03

223 41 6
                                        

Lagi, sky keluar dari kantor Dumbledore. Kupikir hanya Harry lah siswa yang suka ke kantor Dumbledore.

"Hei sky!" Panggil ku. Dia menoleh dan melihat ku sambil tersenyum.

 Dia menoleh dan melihat ku sambil tersenyum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku dan George berlari menghampiri nya. "Kau kenapa terus²an di kantor Dumbledore?" Tanya George curiga

"Aku ada urusan dengan nya jadi dia memanggil ku"

Aku memang berniat untuk berjumpa dengannya menanyakan ruangan dan lorong itu.

"Aku masih menanyakan tentang lorong itu sky, aku bisa mati penasaran karena itu!" Ucapku padanya.

Aku memohon-mohon sambil menggenggam tangan nya.

Dia menatap ku tersenyum lalu tertawa kecil. "Kau seperti anak kecil minta permen saja"

"Ehmm ku rasa aku harus menemui Harry untuk melihat apa dia bisa memakai petanya" ucap George sambil menahan senyumannya.

"Hei George!!" Teriakku saat saat George tiba-tiba melipir pergi.

"Bujuk saja sky, Freddie!"

"Sudah yaa, aku lapar sekali" ucap nya pergi.

Aku menahannya pergi, lalu menarik nya ke ruangan itu.

Aku menahannya pergi, lalu menarik nya ke ruangan itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Lihat ini! Pintunya berbeda sekali dengan pintu-pintu lain! Dan.... Ughh" aku mendorong pintu itu tapi keras sekali seakan pintu itu dikunci padahal tak ada lubang kunci atau pun gagang pintu.

"Bagaimana kau masuk kedalam? Ini mustahil!"

Dia menghela nafas, "oh masuknya mudah sekali! Kau hanya perlu tau apa yang seharusnya kau tau, yang diketahui juga tak sulit, seharusnya kau tau"

"Hah? Kau bicara apa? Kau berbicara seperti orang tua" aku sangat bingung dengan apa yang dia ucapkan. Apa yang seharusnya aku tau?

Dia tersenyum lalu berjalan cepat, aku tertinggal jauh "hei sky, tunggu!" Teriak ku.

Saat aku berbelok, sky tak ada di lorong itu, Padahal aku tidak tertinggal terlalu jauh.

"Kenapa mendadak jadi panas" batin ku.

Aku memutuskan untuk kembali ke asrama dengan pertanyaan besar berada dikepala.

George, Harry, ron, Hermione kutemukan duduk di perapian. Aku ikut duduk disamping George. "Bagaimana?" Tanya George menahan senyum nya.

"Dia aneh, oke tidak tapi sangaaaaat aneh!" Ucapku.

"Kenapa?" Tanya ron

"Saat aku bertanya tentang ruangan apa itu dia menjawab, oh masuknya mudah sekali! Kau hanya perlu tau apa yang seharusnya kau tau, yang diketahui juga tak sulit, seharusnya kau tau"

"Dia berkata seperti orang tua, aneh" ucap ron

"Lalu dia meninggalkan ku dan ku coba untuk mengejarnya, tapi pada saat di belokan lorong tiba-tiba dia sudah menghilang, apakah dia menguasai apparate?"

"Tidak mungkin!" Sanggah Hermione.
"Pertama, kalian masih tahun ke-lima dan belum cukup umur! Apparate diajarkan tahun ke enam. Dan yang kedua, Dumbledore memantrai sekolah dengan mantra anti aparition"

Kami terdiam dan berfikir misteri apa yang disimpan oleh sky.

"But anyways, maafkan kami harry kami akan bawakan beberapa coklat dari honeydukes" kata Hermione

"Kenapa?" Tanya ku.
"Paman ku tak menandatangani surat izin untuk ke hogsmead" ucap Harry dengan raut kesedihan.

💥

Saat George sudah tidur, aku pergi keluar menuju menara astronomi. Karena aku memikirkan ucapan sky tentang ruangan itu.

Aku berfikir sambil menikmati angin malam ditemani dengan suara lolongan serigala dan pemandangan Dementor di atas langit, ah aku tak mengindahkan peringatan tentang tak boleh keluar karena sirius black tengah berkeliaran.

"Kau tak kedinginan di situ?" Aku menoleh kebelakang.

Dia mendekat dan memberiku selimut dengan warna merah gryffindor.

"Kenapa kau kesini sky?" Tanya ku. Sky duduk disamping ku, "tak ada, aku selalu kesini jika sedang ingin"
"Pemandangan disini tak lagi menyenangkan yaa, Dementor membuat semuanya menjadi tidak bahagia" lanjut nya.

"Mmm yaa, sejujurnya mereka sangat menggangu. Kau tak takut tertangkap? Kau tau kan kita dilarang keluar lewat jam 7 malam?" Tanya ku.

"Tidak, mereka sudah patroli sejam yang lalu"

Entah sejak kapan aku tertarik dengan mata dan senyuman nya, dia memang bukan tipe ku Tapi mata dan senyuman nya seolah tak bisa ku lewatkan begitu saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Entah sejak kapan aku tertarik dengan mata dan senyuman nya, dia memang bukan tipe ku Tapi mata dan senyuman nya seolah tak bisa ku lewatkan begitu saja.

Apa aku suka padanya karena dia lebih hangat dari sebelumnya? Ku rasa tidak, kurasa aku hanya penasaran saja padanya bukan perasaan suka.

"Kau ini kan dari ravenclaw, kenapa sweater mu merah gryffindor Seperti ini?" Tanya ku.

"Ah itu untuk mendukung pertandingan Quidditch kalian, aku mendukung mu Semangat!" Katanya sambil mengepalkan tangannya dan tersenyum lebar.

Terasa ada sengatan didalam hati ku saat dia mengucapkan mendukung ku, senyuman lebar nya juga sangat manis. Dan tanpa sadar aku mengucapkan "cantik" secara samar padanya.

"Maaf?"

"Ah tidak, kau tidak dingin? Seharusnya kau yang memakai sweater ini" kata ku saat melihat dia hanya menggunakan kaos.

"Tidak, aku tak pernah merasa kedinginan" dia menempelkan tangannya ke kedua pipiku, benar tangannya hangat.

Kami bercerita semalam suntuk, dia tertawa mendengar cerita ku. Angin malam dingin seolah pergi, lolongan serigala ku rasa tak terdengar lagi.

"Oh my God, sudah akan pagi. Ayo kembali ke asrama" kata nya.

"Iyaa, sampai jumpa nanti!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 17, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

trouble maker falling in loveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang