-party??

11 3 0
                                    


         Lynn baru saja memastikan apakah penghanggat kamarnya tidak ber temperatur mengerikan seperti kemarin malam. Rasanya hampir mau mati saja. Ia sampai harus tidur hanya denggan menggunakan dalaman.

        Menyebalkan sekali setelah melihat hal menggiurkan kemarin sedari mulai dari sang ayah berangkat ke kantor hingga pagi ini ia belum melihat ayahnya barang lubang hidungnya pun. Terhitung 12 jam dia berada dikamar tanpa melihat pertensi sang ayah.

      Memalukan memang. Lynn memilih beristirahat di bawah pancaran sinar matahari di atas balkon kamarnya.

Termenung lagi membayangkan apa yang harus ia lakukan besok.

Pergi. Atau tidak ya ??

Pergi sajalah pura pura tidak mendenggar penuturan heejin sialan itu. Toh heekyung lebih penting ketimbang gadis denggan bibir semerah cerry busuk itu. Upps mengumpat lagi.

Baiklah lynn memutuskan pergi.

Dia beranjak lalu berjalan ke ruang samping kamar mandi di kamarnya hanya untuk memilih pakaian mana yang pantas di gunakan  untuk pergi ke pesta itu. Setidaknya lynn juga inggin tampil seperti perempuan pada umunnya okey.

Membuka etalase perlahan memilah pakaian mana yang bisa dipakai. Tentu saja bisa dipakai dasar lynn bodoh.

Dapat. pilihannya jatuh pada dress biru muda denggan sedikit sentuhan pita pada daerah pinggang jauh di atas lutut. Bisa menampilkan bahu secara terang teranggan.

Tidak buruk lebih baik dari gaun gaun yang lain yang ada di etalase. Semua nya seperti gaun pernikahan panjang sangat bakal pusing jika di pakai berjalan.

Setelah memilih dress ia memisalkan dress tersebut dan hendak dibawanya ke dalam lemari pakaian di kamar.

Serasa cukup ia merebahkan diri di dalam kamar. Menatap langgit langgit kamar berwarna putih denggan lampu besar di tenggahnya.

15 menit sudah waktu yang lynn keluarkan untuk termenung.

Namun seketika ia teringat sesuatu saat ia berkunjung ke rumah sang nenek. Lebih tepatnya ia menguping pembicaraan ayahnya dengan sang nenek.

Tanpa berpikir terlalu lama,
Lynn menyibak selimutnya lalu bergegas keluar kamar .



Inggin peluk daddy'

...

Agaknya Jeon tak habis pikir bagaimana munkin jimin memberikan tugas sebanyak ini pada nya. Sampai ia tak ada waktu hanya untuk sekedar menyiapkan makan malam untuk lynn.

Haish

Jeon menghela nafas kelewat dalam. Lelah sekali.  Jeon hanya butuh kasur inggin tidur. Mengantuk sekali matanya lelah.

Sebelum kedua netranya berpaling ke arah pintu yang terbuka menampilkan lynn dengan senyuman manisnya.

' ya ampun cantik sekali. Sedang apa pun cantik'

Jeon tersenyum " hei baby ada apa ?? "
Lynn menghampiri jeon denggan raut wajah masam.

" dadyy kenapa tidak ketemu denggan ku seharian ini?? Menyebalkan sekali " lynn menekuk bibirnya kesal.

Bagaimana jeon tidak terkekeh. Saking sibuknya Jeon sampai lupa pada putrinya ini.

Dia perlahan menarik tanggan lynn untuk duduk di panggkuannya. Lynn denggan senang hati mendudukan dirinya selerti koala.

Kuat sekali daddy ini'

" maafkan daddy hmm?? Kemarin paman jimin memberi banyak sekali pekerjaan pada daddy. Sampai tidak sempat memberi kecupan selamat malam untuk baby el ini " elusan demi elusan tanggan jeon di terima oleh lynn.

Lynn memejam menerima sentuhan jeon pada puncuk kepala. Nyaman sekali sampai mengantuk. Tapi lynn tidak boleh lupa apa tujuan nya kemari.

"Daddy !!? "
" hmm?" Ujarnya memandang netra sang lawan. " ada apa baby?"

