Sepenn

745 74 3
                                    



“kau cepat bawa mobil ku kekantor”-

“......”

“tak pakai lama”-ucap Mew lalu mematikan panggilannya dan berbalik arah dan sedikit terkejut melihat Gulf yang dengan polosnya menguping pembicaraannya

“jika kau sudah selesai menguping lebih baik keluar”-ucap Mew , Gulf pun keluar menampilkan senyuman manisnya dan menyapa Mew

“sore tuan Mew sedang apa masih dikantor?bukan kah waktu pulang sudah lewat beberpa setengah jam yang lalu?”-tanya Gulf

“ban mobil ku kempes jadi tertunda utuk pulang”-Mew

Gulf menganguk  “kenapa bisa kempes?apa ada orang iseng yang mengempeskan ban mu?”-alibi Gulf

Mew mengangkat bahunya acuh lalu membuka handphonenya,dari pada Gulf kayak kambing conge mending balik ia pun berpamitan

“yasudah tuan saya izin pulang permisi”-ucap Gulf lalu berjalan belum 5 langkah Mew memanggilnya

“boleh saya menumpang?bodygurd saya sedang terjebak macet”-Mew

“huum baiklah silahkan tuan”-ucap Gulf ia pun punya ide yang cemerlang

Gulf dan Mew berjalan menuju mobil Gulf yang ada disebelah mobil sederhana ya sebenernya mobilnya enggak kalah mewah sama mobil Mew dia cuman entahlah Jos tadi beranggpan serius atau tidka padahal dia menunjuk mobil yang ada disambil mobil sederhana

“silahkan tuan”-ucap Gulf lalu ia masuk ke mobilnya menyetel musik sedikit kenceng dan menurunkan suhu ac nya

Mew masuk kedalam mobil Gulf seketika puyeng denger dentungan musik yang Gulf setel , ia pun terpaksa dan duduk disebelah Gulf
Ia lebih baik memasang airphone dari pada mendengar musik Gulf

Gulf mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tapi ia tak melihat Mew dengan reaksi takutnya ia pun mengerem mendadak disuatu tempat

“kau tak bisa menyetir?”-tanya Mew

“bisa , ouh iya jika tuan ingin pulang silahkan saya ingin pergi ke suatu tempat”-ucap Gulf lalu masuk ketoko bunga

apakah dia membeli bunga untuk kekasihnya?baiklah kita lihat siapa yang dikerjai dan siapa yang ngerjain”-batin Mew

Setelah selesai membeli bunga Gulf masuk ke mobilnya dan masih melihat Mew duduk manis
“tuan tidak keluar?”-tanya Gulf

Mew menggeleng “bodygurd ku masih terjebak macet lebih baik saya ikut dengan mu”-jawab Mew

“tapi ini ketempat pribadiku”-Gulf

“tak perduli jika kau menolak akan ku pecat”-Mew, Gulf yang ,mendengar hanya mendengus kesal jika saja ia tak perlu membuktikan kepada pho nya jika dia mampu mandiri ia takan perduli dengan pecat pecatan , Gulf pun menyetel musik sedikit slow dan menjalankan mobilnya kerumah nyamannya

Sekitar beberapa menit Gulf berhenti disebuah TPU dan memarkirkan mobilnya diseberang

“tuan bisa tunggu disini saya hanya sebentar saja untuk berkunjung ke rumah”-ucap Gulf lalu pergi menyebrang dan berjalan ke tempat dimana disitu masih ada bunga yang belum layu , Gulf belum tau jika Mew mengkutinya
Gulf tersenyum kearah batu nisan yang tertulis nama Mae nya
Ia pun duduk ditepi kuburan itu

“Mae kau tau sebenernya mood ku hari ini naik turun”-adu Gulf yang masih diperhatikan oleh Mew

Mew binggung dengan situasinya

“dan yang paling membuat ku sedih Pho dan istri barunya akan memiliki anak ke 2,menurutnya itu kabar bagus tapi menurutku itu kabar buruk”-sambung Gulf

“dan Mae tau jika aku bekerja untuk menunjukan kepada pho kalau aku mandiri,hanya saja pho tetap memandangku anak kecil itu sangatlah meresahkan dan Mae tau lagi jika aku mendapat Bos yang sangat galak baru sehari ku bekerja dia sudah memberi ku tugas menumpuk dan-“- putus Gulf seakan dia merasakan ada yang menepuk bahunya

bersambung...

love you hppy or painful? (MG)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang