Haii
Aku bener bener minta maaf buat yg nunggu IML update karna di rl aku lagi susah buat atur waktu, tapi aku usahain buat up sebanyak yg aku bisa aku juga harap kalian vote cerita ini biar akunya gak mager whwahhahaha
Ih apa bgt ekek
Langsung sja, eh di vote dulu kawand
•••
" Puas lo bikin gue di skors, lo mau gue aduin appa kalo lo punya temen " ucap Yeri setelah menarik Lisa masuk
Cukup Lisa muak
" Oh iya?? Ga peduli, gue gak peduli apapun yang lo omongin, pergi sana lo, ga guna banget ya hidup lo cuma bisa manfaatin kekayaan appa haha " ucap Lisa sinis
" Oh udh berani lo sama gue? " Lisa hanya acuh berusaha ke kamar nya namun tangan nya dicekal dan segera ditarik untuk ke kamar mandi
" Lisa " suara bariton memenuhi mansion yang lumayan besar, bahkan Yeri dan Lisa tersentak mendengarnya, Lisa yang sedari tadi meremat ponsel serta meng-klik asal karna takut, bahkan bisa menimbulkan warna kemerahan di telapak tangannya
Yeri dan So yi tersenyum kemenangan melihat wajah mengeras milik appanya yang bisa disimpulkan kalau Seojoon sedang menahan amarah yang bisa meledak kapan saja
" Lagi lagi dan lagi nilai kamu bukan yang utama, apa susah nya sih jadi yang pertama, susah sekali kah menjadi yang terdepan, saya menghidupi kamu, kamu harus bisa nurut sama saya, APA SAYA HARUS MEMBUNUH SAINGAN KAMU? HAH?!! " bentakan Seojoon mampu membuat tubuh Lisa bergetar dan ancaman Seojoon mampu membuat Lisa gelisah
" Dan sekarang kamu buat Yeri di skors, KAMU GILAA!! JANGAN KARNA KAMU SAYA KASIH MANSION, MOBIL, KAMU BISA SEENAKNYA! " oh tuhan Lisa hanya bisa bungkam mendengar perkataan appanya
" Bahkan dibanding kamu Yeri lebih pintar lebih cantik, lihat dirimu sendiri Lisa, menjijikan" lanjut seojoon, banyak luka yang ada di tubuhnya yang bisa saja menghilang, tapi bagaimana bisa menghilang ketika ada luka yang menumpuk kembali
Seojoon melirik So yi yang berada di sisinya, So yi yang mengerti langsung mengerlingkan matanya pada Yeri yang sedang menyeringai, dengan cepat So yi berjalan mendekat ke Lisa lalu menampar pipi Lisa bergantian, bahkan sampai ujung bibir nya terluka, mata Lisa ber air, kapan dirinya merasakan kebahagiaan? Kapan?
Hal yang biasanya terjadi kembali terjadi hari ini, kejadian yang sedari kecil sudah dirasakan kembali dirasakannya, dihukum. Merasa dunia tidak adil, ya, Lisa merasa jika kebahagiaan tidak gratis, setelah memberikan kebahagiaan takdir kembali memberi luka, memberi awan hitam yang siap meluncurkan tetes demi tetesan yang dapat menyamarkan air matanya saat ini
Baru dia bahagia mendapat sahabat yang tulus, serta kasih sayang yang selama ini ia dambakan, namun kembali dengan pemikirannya bahwa kebahagiaan tidak gratis.
Keadaan Lisa sekarang sedang meringkuk dengan tubuh yang dibalutin selimut tebal yang bahkan tidak dapat menghangatkan dirinya sepenuhnya
Klek~
" Non ini diminum dulu obat nya " ucap Bi Yura setelah menaruh piring yang tadi Lisa pakai untuk makan
Lisa segera mendudukan dirinya seraya menekuk wajahnya, Lisa memang benci minum obat, katanya rasanya pahit, sifat kekanakan Lisa terlihat jika sedang bersama Bi Yura manja, manis, perhatian, itu yang dapat Bi Yura rasakan pada diri Lisa
" Aaaa bibii Lisa ga mauuu " rengek Lisa dengan mata yang berkaca kaca, se ga suka itu lisa? Ya
" Sst cepet non " Lisa semakin menekuk wajahnya
KAMU SEDANG MEMBACA
It's Me, Lisa
Fanfiction"appo.. hiks.. " "LIHAT SAUDARA TIRI MU, DIA PINTAR, BERBAKAT, TIDAK SEPERTIMU, YANG TAK BERGUNA" "bi yura sakitth... shh" Park Lalisa di tuntut ayahnya menjadi nomor 1, menjadi lebih sempurna dari yang sempurna Memiliki ibu dan saudara tiri yang ti...
