Go Away!

334 23 1
                                        

Hari berikutnya, Seungri pergi ke balkon gedung YG untuk menenangkan diri. Pikirannya tak karuan dan perasaannya sungguh hancur! Bagaimana tidak? Dia terjebak pada cinta yang rumit. Cintanya hanya untuk Jiyong, tapi TOP juga mencintai Jiyong dan dia merasa bersalah pada TOP tapi apakah harus? Bukankah Jiyong memilihnya dan bukan TOP?




"Seungri?" Tiba-tiba seseorang memanggilnya, dan Seungri pun menoleh dan itu adalah Daesung.
"Ada apa?" Seungri berkata sinis.
"Kau marah padaku?"
"Pikir saja sendiri!"
"Seungri... Aku tidak mengharapkan balasan cinta darimu... Aku menyayangimu Seungri... Aku tidak peduli kau membalasku atau tidak, aku hanya ingin menjagamu..."
"Menjijikkan..." Lirih Seungri tapi dapat didengar oleh Daesung.
"Seungri... Sungguh, aku sama sekali tidak ingin menjadi kekasihmu... Aku bahagia jika kau bahagia... Apalagi jika jau bahagia dengan Jiyong hyung Ri..."


Seungri tidak menghiraukan Daesung dan pergi dari situ, tapi Daesung menahannya dengan melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Seungri.

"Dengarkan aku Ri... Dengarkan aku... Ijinkan aku memelukmu sekali saja..."
"Lepaskan hyung!! Atau aku akan memukulmu hyung!" Seungri sekuat tenaga melepaskan pelukan Daesung.
"Apa-apaan kalian?" Tiba-tiba mereka mendengar suara Jiyong, dan Daesung langsung melepaskan tangannya.
"H-hyung... Ini tidak seperti yang kau lihat hyung!" Seungri mulai menarik-narik tangan Jiyong yang hampir pergi.
"Jadi ini alasan kau menjauhiku?"
"Ani hyung...anii...aku mencintaimu hyung!"


Mendengar ucapan Seungri, TOP langsung menatapnya dan nendorong tubuh Seungri hingga terjatuh.

"Jiyong hyung...ani hyung..." Seungri terisak sambil terduduk dilantai.
"Ayo Ji kita pergi..." TOP menarik tangan Jiyong. Seungri masih terisak ditempatnya seolah tenaganya habis dan tidak mampu untuk bangkit.
"Seungri maafkan aku..." Ucap Daesung sambil menyentuh Seungri tapi Seungri mengibaskan tangannya.
"PERGI KAU DARI SINI!! INI SEMUA GARA-GARA KAU HYUNG! KAU BAHAGIA KAN MELIHAT JIYONG MEMBENCIKU?" Teriak Seungri.
"Ani Ri..."
"PERGI HYUNG AKU MEMBENCIMU!"









Malam harinya saat Seungri pergi ke garasi, dia melihat dua gadis mencurigakan membawa botol minuman anggur kesukaan TOP. Seungri pun mendengar pembicaraan mereka dari balik tembok.

"Berikan ini pada TOP ne? Itu sudah kucampur dengan arsenik... Jadi tolong berikan benar-benar pada TOP!" Ucap salah seorang gadis. Seungri pun langsung berlari lewat pintu belakang untuk menahan TOP agar tidak meminum minuman yang mereka berikan tadi. Dan dia pun mencari TOP dari ruang ke ruang tapi dia tidak menemukannya, dan saat dia bertanya pada salah satu staff ternyata TOP berada di ruang rekaman bersama yang lainnya.

Saat Seungri masuk ternyata TOP sudah hampir meminumnya, Seungri pun langsung meraih minuman itu dari tangan TOP.

"Yah! Kenapa kau mengambilnya?!" TOP menahan botol itu agar tidak sampai ke tangan Seungri.
"Hyung jangan diminum hyung please!"
"Ini dari fansku! Dan ini minuman favoritku!"
"Hyung jangan hyung jangan..." Seungri masih terus menarik botol itu. Jiyong yang ada disebelah TOP pun mencoba untuk menjauhkan Seungri dari TOP.
"Ri... Kenapa?" Tanya Jiyong penasaran.
"Aish... Hyung berikan padaku hyung..."
"Yah! Kau irikan karena aku mendapat hadiah sedangkan kau tidak?!" Bentak TOP sambil memberikan botol itu.
"Bukan begitu hyung... Tapi itu?" Seungri menghentikan ucapannya saat mengingat apa yang dibicarakan dua perempuan itu.
"Apa? Kau membuangnya? Buang saja! Memang kau iri padaku!"



