3 Rules: Chapter 03

49 9 3
                                    

"Mencari sesuatu, Dr. Hallen?". Tanya seseorang yang melihat Hallen sedang kebingungan

Hallen yang mendengar itu langsung membulatkan matanya dan berbalik badan, "Hmn.. Tidak! Tapi sebenarnya yah". Ucap Hallen, "Mencari siapa?".

"Kau lihat John dan Lemar disekitar sini, mungkin? Karna aku yakin mereka tadi ada disini". Tanya Hallen, "Oh, mereka baru saja berangkat pergi ke Riga".

"Riga?"

"Kemana dia?" Tanya Bucky

"Kabur". Bucky mengusap wajahnya kasar, "Sudah kubilang membantu orang yang tidak sepatutnya dibantu itu adalah hal terburuk!". Ucap Bucky kesal,

"Yah kau benar tapi tidak ada gunanya kita saling menyalahkan satu sama lain, kita cari dia sebelum orang Wakanda itu meminta kembali tanganmu itu!". Sam berlari meninggalkan Bucky

Bucky menatap Sam yang sedang berlari sambil memiringkan kepalanya

"CEPAT BUCKY!" Teriak Sam

Setelah berputar putar mencari Zemo dengan hasil yang nihil, Sam dan Bucky pun memutuskan untuk beristirahat sejenak, "Sial! Lalu sekarang bagaimana?" Tanya Sam

Bucky hanya mengangkat bahunya sambil melirik sekitar yang dipandang datar oleh Sam, "Ada yang bisa kubantu, Tuan?"

Serentak kedua pria itu langsung membalikkan badan dan mendapatkan sosok seorang wanita yaitu

Hallen

Sam dan Bucky terdiam sejenak

"Oh bukankah kita sudah sepakat untuk melanjutkan konsultasi itu dua minggu lagi?". Kata Bucky sambil naikan satu alisnya

"Aku tidak bilang kalau aku mau mengajakmu untuk berkonsultasi disini, Mr. Barnes". Jawab Hallen, "Lagipula... Aku tidak berbicara denganmu melainkan dengan rekanmu yang satu ini". Lanjutnya sambil menatap Sam

"Sedang mencari sesuatu, Tuan?"

Sam terdiam sejenak, "Tidak"

"Sungguh? Kukira kalian sedang mencari seorang buronan dunia yang kabur". Ucap Hallen sambil naikan alisnya, Sam dan Bucky kembali terdiam

"Kalau begitu aku permisi"

"Tunggu!"

Hallen menghentikan langkahnya dan membalik badan, "Kau tahu sesuatu tentang buronan itu?". Tanya Sam

"Buronan mana? Kau bertanya tentang buronan buronan yang ada didunia ini, jelas aku tidak tahu. Tapi kalau bertanya tentang Baron Zemo..... Aku tahu tentang dia". Ucap Hallen

Sam dan Bucky saling bertukar pandang

"Apa kau yakin ingin melakukan ini?" Tanya seseorang

"Yah tentu saja, kenapa kau menanyakan hal itu?", Jawab seorang wanita yang tak lain itu adalah

Sharon

"Kau mempercayainya? Tidakkah kau lupa apa yang terjadi terakhir kali saat kau mempercayai seseorang?" Sharon menaikan alisnya lalu berkata,  "Well, aku percaya dengan apa yang kulakukan sekarang adalah kebenaran"

"Kau yakin?" Tanya orang itu memastikan sekali lagi, bahwa apa yang dilakukan Sharon tidak merugikan untuknya

"Sangat! Yah... Setidaknya aku percaya bahwa ini akan mengembalikan apa yang sudah terrenggut dariku dan... Merugikan diriku" Jawab Sharon sambil tersenyum tipis

"Aku harap kau tidak salah mengambil langkah"

"Tidak, percayakan saja padaku" Ucap Sharon sambil meneguk minumannya, "Sekarang aku punya pekerjaan yang cocok untukmu" Lanjutnya sambil melemparkan ponsel pada pria itu

"Goodluck!" Ucap Sharon melenggang pergi meninggalkan lawan bicaranya.

"Kau yakin dia ada disini?" Tanya Sam

"Tidak" Hallen menggelengkan kepalanya, Bucky menghela napas kasar. "Lalu untuk apa kita kemari?"

"Kau tahu? Terkadang mengunjungi bar terdekat itu ada gunanya, karna disana terdapat banyak Informasi yang belum tentu kalian ketahui" Jelas Hallen,

"Lalu, bagaimana kau bisa yakin jika kita akan mendapatkan informasi tentang Zemo dengan cara pergi ke bar ini?" Tanya Bucky, "Zemo bukan atlet lari atau bahkan pelari yang baik–"

"Tapi setidaknya dia bisa melakukan hal bernama 'pelarian'" Ucap Sam sambil menatap Hallen

"Tapi pada kenyataannya dia masih belum bisa berlari untuk melupakan masa lalunya" Ucap Hallen

Bucky terdiam sejenak mencerna ucapan Hallen

"Oh ayolah! Ria tidak bisa berlari sejauh mungkin tanpa beristirahat dikota sebesar ini!" Tambah Hallen

"Kau membicarakannya, seakan akan kau punya hubungan darah dengannya" Ucap Bucky

"Dan kalian memperlakukanku seakan akan aku berada dilawan pihak kalian!" Hallen menatap intens kedua pria didepannya lalu pandangannya teralihkan dengan sesuatu yang berada dibelakang Bucky dan Sam

"Dengar, Doc–" Hallen memotong ucapan Bucky "Tidak, kau yang dengarkan aku!" Hallen mengacungkan jari telunjuknya didepan muka Bucky

"Dan jangan panggil aku dengan sebutan 'Doctor' karna ini diluar jam kerjaku! Dan tambahannya...." Hallen mendekatkan bibirnya pada telinga Bucky, lalu berbisik "Aku melihat sesuatu dibelakangmu"

______________________________________
Finally, gue bisa up book ini😭😭

3 RulesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang