☬Ichi☬

1.4K 181 14
                                        

Happy reading~
Hope you enjoy it
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Netsubou
Gojou Satoru x male!reader

Ruangan yang agak gelap dengan remang-remang cahaya lilin kini menjadi amat sunyi. Tepat setelah pria dengan rambut melawan gravitasi itu mengajukan sebuah pendapat.

Lawan bicaranya menghela nafas, "terserah padamu, asalkan itu tak menyebabkan masalah". Raut wajah si Surai putih seketika menjadi bahagia, senyumnya kian melebar, lalu keluar dari ruangan setelah mendapatkan jawaban yang ia inginkan.

Yah, meski jika tak diizinkan sekalipun ia akan tetap melakukannya sih.

"Ah, itu dia Gojou-sensei" seru pemuda dengan rambut pinkish. "Bagaimana sensei, apa boleh?" Tanya satu-satunya perempuan di sana, pria bernama Gojou atau lebih tepatnya Gojou Satoru itu mengacungkan jempolnya.

"Yosh~ ayo sekarang kita jemput murid kelas satu yang keempat!" Serunya diikuti tiga muridnya dengan semangat. Ralat, hanya dua, sedangkan yang satunya menghela nafas lelah.

°°°°°°°

Langkah demi langkah digerakkan, mendaki satu persatu anak tangga untuk yang kesekian kalinya. Gadis dengan rambut coklat sebahu itu terus mengeluh sedari tadi, lantaran mereka belum mencapai tujuan.

"Kenapa kuilnya harus di bukit sih?! Memang orang-orang tidak lelah naik ke sana?!"Sungutnya, menghentakkan kakinya setiap Melangkah.

"Justru kalau kau melangkah seperti itu akan lebih cepat capek loh, lagipula kuilnya kan tidak benar-benar di puncak" tutur pemuda dengan rambut pinkish.

"Diamlah kau Yuuji!"

"Seharusnya kalian berdua yang diam" tegur pemuda yang satunya. "Nah, kita sudah sampai~" nada ceria dari Satoru membuat ketiga muridnya menatap lurus ke depan.

Sebuah halaman luas dengan beberapa daun yang berguguran menyambut keempatnya, ditambah lagi dengan sebuah sungai berarus tenang yang memisahkan mereka dengan kuil, yang mana terdapat jembatan lebar menjadi satu-satunya akses lewat.

Tebing yang tak terlalu tinggi dan penuh tumbuhan dengan air terjun yang bisa langsung terlihat, sedikit menghalangi sinar matahari menambah kesan sejuk disana.

Tepat di depan mereka, sebuah kuil megah bertingkat yang terlihat sangat dijaga dengan baik oleh masyarakat sekitar. Warnanya yang merah menyala, ukiran dan pahatan yang sempurna, serta lingkungan yang bersih dan asri. Benar-benar memanjakan mata.

Tapi ada satu hal yang menganggu ketiga murid tersebut, sekelompok kutukan yang justru melakukan hal-hal yang tak pernah mereka kira. Beda lagi dengan Gojou Satoru, pria itu justru tersenyum lebar, raut wajahnya menggambarkan bahwa dirinya merindukan tempat ini.

Selepas melewati jembatan, mereka dapat melihat antrian manusia yang tidak terlalu panjang nampak tengah memberikan sesembahan berupa makanan dan barang berharga yang diletakkan dengan rapi di depan fusuma putih bercorak. 

"Sensei, apa kita akan berdoa disini?" Tanya Yuuji polos. "Sensei bilang akan menjemput murid kelas satu yang terakhir, tapi dimana?"

Satoru tampak berpikir sejenak, "yaudah, kita tunggu aja sampai sepi" dan berakhir dua dari muridnya menatap ia kesal.

^^^^

Beberapa jam berlalu, sedikit goresan jingga di langit menandakan siang telah mencapai ujungnya. Sang wanita, Kugisaki Nobara, kini tengah menatap hamparan bunga yang berada di samping kuil, kemudian jari lentiknya memetik beberapa yang ia suka.

NetsubouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang