7. Obsession

715 146 26
                                        

🌻 Bagian Tujuh - Obsesi 🌻


Empat pria dewasa bersama dengan seorang gadis muda tengah berkumpul di ruang tengah. Lima pasang mata itu menatap seorang bayi yang terbaring di atas meja.

"Wajahnya benar-benar terlihat seperti copyan Bang Chanyeol." Sehun bergumam kecil.

"Dan tubuhnya ... umm, seperti ..." Kai menggantung kalimatnya kemudian melirik ke arah Kyungsoo.

"Seperti apa?" Kyungsoo memicingkan mata. Kedua tangannya sudah mengepal erat seakan siap melayangkan pukulan pada pria berkulit sawo matang itu kapan saja.

"S-seperti ... Angry Bird? ahahahaha."

Kai menelan ludah. Setelah mengetahui bahwa Kyungsoo sebenarnya merupakan salah satu pemegang sabuk hitam karate nyalinya mendadak ciut dan tak berani macam-macam dengan gadis belia berwajah imut tersebut.

"Park Chanyeol." Suara Dean menginterupsi. Chanyeol yang posisinya berada di samping Kyungsoo tampak masih betah dengan keterdiamannya.

"Kau tahu dampak yang telah kau berikan setelah skandalmu ini terkuak? Dan apa maksud kehadiran seorang bayi dan juga gadis ini di rumahmu? Apa kau sudah kehilangan akal?"

Dean melempar beberapa lembar foto tepat ke arah wajah Chanyeol. Kesabaran pria itu sudah di ambang batas sehingga ia tak bisa mengendalikan emosi yang menggebu-gebu.

"Aduh sumpah ya, Pak. Kenapa diam saja? Cepat jawab!" Kyungsoo yang merasa gemas hanya bisa menekan Chanyeol agar pria itu segera menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

"Kau diam saja, Anak Kecil!" Dean memperingatkan. Matanya menatap tajam ke arah Kyungsoo.

Sepasang mata Kyungsoo melotot, "Apa lo bilang? Gue anak kecil? Heh denger baik-baik ya, Berengsek, walaupun badan gue kecil tapi gue bisa bikin lo tumbang dalam satu kali serang!"

Merasa tidak terima atas perkataan yang Dean layangkan kepadanya, Kyungsoo bangkit dari tempat duduknya dan beranjak mendekati Dean.

"Maju lo sini kalau berani!" tantang Kyungsoo pada Dean.

Dean mendecih. "Kau benar-benar tidak mengetahui siapa orang yang sedang kau tantang, Pendek?"

Wajah Kyungsoo memerah menahan amarah. Gadis itu nyaris menyerang Dean yang masih bergeming di tempat sebelum Chanyeol bergerak menarik tangannya.

"Duduk. Aku ingin bicara," kata Chanyeol datar. Pandangannya bersiborok dengan sepasang mata bulat nan jernih milik Kyungsoo.

"Tapi ..."

"Kumohon, Kyungsoo." Ekspresi Chanyeol melembut. Embusan nafas kasar keluar dari mulut Kyungsoo.

"Urusan kita belum selesai, Dean!" kata Kyungsoo sebelum ia membawa Yuan keluar meninggalkan empat pria dewasa di ruang utama.

"Pacar lo galak amat, Bang. Kaya lagi PMS." Kai mulai berani berkomentar setelah memastikan Kyungsoo benar-benar jauh dari jangkauan.

"Diem, Goblok! ini bukan waktunya membahas perempuan," bisik Sehun sembari menyikut perut Kai.

"Anying, sakit!"

Suara dehaman Chanyeol yang nyaring membuat Kai dan Sehun menyudahi percakapan.

"Aku... akan menjelaskan semuanya," ujar Chanyeol setelah beberapa menit terdiam. "Tentang skandal itu, sebenarnya..." Pandangan Chanyeol tertuju pada Dean. "Benar. Skandal itu memang benar. Aku dan Kyungsoo memang berkencan."

Jawaban dari mulut Chanyeol sontak membuat tiga pria itu terkejut, terutama Dean.

"B-bagaimana mungkin, lo sama ... cewek itu?" Sehun memandang horror. Nada suaranya sungguh menyuarakan kebingungan, ditambah lagi dengan ekspresi wajah yang memperlihatkan kening yang berkerut.

Mr. SweetenestTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang