Two

467 74 39
                                        

HALLO!!
Sorry for typo and happy reading!!!








Jeno menghembuskan asap rokoknya sambil mendudukkan dirinya di kap mobilnya.

"Eric turun?" Tanya Sunwoo sambil menodongkan tangannya kearah Jeno.

"Ya." Jawab Jeno seadanya sambil memberikan sebungkus rokok ketangan Sunwoo beserta koreknya.

"Kembar macan mana?" Tanya Sunwoo lagi, tangannya mengambil sebatang rokok dan dia sulut dengan api.

Jeno hanya menaikkan bahunya acuh dan mengecek ponselnya.

"Dika?"

"Otw."

Sunwoo hanya mengangguk dan mengapit puntung rokok itu ditengah kedua belah bibirnya dengan santai.

"Si Raden beneran gaada niatan ikut kesini?" Tanya Sunwoo yang dibalas gelengan kepala oleh Jeno.

"Senakal-nakalnya Raden dia gabakal sampe senakal kita. Tau sendiri bapak sama ibuk nya gimana." Jawab Jeno, dari mulutnya keluar asap selama dia bicara.

"Mobil Eric aman." Ucap Hyunjin sambil menghampiri Sunwoo dan Jeno.

Jeno mengangguk dan menatap Eric yang sudah memasuki mobilnya.

Jeno langsung saja menerbangkan drone yang akan dia kendalikan untuk memberi arahan kearah Eric.

"Sepuluh Ran?" Tanya Sunwoo sambil memberikan kotak rokok Jeno ke Hyunjin.

Hyunjin mengangguk. "10 doang beraninya mereka, cupu."

Sunwoo tertawa sarkas, 10 doang mah kecil buat mereka, 100 pun mereka jabanin.

"P hy."

Jeno mendelik saat mendengar suara kembarannya dari headphone yang baru dia pakai, mengerikan.

"Ewh."

"10 jeti doang nih anjer? Gue kalahin aja kali ya Fian?

"Kalo besok pala lo bolong jangan tanya gue siapa yang bolongin."

Dari sebrang sana Eric tertawa terbahak-bahak, padahal balapannya sudah mau mulai.

Jeno bisa melihat seorang gadis berpakaian minim membawa kain bercorak seperti papan catur berjalan ke tengah arena.

"Gila si Lia makin kesini makin hot." Ucap Hyunjin sambil memandang gadis yang berjalan ke tengah tadi.

Sunwoo mengangguk setuju. "Gila beha nya nyeplak anjir."

Hyunjin terbahak setelah melepaskan rokok yang menyelip diantara kedua belah bibirnya.

"Noh sempaknya nyeplak juga, hahahaha anjir si Lia ga sadar apa gunungnya segede gunung Krakatau, gunung belakangnya mirip gunung Slamet." Canda Hyunjin dan menyelipkan rokoknya lagi.

"BHAKS ANJIR LO!" Sunwoo langsung saja memukul paha Hyunjin keras.

"Stttt." Jeno berdesis pelan, dia harus fokus memberi arahan pada kembarannya.

Walau lebih mirip ghibah.

"HAHAHAHAHAHA paling tuh anak lagi didepan meja belajar bacain buku olimpiade."

"Kasian lama-lama sama tuh bocah, badannya udah kayak lidi anjir, sekali senggol langsung patah."

"Lo kasian sama dia Fian?"

"Ya ngga juga sih."

"Yaudah, EH SI ANJING WOY KAGET GUE KIRA UDAH FINISH!"

"Lah udah mulai?" Tanya Chani sambil melepas helmnya.

WiFi | Ft. 00L And OtherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang