"Dasar cewek brengsek!!! cewek keparat ! Kenapa harus elo?!! Kenapa gak gue?!!"
Gadis itu menyumpah serapah dengan ganas di dalam kamar nya sambil melihat sebuah foto perempuan yang sedang di pegang nya
"Cuihhh !!!" Ia meludahi foto itu "Lihat aja... kebahagiaan elo gak akan lama... BANGSATTT!!!!"
Dan ia pun menusuk-nusuk foto itu dengan pisau nya.
______
FAYA POV
Aku rasa aku mulai merasa aneh saat ini. Bayangan kak Dimas yang tersenyum padaku selalu saja hadir. Huhhh.... kenapa? Kenapa kakak satu itu begitu keren ada nya di mata ku?
"Kenapa lo Fay?"
Aku menoleh dan mendapati Felice duduk di samping ku. Ia bertanya, tapi wajah nya tetap saja datar.
Aku tersenyum pada Felice "Gue kayak nya jatuh cinta Lice" Ucapku
Ada jeda sebentar lalu Felice menatapku "Pasti kak Dimas ya?"
Aku tercenung sebentar, lalu rona merah muncul di pipi ku "Lo kok tau sihh?"
"Yaaa... gue tau aja" Ucap Felice pelan.
Kami berdua terdiam. Tiba-tiba, sebuah bola kaki menggelinding ke arah ku dan berhenti tepat di ujung sepatuku. Aku mengambil bola itu dan melihat kedepan. Saat itu juga jantung ku berpacu. Kak Dimas sedang berlari ke arah ku.
"Boleh minta bola nya?" Ucap nya saat menghampiriku
Aku mengangguk. Aku yakin ekspresi ku pasti sangat memalukan. Aku pun memberi bola itu pada nya.
Dan dia tersenyum lagi.
Dia sempat berbalik lalu kembali menghadapku. Saat itu juga, jantungku makin ga karuan karna dia menatapku
"Lo cewek yang ngasih formulir kemaren kan?" Tanya kak Dimas
"Aa...eee... iya kak... " Jawabku gugup. Dia mengulurkan tangan nya padaku.
"Belum kenalan. Nama lo siapa?"
Dengan harapan agar jantungku tak meledak aku menerima jabatan tangan nya "Faya kak"
"Ohh... kenalin gue..."
"Kak Dimas kan?" ucapku tanpa sadar. Dia terkekeh pelan
"Wahhh.. lo tau ya.. gue ke lapangan dulu ya. Bye"
"Bye"
Mama....!!!! Anak mu terbangg!!!
_____
Aku melangkah gontai menuju kamarku. Hari ini hari yang sangat melelahkan. Aku pun berencana untuk tidur seusai makan siang. Setelah ganti baju, aku pun turun ke bawah. Menemui papa dan mama yang sudah ada di meja makan. Saat hendak duduk, aku, papa, dan mama terkejut karna mendengar suara dentuman keras di pintu depan.
"Tolong lihat di depan ada apa Ya" Suruh Mama. Aku pun mengangguk dan pergi menuju pintu depan.
Aku membuka pintu dan melihat banyak bercak-bercak merah di teras rumah.itu adalah darah ! Aku hampir saja berteriak. Jantung ku mulai berdetak kencang. Sama saat aku bermimpi ketika mama dan papa di siksa dengan kejam. Mata ku menangkap sebuah benda di depan ku. Aku mengambil nya. dan itu adalah batu yang di bungkus dengan kertas. Aku mengambil kertas itu dan berteriak keras saat melihat tulisan di kertas itu. Tulisan dengan darah sebagai tinta nya. Tulisan dengan hal yang mebuat ku ketakutan setengah mati. Tulisan singkat namun dengan isi yang membuatku sangat ketakutan.
"MATI !!!! "
___________________TBC______________
GIMANA? Abal ya? Aneh ya? Hehehe..
Voment ya guys.. ,makasih buat yang udah baca
KAMU SEDANG MEMBACA
Kill You !
Mystère / Thriller"hanya dia yang boleh bahagia.. tak boleh ada yang lain nya... jika dirinya tak bahagia, maka., membunuh orang yang sedang bahagia adalah kebahagiaan bagi nya" Ini cerita genre thriller pertama saya... semoga kalian suka ☺
