Eighttt

840 75 4
                                    

“karna itu tanggung jawab mu”-ucap Mew lalu mengelus kuburan Mae Gulf

“jangan kau sentuh makam Mae ku”-kesal Gulf

“tak masalah Mae mu mengijinkan aku mengelus nya”-Mew

“cih kembalilah ke mobil atau suruh bodygurd mu menjeputmu kau sangat mengangu disini”-ucap Gulf

“lihatlah tante anakmu ini sangat galak”-ucap Mew dan tersenyum kearah Gulf

Gulf yang melihat senyum Mew membuat jantungnya maraton ia pun menyeterilkan jantungnya dengan menarik nafas dalam lalu berdiri

“Mae Kana pulang dulu na besok kana akan mampir lagi”-ucap Gulf lalu menarik tangan Mew dan berjalan kearah mobil

“kau tak seharusnya mengikuti ku seperti ini tuan Mew”-kesal Gulf

“ku kira kau ingin bertemu kekasih mu jadi aku mengikuti mu”-Mew

“mau mu apa tua Mew jangan membuat ku kesal”-Gulf

“bertanggung jawab”-Mew

“untuk apa aku tak berbuat semonoh dengan mu”-elak Gulf

“kau kira aku bodoh yang mengempesi ban mobil ku itu kau Kana”-Mew

“jangan memanggil ku Kana itu hanya panggilan untuk Mae ku saja”-Gulf

“baiklah sebagai bukti tanggung jawab jadilah teman ku”-ucap Mew lalu tersenyum
Lagi dan lagi jantung Gulf berdebar sangat cepat membuatnya sedikit gugup

“aku tak mau”-ucap Gulf

“jika kau tak mau kembali ke kantor dan dorong mobil ku kebengkel”-Mew

“kau bisa memanggil tukang bengkel melalui telfon”-Gulf

“sayangnya aku tak mau”-

“lihat dimana sifat angkuh dan dinginnya seorang tuan Mew”-Gulf

“aku tak seperti yang kau pkirkan jadi terimalah untuk menjadi teman ku”-ucap Mew lalu masuk kemobil Gulf

“dasar bos keras kepala”-gerutu Gulf lalu masuk kemobilnya dan mengendarai mobilnya kearah apartemennya

Selama diperjalan Gulf hanya curi pandang melihat Mew yang sedang tertidur

“dia lebih baik tidur wajahnya tidak ada menyeramkan hahah”-monolog Gulf pelan sembari terkekeh pelan menghabiskan beberapa menit dijalan akhirnya Gulf memarkirkan mobilnya lalu membangunkan Mew

“tuan bangunlah”-ucap Gulf sembari mengoyangkan bahu Mew

Mew pun mengucek matanya dan terbangun

“aku dimana?”-Mew yang masih dalam keadaan setengah sadar

“gedung apartemen ku”-jawab Gulf lalu turun dari mobilnya

Disusul oleh Mew

“kenapa kau tak membawa ku pulang?”-tanya Mew

“aku tak tau rumahmu dan sekarang kau bisa pergi aku permisi”-ucap Gulf lalu memasuki lift

“tunggu”-ucap Mew sambil menahan pintu lift

“apa lagi tuan?”-jengah Gulf

“aku ikut denganmu”-Mew lalu masuk kedalam lift , Gulf hanya mendengus kesal lalu memencet nomor lantainya , didalam lift hanya mereka berdua yang diselimuti kecangungan Mew memandang Gulf dari samping tersenyum tipis melihat wajah manis Gulf

“tak ku sangka dia manis juga”-batin Mew lalu terkekeh

Lift berbunyi dan berhenti dilantai tujuan Gulf dan Mew , Gulf keluar diikuti oleh Mew lalu memasukinsalah satu  kamar apartemen

