🌻 Bagian Tujuh Belas - Keputusan 🌻
"Ngomong-ngomong bapak pulang sendiri? Yuan di mana?"
Pelukan mereka seketika terurai, Chanyeol memasang wajah blank selama beberapa saat sebelum akhirnya pekikan kaget terlontar dari mulutnya. Kyungsoo yang melihat Chanyeol panik hanya bisa membuang napas kasar.
"Gimana sih, Pak. Ini sudah hampir jam tujuh malam dan tidak ada day care yang beroperasi melebihi batas waktu yang ditentukan. Kalau terjadi sesuatu dengan Yuan bagaimana?" Kyungsoo mulai mengomel.
"Baiklah, aku akan menjem-"
Belum sempat Chanyeol menyelesaikan kalimatnya, suara bel rumahnya tiba-tiba berbunyi. Tanpa pikir panjang Chanyeol segera berlari ke arah pintu dan ... tada!
Ternyata Yuan datang bersama dengan Luhan.
"Hai, Nak Chanyeol. Lupa menjemput Yuan, huh?"
Suara yang sangat lembut itu terdengar sangat tak bersahabat di telinga Chanyeol. Bulu kuduknya mendadak meremang kala ia melakukan kontak mata dengan wanita paruh baya yang berstatus sebagai ibu kandung Kyungsoo.
"Pak Chanyeol, siapa yang da- MAMI?"
Kyungsoo hampir terjerembab ke belakang karena keterkejutannya sendiri. Tubuh mungil itu nyaris mencium lantai apabila Chanyeol tidak segera mengaitkan tangannya di pinggang Kyungsoo.
"Woho! Tangkapan yang bagus, Anak Muda," seru Kris yang baru saja datang menyusul sang istri.
Sepasang mata pria tua -namun tidak terlihat tua- itu berbinar bahagia ketika melihat potongan adegan drama romantis yang dilakonkan oleh Chanyeol dan juga putri kandungnya.
"Heh! Lepasin anak gue gak, Telinga Lebar! Ngapain lo tatap-tatapan sama Kyungsoo? mau cari kesempatan buat cium bibirnya, hah?"
Luhan mulai mengeluarkan taringnya ketika melihat putri kesayangannya itu tengah berada dalam posisi bahaya. Bagaimana tidak? Jarak tubuh serta wajah Kyungsoo dengan Chanyeol sangatlah dekat. Dan di mata Luhan, Chanyeol terlihat seperti sedang menahan diri untuk tidak melumat habis bibir Kyungsoo.
Dasar calon mantu kurang ajar! batin Luhan kesal setengah mampus.
Chanyeol mengerjap. Ia pun melepaskan Kyungsoo dan kemudian membenarkan posisi berdirinya. Jantung keduanya masih sama-sama berdegup kencang.
"M-mami, kok bisa ... Yuan? Y-YUAN? KOK YUAN BISA SAMA KALIAN?"
Luhan memutar bola mata malas. Reaksi yang di berikan Kyungsoo sangatlah lebay sehingga ia tak bisa menahan diri untuk tidak menjitak kepala anak bungsunya yang sangat menggemaskan itu.
"Aduh, Mami! Adek salah apa sih sampai dijitak segala?" Kyungsoo misuh-misuh sembari mengelus keningnya yang terasa berdenyut.
"Gak sopan ngobrol di depan pintu, terlebih saat hari sudah menjelang malam. Apa kau tidak berniat mempersilahkan kami masuk, Pak Guru Chanyeol?" sindir Luhan kalem.
Kalem kalem menusuq pake q.
"Ah, s-silahkan masuk, Tan-"
Luhan melotot. "Aku bukan tantemu apalagi setan!"
"Maksud saya Nyonya Do-"
Luhan semakin melotot. "Margaku Xi bukan Do!"
"E-eh, iya ... maaf. Maksud saya-"
"Sudahlah! Ayo masuk. Kau pikir tubuh anakmu yang gembul ini tidak berat apa?" kata Luhan galak sambil berlalu melewati Chanyeol dan Kyungsoo yang masih bergeming di depan pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Sweetenest
Fanfiction[BAHASA | COMPLETED] Here's the secret to being happy. A Chansoo Fanfiction (Alternate Universe ─ GENDERSWITCH) snflwexdejane © 2021 Highest rank : #1 in chansoo [22/05/05]
