Rain perlahan melangkahkan kakinya mengikut bu Ayu yang akan mengisi mata pelajaran biologi di kelas barunya itu,Rain sangat nervouse hingga ia hanya bisa menggigit bibir bagian bawah dengan takut.
"mari perkenalkan nama kamu."
Rain sangat tak menyangka,bagaimana bisa ia akan satu kelas dengan cowok menyebalkan tadi pagi?rasanya Rain ingin langsung pindah ke kelas berikutnya agar tidak bertemu wajah menyebalkan Rey setiap hari.
"perkenalkan nama saya Raina earlyna anatasya,semoga bisa berteman dengan baik," Rain masih tersenyum kaku ketika menatap seluruh siswa yang ada di kelas itu,apalagi ia harus satu kelas dengan cowok yang belum sempat berkenalan dengannya.
"silahkan duduk,kamu bisa memilih tempat dudukmu sendiri." ucap bu Ayu tersenyum seraya menatap Rain,lalu mempersilahkan Rain untuk berlalu dari hadapannya dan duduk untuk mengikuti pelajaran yang
Ia isi.Ada dua pilihan yang harus Rain pilih,pertama ia harus duduk dengan cowok sombong dan angkuh,dan pilihan kedua ia harus duduk dengan orang yang ia sendiri tak mengenalnya,lalu Rain harus milih yang mana?
Rain memutuskan untuk melangkahkan kakinya dengan tenang menatap kursi bagian sebelah kanan yang hanya di tempati seorang cewek berwajah manis dan memiliki pita kupu-kupu di rambutnya,cewek itu tersenyum ketika sadar tatapan Rain terus ke arahnya,ia menyadari murid baru itu akan duduk dengannya.
"boleh duduk di sini?."
"e-boleh,silahkan."
"makasih."
Rain duduk dengan tenang seraya mendengarkan penjelasan bu Ayu tentang biologi.
Tak lama bel istirahat berbunyi,mendadak kelas riuh membicarakan masalah makanan yang akan ia beli di kantin sekolah nanti,tatapan mereka sangat tak sabar ketika melihat kelas sebelah sudah keluar untuk mengisi kantin sekolah.
"ada yang di tanyakan?." bu Ayu bertanya seraya menatap seisi kelasnya.
"nggak ada bu!." Rey refleks menjawab,satu kelas menatapnya,Rey hanya takut siswa pintar yang menyebalkan akan bertanya ke ibu Ayu,dengan begitu celakalah jam istirahat mereka yang terpotong.
"baiklah,silahkan gunakan waktu istirahatnya dengan baik." bu Ayu keluar meninggalkan kelas itu,sementara siswa lainnya berlarian ke arah kantin sekolah yang ada di lantai utama,dan Rain hanya duduk dengan nyaman di kelasnya.
Ada dua faktor yang menyebabkan Rain tidak ikut ke kantin,pertama ia tidak kenal dengan teman sekelasnya,dan kedua ia tidak tahu dimana letak kantin sekolah,Rain takut tersesat karena sekolah itu sangat besar.
"lo nggak ikut ke kantin?." ucap Mel seraya merapihkan buku tulis miliknya yang berserakan di meja belajar.
"e-enggak,."
"kenapa,nggak punya teman?." Mel mengernyitkan dahinya.
"iya,selain itu gue juga nggak tau dimana kantin sekolah."
"oh,yaudah ikut gue aja,jangan sungkan,anggap saja gue sahabat lo?." Mel tersenyum,berharap Rain mau ikut kekantin bersamanya.
"yaudah deh,ayok." Rain berdiri dari kursi belajarnya,merapihkan pakaiannya untuk bersiap keluar kelas.
"oh iya,gue Mel nadia.panggil aja gue Mel." ucap Mel menyodorkan tangannya.
"gue Raina aerlyna anatasya." Rain menjabat tangan Mel,lalu melanjutkan langkahannya ke kantin sekolah,orang-orang menatap Rain dengan bingung,tentu saja,mereka tidak pernah melihat Rain sebelumnya,membuat mereka kebingungan melihat Rain hingga cewek itu sampai di kantin sekolah.
"lo mau pesan makanan apa?." ucap Mel yang bersiap untuk memesan makanan yang di jual di kantin
Itu."samain aja pesanannya sama apa yang lo pesan," sahut Rain,Mel menurut lalu berjalan ke tempat pemesanan makanan,setelah itu Mel kembali ketempat duduknya untuk berbincang dengan Rain.
Sementara Rain hanya diam seraya menatap orang-orang yang sedang duduk di kantin sekolah itu,tatapannya penuh tanda tanya,mana cowok itu?Rain bertanya dalam hati,ya,cowok pagi tadi tak ada di kantin sekolah itu,kemana dia?
Tiba-tiba saja semua siswa refleks mengalihkan pandangannya setelah mendengar hentakan kaki seseorang,siapa dia?
------------*
Jangan lupa vote+komentar,terimakasih semuanya!!

KAMU SEDANG MEMBACA
SEPERTI HUJAN DI HATIMU
RomansaSaat ini aku masih menunggu kehadiranmu,senyummu,dan suaramu menyapaku,walaupun aku tahu itu semua tak akan terjadi sampai kapanpun Ternyata menunggu hanya membuat hidupku berharap lebih,kali ini tidak seperti aku menunggu hujan datang di saat langi...