“masuklah”-ucap Gulf , Mew pun masuk dan duduk disofa yang tersedia

“kau tinggal sendiri?”-tanya Mew

“tidak aku tinggal berdua”-ucap Gulf lalu masuk kekamarnya

“kau tunggu aku ingin bersih bersih sebentar”-sambung Gulf lalu menutup pintu kamarnya
Mew memandangi sekitar ruangan dipojok ruangan terdapat bingkai foto kecil Gulf , Mew pun tersenyum dalam diam saat melihat wajah gulf saat masih kecil

“benar benar imut,lihatlah dia sangat mengemaskan dengan baju kodok”-monolog Mew pelan

“sedang apa kau”-tanya Gulf yang datang tiba tiba Mew PANIK GA?PANIK GA?Y PANIK LAH MASA ENGGA , Mew pun mengambil foto nya lalu menaruh bingkainya dimeja

“tak ada apa apa”-ucap Mew lalu kembali duduk disofa dengan wajah tenangnya, Gulf pun tak merasa curiga ia pun mengambil laptop dan ikut duduk disebelah Mew

“kenapa kau menatapku?’-tanya Gulf sambil mengotak ngatikan laptopnya

“tak ada”-jawab Mew

“ternyata kau tak sedingin yang aku kira”-Gulf
Mew terkekeh dan mengangkat bahunya acuh

“aku tak tau mengapa semua mengira aku dingin”

“entahlah menurut ku memang kau dingin”-ucap Gulf

“iyaiya aku dingin jadi?”-gantung Mew

“jadi apa?”-Gulf

“jadilah matahari yang bisa menghangatkan ku”-ucap Mew lalu tersenyum kearah Gulf , Gulf masih mencerna kata kata Mew seketika jantungnya berdetak lebih cepat dan rona merah keluar dari pipinya

“hahaha aku hanya bercanda tak usah dibawa serius”-gelak tawa Mew

Nyesek ?yaiyalah ibaratkan udah dibawa keawan tau taunya dilempar ketanah ,Gulf hanya tersenyum

“becanda mu lucu apakah aku boleh minta menjadi keseriusan?”-ucap Gulf lalu memalingkan wajahnya kearah laptop yang ia pegang

Mew tercengang “baiklah ku anggap serius”

“tak ada aku hanya bercanda tadi tak mungkin ku bawa serius”-ucap Gulf santai
Mew ternganga ternyata ia dibalas dengan ngombalannya sendiri sudahlah dia hanya elus dada dalam diam saja

Tingnong...Tingnong...

Tok..tok..

“sebentar aku ingin membukakan pintu”-ucap Gulf lalu berjalan membuka pintu

Ceklekk...

“ouh phi kau lembur aku merindukan mu”-rengek Gulf sembari memeluk Techno didepan Mew

“dih apa ini peluk pelukan”-batin Mew

“tidak tadi aku ada urusan sebentar , kenapa kau manja sekali bayi kecil”-ucap Techno sambil mengelus rambut Gulf

“dah siapa dia tumbem kau membawa seseorang kesini”-sambung Techno yang melihat Mew duduk

“dia bos ku , phi aku lapar”-manja Gulf

“aku bos apa nyamuk tolong siapa pun  berikan aku es batu kurasa mataku panas”-batin Mew kesal

“Ouh ayulah Mew kenapa kau terlihat kesal seperti itu apa jangan jangan kau menyukai Gulf?jangan jangan dia hanya sekretarismu lagipula dia sedang bersama kekasihnya didepan ku”-sambung batin Mew lalu tersenyum paksa  kearah Techno

“ouh perkenalkan aku Techno phi dari Gulf”-ucap Techno lalu tersenyum kearah Mew , Mew mendengar kata phi bersyukur ria dalam hatinya

“aku Mew”-Mew lalu membalas jabatan tangan Techno

bersambung...

aku jarang up tpi skli up berpart jd mian oke?
dan kalo gaje blng ya

love you hppy or painful? (MG)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang