Kringg!!
"RENJUN! Bangun, ayok ayah sudah pada nunggu dibawah" ucap seorang wanita paruh baya itu.
"Iya ini udah bangun" kata Renjun sambil mengusap kedua matanya.
"Ayok, ayah sudah nunggu dibawah, Bunda tinggal ya, oh iya kamu juga jangan tidur lagi. Awas kamu" kata sang bunda sambil menunjuk Renjun dengan tatapan seramnya.
"Iya bundaaaa" ucap Renjun agak sedikit takut
Bunda pun langsung keluar dari kamar Renjun menuju ruang makan. Renjun pun berjalan gontai kearah kamar mandi.
Sudah 15 menit Berada dikamar mandi, Renjun Langsung pergi kemeja makan yang berada dilantai satu.
"Morning all" ucap Renjun santai.
"Morning ren" balas sang bunda sama ayah berbarengan.
Dari gerak gerik sang ayah Renjun sudah tau kalau ayah ingin berbicara sesuatu. Alhasil Renjun lah yang membuka suara duluan.
"Ayah mau ngomong apa?" kata Renjun sambil mengoleskan selai coklat ke rotinya.
Sang ayah yang ditanyakan pun kaget, dan terkekeh.
"hehe tau aja ayah mau ngomong" ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sang bunda yang melihat itu hanya menatap sang suami dengan tatapan malas.
"Ya tau lah, Emangnya dari tadi aku gak liat gerak gerik ayah" ucap Renjun sambil mengunyah makanannya.
"Makanan nya ditelen dulu, masa harus diingetin bunda terus. Kayak anak kecil aja kamu" kata bunda sambil membuat makanan untuk sang suaminya.
Renjun yang mendengar ucapan bunda pun langsung ngepoutin bibirnya.
"Jangan pout pout kayak gitu, kayak bebek tau gak" ucap bunda lagi.
"Iya bun iyaa" kata Renjun kesal.
Ayah yang mendengar itu hanya terkekeh gemas dengan Renjun.
"Astga" sambil mencubit kedua pipi Renjun.
"ish Ayah! Sakit tau" ucapnya sambil memegang kedua pipinya.
"Maaf sayangg, lagi kamu gemes banget" katanya sambil mengelus kepala Renjun.
Renjun pun hanya bisa mendengus.
"Oh iya, tadi ayah mau ngomong apa ?" Ucap Renjun dengan memainkan gejetnya.
"Ayah berencana mau kamu nyelidikin sekolah ayah disekolah" ucap ayah mulai serius.
Renjun yang mendengar itupun langsung berhenti memainkan gejetnya dan fokus ke ayahnya, tidak hanya Renjun sang bunda pun juga ikut fokus dengan ucapan suaminya itu.
"Emang disekolah ayah ada apa ?" Tanya nya dengan muka yang serius.
"Jadi gini, disekolah yang ayah buat itu ada kepala sekolah yang selalu minta dana buat renovasi sekolah, masalahnya dia minta dana ke ayah itu sampe Beratus ratus juta dan itu setiap bulan dia selalu minta, ayah sih gak keberatan kalau buat renovasi sekolah, tapi apa gak aneh setiap bulan ayah selalu transfer kekepala sekolah itu dengan jumlah yang banyak ? Enggak kan" ucap sang ayah panjang.
"Darr!!"
Bunyi suara pukulan meja yang sangat kencang membuat Renjun dan ayah kaget.
"Gak bisa dibiarin ini, gak bisa!" Ucap bunda sambil memijat jidadnya sendiri.
"Pasti tuh kepala sekolah korupsi" ucapnya dengan nafas menggebu.
Ayah pun langsung mengelus pundak sang istri.
Gimana gak marah jika sudah ada sangkut pautnya dengan uang bunda lah yang paling marah, pasalnya bunda orang yang Hemat.
walaupun bunda seorang perempuan dia juga tidak punya banyak peralatan make up, menurutnya bunda, dia tidak mau mem belenjakan barang yang tidak berguna, katanya lebih baik untuk menabung dan memberikan sedekah untuk fakir miskin.
"Udah sayang kamu tenang yah ? Aku udah ngatur semuanya" ucap sang ayah memenangkan istrinya.
Ayah pun langsung menatap Renjun.
"Mau bantu ayah ?" Katanya masih mengelus pundak sang istri. Dan dibalas anggukan oleh Renjun.
Ayah pun tersenyum dan berjalan kearah Renjun lalu membisikan sesuatu, Renjun menatap sang ayah lalu menunduk. Bunda yang melihat itu langsung mengerutkan dahinya. Melihat sang istri terlihat bingung ayah pun langsung mengode agar nanti saja ia jelaskan bunda yang melihat kode dari ayah pun hanya mengganguk.
"Oke sekarang Renjun siap siap buat besok pagi" ucapnya sang ayah.
"HAH! cepet bangettt, masa besok pagi" katanya kesal.
"Renjun. . " Kata sang ayah sambil menatap lekat.
Orang yang ditatap hanya menghela nafas panjang.
"Yaudah lah" ucapnya pasrah.
"Nahh gitu dong baru anak ayah" katanya sambil mengelus kepala Renjun.
"Yaudah mau bunda bantuin gak, beres beresnya" ucap bunda menawarkan bantuan pada Renjun. Yang ditawarkan pun hanya mengangguk lucu.
Bunda pun tersenyum dan Langsung menraik lembut tangan Renjun untuk kekamar Renjun.
Ayah yang melihat mereka berdua jalan menjauh kearah kamar hanya menatapnya sendu.
"Ayah bakal kangen kamu Renjun" ucapnya pelan dan disertakan senyum masam.
Punten ges !
Kalo ada typo atau yang lain tolong dimaafkan yah, karena author sendiri bukan ahli pembuat novel
Mau lanjut gak ? Vote dulu dong biar author nya semangat!
![Renjun Not Njun [00L]](https://img.wattpad.com/cover/262395637-64-k855359.jpg)