Si awan tak lagi menari
Di atas ubunku
Si angin terus marah
Membantai si pinus tua
Pecahan batu kropos
Di lahap si mineral kuat
Dongengan mentari
Pecahkan suasana sunyi
Tak terpandang oleh mata
Para burung yang bersuara
Kupikir diriku saja
Menikmati
Keindahan ini
Ada semut disana
Ku alpa untuk menyapa
Duh!!
Kopi hitam mulai mendingin
Satu kata belum terpikir
Waktu terbuang
Terbuai nyanyian burung
Semut merah!
Kenapa kau tertawa?
Jauh sungguh jauh
Detik itu yang telah lalu
KAMU SEDANG MEMBACA
ANARKISME
PoetryWARNING! : Karya ini banyak mengandung kalimat kiasan. Jika dari pembaca kesulitan memahami isi di setiap bagian, saya mohon maaf karena ini hanya bentuk tulisan yang saya pikirkan NB : Bagi pembaca yang ingin di buatkan puisi dengan tema bebas sil...
