^keesokan hari nya
gadis berambut panjang sepinggang itu baru saja ingin keluar dari halaman rumahnya,tapi..
'tasyaaaa,tungguuu!'
'apalagiii maaa?'
'kuciirr rambut kamuu dulu,kaya gembel tau ngga'
'ihhh tasyaa cantik tau maa!'
'sinii biar mama kucirinn'
'iyaa iyaa'
'udahh,bentar tasya jangan berangkat dulu mama mau ngomong sama bimaa'
'ngomong apaa?'
'kepo'-jawab mama nya singkat,tasya hanya mencebik kesal dan berjalan menghampiri mama dan teman temannya
'bimaa,nantii spedaan nya jangan jauh jauh yaa,klo dh jam delapan pulang'
'siappp tantee!'
mamanya selalu saja menitipkan tasya pada teman temannya,padahal kan dia bukan anak anak dan bisa menjaga dirinya sendiri,kadang mama nya menitipkan pada bima,jika ada willi dan sebastian maka mama nya menitipkan dia pada duo jerapah itu.
Tasya satu satu nya cewe di geng itu,dan paling pendek.Tasya bingung kenapa dia pendek dan teman temannya itu sangat tinggi,padahal jika dibandingkan teman temannya waktu sd dulu Tasya jauh lebih tinggi,dia bongsor.
'yaudah berangkat sana,hati hatii ya semuanya'
'siapp tantee,kita juga bakal jagainn tasyaa kok!'
'tasyaa pamitt maa!'
'iyaaa'
Di situ ada bima,hans,revan dan dirinya.Sebastian?William?ohh,sebastian tidak bisa di hubungi mungkin handphone nya diambil mamanya?yaa teman teman Tasya hafal kenapa Sebastian tidak bisa dihubungi,semua teman tasya takut pada mama Sebastian,sepeti malaikat pencabut nyawa katanya.William belum bangun,mungkin dia kelelahan.
'syaa!'
'hah?'
Itu Revan yang memanggil Tasya,dia kaka kelas Tasya tapi berbeda sekolah,Revan berada di tingkatan dua tahun diatasnya,Revan laki laki yang tinggi juga tapi masih kalah jauh ketimbang Agra,William dan Sebastian.
'traktirr aku minum dongg,hauss nihh'
'emm,okee kita carii minimarket'
'WOY BIMA,CARI MINIMARKET!'
itu merupakan teriakan dari Revan,Bima sudah jauh didepan sana bersama Hans,itu merupakan kebiasaan Bima dia selalu mendahului kita.
'YAAA!'
Sekarang Tasya dan teman temannya sedang beristirahat di minimarket,Tasya mentraktir semua temannya itu.
'makasih ya sya' -Hans
'iyaa sama samaa' -Tasya
'iyaa,makasihh ya sayangg' -Revan
huhh,itu kebiasaan Revan selalu memanggil sayang pada semua perempuan,dia itu f^ck boy.
Sekarang pukul 07.30,Tasya sudah bersepeda selama 1 jam 30 menit.Sekarang semuanya berada di pantai,Bima yang sibuk membuat nama di pasir,Revan dan Hans yang sibuk bermain air,dan Tasya yang terus melamum.
'humm,aku suka sama dia tapi aku juga suka sama kamu'
tolong ingatkan pada ku jika Tasya menyukai lebih dari dua orang.Tasya memang gila,dia menyukai sahabat nya sendiiri,William dan Sebastian dan mantan kekasihnya.Tasya tidak bohong bahwa dia masih memiliki rasa pada kaka kelas nya itu,Kak Kelvan.
ughh,Tasya sebenernya benci pada Kak Kelvan,dia selingkuh berkali kali dari Tasya.Bukankah itu sangat menyebalkan? padahal Tasya cantik,dan selingkuhan mantan nya itu sangat berbeda jauh dengan Tasya.
Tapi Tasya sebenarnya lebih menyukai William,dia selalu chatting dengan Tasya membahas hal hal tidak penting,sesekali membicarakan mantan Tasya dan William.Itu menyenangkan sekali.
Saat sedang asik melamun tiba tiba mata Tasya ditutup dari belakang menggunakan tangan,sekarang Tasya ketakutan setengah mati,Bima dan yang lainnya masih asik bermain di pinggir pantai.
mau tau kelanjutannya? tungguin chapter yang ke empatt yaaa!☺️💗
KAMU SEDANG MEMBACA
SHOULD?
Fiksi Remaja𝗦𝗛𝗢𝗨𝗟𝗗? '𝑏𝑖𝑚𝑎,𝑘𝑒𝑛𝑎𝑝𝑎 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑑𝑖𝑎?' 𝑔𝑎𝑑𝑖𝑠 𝑖𝑡𝑢 𝑡𝑒𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑖𝑠 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑖𝑠 𝑠𝑒ℎ𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛 '𝑇𝑎𝑠𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑦𝑎𝑎,𝑎𝑘𝑢 𝑏𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑠𝑢𝑘𝑎 𝑘𝑜𝑘 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝐵𝑖𝑚𝑎'...