Tanpa pikir panjang Seungri pun meminum minuman itu membuat TOP dan Jiyong teriejut.



"Iya aku iri hyung, puas kau?" Ucap Seungri lalu pergi tapi saat sampai dipintu, Seungri menghentikan langkahnya saat tiba-tiba nafasnya seperti tercekat.

"Seungri? Yah!" Staff YG langsung menyentuh pundak Seungri saat melihat Seungri tertunduk dan ingin memuntahkan sesuatu.
"Seungri?" TOP dan Jiyong pun mendekat.
"Uhuk..ukh..." Seungri menyentuh lehernya, tubuhnya berkeringat dan wajahnya berubah pucat.
"Yah Seungri... Seungri kau kenapa?" Jiyong menangkup wajah Seungri.
"Ukh!" Seungri mengeluarkan darah kental dari mulutnya.
"Ji... Dia muntah darah!" Ucap TOP dengan suara bergetar.
"Hyung siapkan mobil hyung kita bawa dia kerumah sakit hyung phaliii!!" Panik Jiyong saat Seungri mulai terjatuh dipelukan Jiyong sambil kejang-kejang.







Sesampainya dirumah sakit, ke empat hyungnya pun menunggu dokter yang mengecek Seungri. Beruntung tadi Seungri tidak sampai pingsan, dan sekarang Seungri masih sadar tapi tangannya tertancap infus.

"Adik kalian sudah pulih... Dan sekarang kondisinya masih sangat lemah... Beruntung kalian dengan cepat membawanya kerumah sakit..." Terang dokter itu.
"Terimakasih dokter... Kalau boleh tau adik kami kenapa?" Jiyong penasaran.
"Adik kalian mengalami keracunan... Tapi ada satu hal yang harus kalian tau, Seungri mengalami lumpuh tapi jika dia bersedia melakukan terapi setiap hari kakinya akan pulih kembali... Tapi untuk saat ini dia harus menggunakan kursi roda..."
"Baiklah dokter, lakukan yang terbaik untuk maknae kami..." Ucap Youngbae sambil menengok kedalam ruangan.





Keesokan harinya, Seungri sudah melakukan terapi berjalan. Karena tubuhnya yang masih lemah, hasilnya tidak memuaskan. Seungri masih belum bisa berjalan dan berdiri dari kursi roda pun dia tidak mampu.


"Maknae..." Seseorang memanggilnya dan itu adalah TOP.
"Hyung?"
"Maafkan hyung ne?" TOP berlutut dihadapan Seungri.
"Gwaenchanna... Aku tidak mau hyung sepertiku..."
"Ri... Aku sadar, ternyata cinta Jiyong memang pantas untukmu... Kau yang lebih pantas menerimanya..." TOP mengelus pipi Seungri lembut.
"Gomawo hyung..."
"Yah maknae!! Ini makanan buatan hyung... Dimakan ne?" Jiyong memberikan kue pada Seungri dan Seungripun terpesona, karena itu sangat mustahil jika Jiyong membuat kue.
"Wah jinjja hyung buat ini?"
"Ne makanlah!"


Seungripun mulai menyendokkan makanannya tapi tiba-tiba Seungri terdiam. Semua hyungnya pun menunggu komentar Seungri.



"Wae Ri?" Tanya Youngbae penasaran.
"Kenapa asin ya? Apa hanya perasaanku saja?" Ucap Seungri sambil mengecap-ngecap makanannya.
"Ne? Asin?" Jiyong mengambil kue itu dan merasakannya dan dia ikut terdiam.
"Kenapa Ji?" TOP pun ikut penasaran.
"Apa ini benar-benar asin?" Ucap Jiyong.
"Kau tadi pakai gula atau garam?" Tanya Youngbae.
"Penutupnya warna hijau?" Jawab Jiyong.
"Yah hyung!! Itu garam dan yang gula itu berwarna biru aiish!!" Ucap Daesung sebal membuat semuanya tertawa termasuk Seungri. Daesung tidak sengaja menyentuh tangan Seungri dan mata mereka pun bertemu. Tapi senyuman Seungri luntur dan dia menarik tangannya dari tangan Daesung.



Tidak ada member yang menyadarinya, Jiyong pun membawa Seungri ke kamar. Sebelum masuk ke kamar Seungri menoleh kebelakang dimana Daesung masih menatapnya dengan tatapan sedih. Tapi ketika ingat lagi bagaimana isi surat itu, Seungri berubah dingin dan membiarkan Jiyong untuk membawanya kedalam.










Yeah, aku melanjutkan cerita ini... Ada yg penasaran lanjutannya? Comment yaaa guys ❤️

TOP Hyung!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang