Jihoon menghela nafas berat,setelah acara penghormatan terakhir kepada Yedam, semuanya berubah.
Yoonbin sekarang tinggal bersama nya,Jihoon tidak mempermasalahkan itu.
Iya sudah terbiasa jika seandainya Yoonbin terkadang menginap di rumahnya,karena Jihoon hanya tinggal sendiri disini.
Jihoon hanya heran,Yoonbin sekarang semakin gila kerja dan akan pulang larut malam sekali hingga tidak bisa untuk tidak makan malam maupun sarapan di rumah.
Karena hal itu Jihoon selalu rutin mengirim kan bekal untuk Yoonbin, mengingat ada tanggung jawab yang harus Yoonbin tanggung saat ini.
Yoonbin adalah pewaris tunggal dan satu-satunya yang dapat mengelola perusahaan keluarga Ha.
Yuna?,Jihoon tidak tahu kemana Gadis itu,karena dia tidak pernah melihat nya lagi.
Ketika ia ke rumah Yoonbin dulu tidak menemukan siapa-siapapun disana.
Kosong,tidak ada orang.Jihoon pikir Yuna pergi untuk menenangkan diri mungkin.
Jihoon sudah pernah bertanya kepada Yoonbin perihal Yuna dan menceritakan bahwa Yuna tidak ada di rumah,tapi Yoonbin bersikap acuh dan berucap.
"Apa peduliku?,dia tidak menganggap ku Kakak nya lagi."
Jihoon hanya dapat terdiam kala itu,dia tidak ingin mengatakan perihal Yuna lebih lagi kepada Yoonbin karena Jihoon tahu,Yoonbin sedang tidak baik-baik saja saat ini.
Jihoon kali ini sedang bersiap mengantarkan makan malam untuk Yoonbin di kantor,tapi ketika ia sedang memakai sepatu seseorang masuk kedalam rumah dan ia dapati Yoonbin yang pulang dengan keadaan letih,mungkin hari ini berat di kantor.
"Eh?,Yoonbin?,Kau baru pulang lebih cepat?,Aku bahkan ingin mengantarkan makanan untukmu."Jihoon menatap kepada Yoonbin yang menghampiri nya.
Ada yang aneh dari Yoonbin.
"Yoonbin?-uhm?!!."Tiba-tiba Yoonbin mencium Jihoon,ciuman itu begitu terburu-buru hingga Jihoon tidak siap dengan ciuman yang begitu tiba-tiba.
Jihoon yang saat itu berdiri di belakang meja makan mencoba menahan badan agar tidak terjatuh di atas meja makan.
Tapi,Yoonbin malah semakin memojokkan Jihoon hingga Jihoon berbaring di atas meja makan.untungnya saja tidak ada apapun di meja makan kecuali tas bekal untuk Yoonbin yang terletak di atas kursi.
Ciuman dari Yoonbin benar-benar mendesak dan memiliki arti yang berbeda.bukan apa-apa,hanya saja ciuman yang mereka lakukan saat ini seperti Yoonbin yang frustasi dan gelisah.
Ada apa dengan Yoonbin?,pikir Jihoon.Tapi,Jihoon tahu,mungkin saja Yoonbin sedikit lelah dan frustasi dengan masalah di kantor nya.Jihoon membalas ciuman itu,ia memeluk erat leher Yoonbin,mencoba membalas ciuman dari kekasihnya ini.
Bunyi-bunyi decakan bibir yang beradu pun terdengar jelas dan sedikit-sedikit suara geraman dan desahan tertahan terdengar dari kedua pasangan kekasih itu.
Beberapa waktu yang lalu...
Yoonbin sedang sibuk membaca berkas-berkas perusahaan nya.ketika itu bunyi dering telpon nya berbunyi.
"Ya?."
"Maaf Pak,ada seseorang yang ingin bertemu dengan Bapak,namanya Choi Hyunsuk.dia bilang dia sudah buat janji dengan Bapak."
Yoonbin terdiam,Choi Hyunsuk.bukankah itu mantan kekasih Jihoon?,mau apa dia kemari.
Yoonbin penasaran ada apa gerangan Pria itu kemari.
"Baiklah,suruh dia masuk."
Pintu terbuka Yoonbin bisa melihat seseorang Pria memasuki ruangannya.
Itu Choi Hyunsuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Treasure Romance
FanfictionDON'T COPY MY STORY!! FOLLOW DULU SEBELUM DI BACA PLAGIAT?MENJAUHLAH!! AREA GS DI LARANG SALAH LAPAK! Mereka yang terlalu ribet dengan percintaan mereka. Cast. #harukyu #hoonsuk #yoshiho #dodam #jaesahi #jeonghwan