"Tidak adakah yang mau dady bicarakan padaku?"
Lynn menatap jeon teduh sekali." Dady tidak mau memberi tauku sesuatu?"

Jeon hanya menyeritkan alis, pertanda bahwa ia tidak memahami apa yang dibicarakan oleh lynn.

"Tidak. Tentu tidak ada." " bukannya dady tak pernah menyembunyikan apapun darimu sayang".

Bohong.
Munkin ayahnya belum mengingat saja. Pasti sebentar lagi akan ingat. Tapi lynn jengkel.Sedikit marah.memangnya tidak ada niatan sama sekali berbicara hal penting itu padanya. Bukannya dia itu putrinya? Lantas bagaimana.

"Huft,' tarikan nafas ketus terdengar ke indra pendengaran jeon.

"Besok perayaan umur heekyung jadi dia mengadakan
Pesta perayaan da-" sebelum menyelesaikan perkataan terlebih dahulu di sela oleh sang ayah.

"Dan kau akan pergi begituu?? Kau lemari untuk itu kan??tidak!! Tidak boleh meski dadyy tau heekyung itu anak baik baik tapi bagaimana denggan tamu undanggan yang lainnya ?? Daddy yakin disana pasti akan mabuk mabukan bahaya!! Janggan harap daddy membiarkan mu pergi ke sana.sela-"

"Stop dady!! " lynn beranjak dari pangkuan ayahnya.
Sudah kesal tertambah lagi kesal.meluap sudah amarahnya.

"Kau berlebihan sekali aku kan sudah dewasa!! Apakah daddy tidak percaya padaku??aku bisa membatasi diriku sendiri !! " selalu saja begini. Dady nya ini berlebihan sekali.

Jeon tidak terima putrinya mulai membantah. Sejak kapan dirinya mengajarkan anak ini menyela ucapan orang tua??.

"El kau tidak tau apa apa soal pesta itu. Kau tau berbahaya sekali. Di sana akan banyak remaja yang mabuk na"Nanti bagaimana jika mereka mulai merayumu?bagaimana??" Teriak jeon marah sekali.
"Kau juga sudah kelewatan batas kau tidak mendenggarkan dadyy lagii??kau sudah mulai membantah??apakah kau bergaul denggan anak tidak baik ?? Jawab aku!!" Geramnya

"Ya daddy benar aku memang tak tau apa apa karena dady tak pernah mengijinkan aku bergaul dengan siapapun!! Kenapa dady sensitif sekali aku hanya bertanya dan daddy berlebihan. Jahat sekali dady ini menuduh ku yang tidak tidak. " inggin menagis rasanya tau begini lynn pergi tanpa ijin saja. Lagi pula ini hanya pesta kecil dimana hanya teman sekolah nya saja yang di undang.

Lynn kecewa sekali. Dia menatap sang ayah marah lalu berlalu dari pandanggan sang ayah pergi terbirit birit hampir menanggis.Jelas ia kesal.

"Bukan begitu maksud daddy " " E !! El !! Baby !!" Ucapnya lebih tenang. Sambil mengejar langkah lynn menelusuri anak tangga.

"El dengarkan dadyy dulu !?" Sebelum akhirnya lynn memasuki kamar menutup pintu lalu menguncinya keras tepat di hadapan sang ayah.

Jeon  hanya lelah dan sedikit sensitif saja .
Dia hanya kawatir pada lynn tetapi malah melampiaskan kekesalan nya pada lynn nya.

"baby biarkan dadyy masuk, maafkan dady !!" "El !!?"

Ia menghela nafas panjang lalu pergi ke kamarnya denggan perasaan campur aduk

' kenapa aku berteriak padanya '

' padahal dia bertanya baik baik '

Jeon merebahkan tubuh nya pada ranjang lalu memijit pangkal hidung gemas. Pelipisnya berkedut menandakan betapa pusing nya dia saat ini.

Menyesal sekali harusnya tadi jeon bilang ' iya saja membayang kan lynn pasti akan memeluk lalu melayangkan kecupan di bibirnya pasti sanggat membuat bahagia.

Memang benar penyesalan selalu di akhir cerita.

******

Sekedar ngingetin ini cerita wattpad pertama.

💜💜💜

The Beginning Of HappinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang