang kakak di duduk paksa, di hentakan saja ke sofa, Dongji udah panik, ini udah ke 3 kali nya dia liat kakak nya manjat jendela gaya-gaya mau loncat.
pertama dia biarin, karena alasannya mau liat langit malam.
yang kedua, dia ga tutup lagi pintu kamar kakak nya, trus dia duduk di depan pintu; ngawasin kakak nya sampe mama mereka pulang, dia ga dengerin alasan kakak nya lagi.
yang ini, hahhhhhhh..., gatau lagi.
"kak" panggil nya dengan suara bergetar, mau nangis, padahal, katanya dia lelaki jantan, bentar lagi mau masuk SMA.
"apaan?"ಠಿ_ಠ
"kak, aku baru bangun tidur loh"
"trus?"
Dongji narik ingus, "dikira enak ya baru bangun tidur di suguhin pemandangan orang mau lompat dari lantai 3?"
abistu, Dongji duduk di sebelah kakak nya, mata nya masih berair, muka nya:ಠ ೧ ಠ, idupin TV buat nonton Hello Jadoo.
yang kakak pun diam aja, ikut nonton.
cukup lama mereka diam-diaman di temani suara berbisik Jadoo.
Saekomhageja!
Dalkomhage du!
(terngiang-ngiang)
"kakak sakit."
"kakak udah sering bilang kaya gitu-"
"mental."
Hah?, Dongji langsung blank, dia baru bangun tidur, belum ngeh, masih loading.
"makanya mau lompat tadi, tapi yang tadi udah tekad banget, tapi kamu malah masuk" Mirae mencoba menjelaskan, tapi matanya masih terfokus pada TV.
ah, sebenarnya Dongji tak pernah tau alasan kenapa kakak nya suka manjat ke jendela kamar nya, rupanya mau bunuh diri, padahal u hanya tebakan ngasal nya aja sih, rupanya bener.
juga, tentang hal ini, dia simpan sendiri, tak pernah ia beritahukan kepada mama mereka, kakak nya juga gak minta di rahaisakan, hanya saja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hwang Yeji sebagai Yoon Mirae
atau kalian juga bisa imajinasiin Mirae sebagai gadis yang rambutnya putih, abu, itam secara bersamaan, dan dia suka pake celana kain selutut, pake Hoodie, dan topi buat nutupin warna rambutnya yang aneh.
dan Yoon Dongji, dia di imajinasi kalian, kalau rajin aku kasih visualisasi nya.