Oikawa berlari seperti orang yang dikejar kejar hantu. Saat ini tujuannya adalah rumah kepala desa.
Sesampainya di rumah kepala desa, Oikawa langsung masuk tanpa permisi terlebih dahulu. Dan ia juga langsung melesat menuju ke ruang kerja si kepala desa.
"Kepala desa!! " Ucapnya.
"Bisakah kau memasuki rumah ku dengan permisi!, mana sopan santun mu sebagai warga!? " Ucap sikepala desa, Ukai.
"Hehehe maaf. Tapi saya kesini ingin memberitahu berita yang sangat sangat penting! "
"Apa itu? " Tanya Ukai sedikit ketus.
"Tadi saat saya hendak ke kota, diperjalanan saya melihat serigala kembar itu keluar dari hutan. Dan saat kembali saya juga melihat mereka lagi, apalagi tadi serigala itu menerkam domba milik warga. Saya hanya takut jika serigala itu mulai memasuki desa dan menerkam warga!, sebaiknya kita melakukan sesuatu! " Jelas Oikawa panjang.
"Begitu ya...." Ucap ukai yang tampak berpikir sambil memegang dagunya.
"Apa kau tak berbohong? " Tanya nya penuh selidik.
"Jika saya berbohong, saya tak akan lancang memasuki rumah anda seperti tadi!. Pasti saya akan mengucapkan salam atau sekurang-kurangnya saya mengucapkan permisi" Jawab Oikawa dengan raut wajah yang seolah olah dibuat tidak berbohong.
"Hahhh, sepertinya kita memang harus melakukan sesuatu!. Terimakasih untuk berita mu Oikawa!, kau boleh pulang. Kita akan pergi ke hutan dengan warga desa untuk membunuh serigala itu. Kau juga harus ikut. Dan tolong beritahu keluarga mu untuk tidak keluar dari rumah sehari besok! " Ucap ukai dengan nada serius.
"Baiklah, terimakasih kepala desa! " Setelah mengucapkan itu Oikawa keluar dari kediaman kepala desa dengan raut wajah puas.
"Kalian akan segera mati, dan chibi-chan hanya untukku! " Ucap Oikawa.
Setelah kepergian Oikawa, ukai langsung pergi dari rumahnya. Ia hendak memberitahu berita ini keseluruhan warga desa.
"Perhatian semuanya!!, kepala desa datang! " Teriak orang yang telah disuruh oleh ukai.
Dan seluruh warga desa langsung berkumpul di tempat kepala desa. Mulai dari tua, muda, wanita, pria, dan anak anak berkumpul.
"Terimakasih karena bapak bapak dan ibuk ibuk telah mau berkumpul. Kedatangan saya kali ini untuk menyampaikan berita penting jadi tolong dengarkan" Ukai memberi salam pembuka. Seluruh warga desa diam dan mendengarkan secara seksama.
"Saya dapat laporan dari warga lain jika serigala kembar itu sudah mulai memasuki desa dan menerkam salah satu domba warga. Jadi untuk mencegah hal buruk yang akan terjadi maka dari itu saya ingin bapak bapak sekalian ikut dalam hal membunuh serigala itu. Saya juga tak memaksa, namun ini demi keselamatan keluarga kita. Dan untuk ibu ibu tolong tetap dirumah besok dan jangan biarkan anak kalian berkeliaran. Ini hanya kewaspadaan, jika seandainya serigala itu berlari ke desa. Jadi sekali lagi untuk bapak bapak, kita akan membunuh serigala kembar itu besok dan siap kan senjata tajam kalian! " Jelas ukai panjang lebar.
Mendengar penjelasan sang kepala desa membuat para warga ada yang sedikit panik. Dan ada juga yang sedang berdiskusi, itu adalah bapak bapak.
"Baiklah, kami ikut. Kami juga tidak ingin keluarga kami dalam bahaya! " Ujar salah satu warga desa.
"Baiklah terimakasih bapak bapak. Dan untuk ibuk ibuk, sebaiknya kalian segera pulang dan jangan lupa mengunci pintu, jendela, atau segala yang menjadi tempat masuk!. Sekian dari saya. Untuk waktu berkumpul, kita akan berkumpul kembali disini sekitar jam empat sore!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Hurt My Wolf [End]✅
FantasyShouyo sedari tadi memberontak. Ia berusaha melepaskan tangan warga yang kini membekap mulutnya. Dan akhirnya shouyo menggigit tangan itu hingga membuat orang nya berteriak kesakitan. "Tidak!!, kumohon jangan bunuh mereka!!. Jangan sakiti mereka...
![Don't Hurt My Wolf [End]✅](https://img.wattpad.com/cover/262654517-64-k503497.jpg)