🌻 p r e q u e l 🌻
Kesialan selalu menimpa Kyungsoo. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, sudah mendapat peringatan dari sekolah dan sekarang malah disuruh ngebabu sama Papi Kris.
Diam-diam Kyungsoo meratapi nasibnya yang kurang beruntung, bahkan sesekali ia mengutuk Papi Kris karena sudah menjadikannya sebagai petugas kebersihan di restoran mami selama 24 jam, tanpa di gaji. Namun, dengan cepat Kyungsoo segera meralat sumpah serapahnya dan meminta ampun kepada Tuhan. Ia tidak ingin kesialannya semakin bertambah dan membuatnya susah.
Embusan napas kasar keluar dari mulut Kyungsoo. Ingin rasanya ia membanting ember dan menyiramkan air bekas pel tersebut pada Baekhyun yang saat ini sedang cekikikan sembari mengabadikan momen memalukan Kyungsoo di ponsel, akan tetapi niat busuknya itu hanya bisa ia pendam sebab saat ini Papi Kris sedang memperhatikannya dengan kondisi tangan yang menyilang di depan dada. Jangan lupakan tatapan bak sinar lasernya yang semakin menambah kesan menyeramkan. Meski begitu, Kyungsoo sama sekali tidak merasa takut. Karena menurutnya hal yang paling menyeramkan di dunia ini adalah amukan Mami Luhan yang tiada tandingannya.
Berbicara soal Mami Luhan, sampai saat ini Kyungsoo belum melihat batang hidung sang ibu, padahal sudah seharian Kyungsoo bekerja tapi sosok Mami Luhan tak kunjung datang. Karena setidaknya, Mami Luhan masih dapat dibujuk oleh tatapan memelas sehingga beban pekerjaan Kyungsoo bisa sedikit berkurang. Tidak seperti Papi Kris yang memiliki jiwa penjajah yang sudah mendarah daging.
"Kyungsoo!"
Nah, panjang umur. Mungkin ini yang dinamakan pucuk dicinta ulam pun tiba.
"Mamiiiiii~"
Seakan mendapat cahaya dari surga, Kyungsoo segera berlari dan hendak memeluk tubuh Mami Luhan. Tapi sayang seribu sayang, sepertinya alam semesta tidak pernah sejalan dengan Kyungsoo.
"Anying!"
Kyungsoo meringis ketika wajahnya mencium lantai yang masih basah karena habis di pel.
"Hahahahahaha sukurin!"
Tawa Baekhyun meledak melihat Kyungsoo jatuh tersungkur dengan sangat tidak estetik. Sedangkan Papi Kris hanya terkekeh puas melihat anaknya yang menderita.
"Bangsat! Gak usah ketawa lo!"
Kyungsoo memaki kesal setengah mampus. Dengan susah payah ia berusaha bangkit dari keterpurukannya.
"Kamu tidak apa-apa?"
Sebuah telapak tangan berukuran besar tiba-tiba terulur di depan wajah Kyungsoo. Sepertinya pemilik tangan tersebut adalah seorang pria. Karena rasanya tidak mungkin tangan Mami Luhan berubah menjadi semacho ini.
"Makasih," ucap Kyungsoo datar.
Kyungsoo menyambut uluran tangan tersebut. Dan pada saat kepalanya mendongak, matanya yang bulat langsung bersiborok dengan sepasang manik gelap segelap langit malam.
Sesaat pandangan Kyungsoo terpaku pada wujud seorang pria bertubuh jangkung berparas tampan.
"Nah, kebetulan sekali kau masih belum pulang. Mami ingin mengenalkan Chanyeol kepadamu," ungkap mami Luhan antusias.
Sial! Darimana munculnya efek bunga-bunga bermekaran yang membingkai tubuh pria jangkung itu? Membuat sakit mata saja!
"Nak Chanyeol, ini Kyungsoo, anak tante yang selalu diceritakan itu loh. Dan Kyungsoo, ini adalah Park Chanyeol, guru privatmu yang baru. Mulai saat ini Chanyeol akan membantu dan membimbingmu dalam hal belajar. Bagaimana, kau suka, 'kan?"
Mata Kyungsoo mengerjap selama dua kali. Pria bernama Park Chanyeol itu tampak tersenyum malu-malu sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Dia? Guru privatku?" Tanya Kyungsoo seraya menunjuk wajah Chanyeol dengan jari telunjuknya.
"Iya, mulai saat ini kau harus menambah jam belajarmu supaya kau tidak terus-terusan mendapatkan nilai di bawah KKM. Sumpah, papi itu sudah sangat bosan mendengar keluhan para guru tentang nilaimu yang terus anjlok," jawab Papi Kris, sedikit mendramatisir.
Wajah Kyungsoo berubah masam. Kekesalannya semakin bertambah saat mendengar tawa nista Baekhyun dari arah belakang.
"Mulai besok, setiap pergerakanmu akan selalu diawasi oleh bodyguard. Kau tidak bisa berbuat hal yang macam-macam lagi di belakang papi dan mami. Setiap kau kabur, papi akan selalu menemukanmu. Dan mulai besok juga, setiap sepulang sekolah kau harus belajar dengan Chanyeol. Tidak ada penolakan karena perintah papi adalah mutlak!"
Kyungsoo menggigit bibir bawah, sepasang matanya yang bulat nan indah tampak bercakaca-kaca.
"Andwaeeeeeeeeeeee!"
Dan setelah itu, Kyungsoo pingsan.
Mr. Sweetenest
Extra Chapter : Prequel
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Sweetenest
Fanfiction[BAHASA | COMPLETED] Here's the secret to being happy. A Chansoo Fanfiction (Alternate Universe ─ GENDERSWITCH) snflwexdejane © 2021 Highest rank : #1 in chansoo [22/05/05]
