Yangyang menghela napasnya. Sudah dua jam lebih ia berkutat dengan setumpuk materi yang gurunya berikan. Ujian akhir semester semakin di depan mata. Yangyang harus pintar-pintar membagi waktu antara belajar dan membantu sang idola yang beberapa hari ini tinggal bersamanya.
Ia menutup buku tebal yang berada di hadapannya ini. Melenggang keluar menuju dapur untuk sekedar mengambil minum agar kepalanya tak terlalu panas.
Pandangannya tak sengaja menangkap sosok Kun yang sedang duduk di salah satu kursi meja makan. Setelah mengambil segelas air dari dalam kulkas, Yangyang menghampiri Kun.
"Gege belum tidur?" Kun menoleh kearah pemuda manis di depannya ini. Ia kemudian menggelengkan kepalanya ringan.
"Gege mau ku buatkan teh hangat? Atau susu hangat mungkin? Agar gege bisa rileks." ujarnya menawarkan bantuan.
"Tak usah. Kau pergi tidur saja ya. Gege tak apa. Gege hanya ingin berpikir saja." Yangyang mengangguk. Berpamitan terlebih dahulu dengan Kun sebelum berjalan menuju kamarnya.
👻My Lovely Ghost👻
"Aku akan pergi ke sekolah dulu ya, kalian berdua saja yang mengambil penyadap itu." Jaemin yang sedang menikmati sarapannya mengangguk. Begitu pula dengan Kun.
"Hyung, Gege, Yangyang berangkat dulu ya. Bye!" pamitnya dengan ceria.
"Akan kesana jam berapa?" Jaemin memecah keheningan yang tercipta setelah sang tuan pergi. Kun nampak berpikir, ia menimang-nimang waktu yang pas untuk mengambil alat tersebut.
"Pukul sembilan kita berangkat. Xiaojun pada pukul itu sudah meninggalkan rumahnya." Jaemin mengangguk. Ia kemudian melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda.
Jaemin dan Kun sudah berada di depan gerbang besar rumah Xiaojun. Tubuh mereka berdua dengan santai menembus pagar besar itu. Jaemin menoleh ke sekitar, memastikan bahwa sang pemilik rumah telah meninggalkan rumah ini. Mereka melayang, menembus pintu utama. Agak terkejut saat mendapati Xiaojun tengah berbincang di handponenya dengan seseorang.
Mereka menjadi agak sedikit awas. Jaemin kemudian memutuskan untuk mengambil alat penyadap yang sudah ia letakkan 2 hari lalu. Ia menginstrusikan Kun untuk tetap menunggu di dekat Xiaojun.
Kun tersentuh, ia sangat merindukan sahabatnya ini. Jauh dari dalam lubuk hati Kun ia sama sekali tak mencurigai sosok mungil di dekatnya ini. Karena ia tau, Xiaojun adalah sosok terbaik dalam hidupnya.
"Kun-ge, nanti gege akan bermain ke panti lagi kan?" Xiaojun mungil menggenggam tangan yang lebih besar darinya.
"Iya, Gege akan kesini lagi. Gege akan bermain bersama Ojun." sosok mungil itu ia cubit dengan gemas pipinya. Memeluknya erat seolah tak ingin berpisah.
"Apa!? Kau menemukan Ten hyung sedang berduaan dengan seseorang? Kau jangan bercanda! Dia tunangan Kun-ge! Gege baru saja meninggal 5 hari yang lalu!" Kun tersentak saat mendengar Xiaojun berteriak. Ia bertanya-tanya informasi apa yang telah sahabat dekatnya itu dapat? Ada apa dengan tunangannya, Ten? Siapa yang bersama dengan tunangannya hingga membuat Xiaojun marah? Kun bertanya-tanya dalam hatinya lalu tersentak saat Jaemin memanggilnya pelan. Ia telah kembali.
"Hey, ada apa? Jangan melamun."
"Kita jangan pulang dulu, aku masih penasaran dengan apa yang terjadi." Jaemin mengangkat sebelah alisnya. Ia tak mengerti dengan apa yang Kun bicarakan. Ia hanya bisa mengangguk dan menyaksikan Kun tengah berusaha mencari informasi pada pemuda pemilik rumah.
"Kau awasi mereka. Aku ingin tau ada hubungan apa mereka selama ini." final Xiaojun. Ia menutup panggilan itu. Ponselnya ia lempar ke sisi sofa yang tidak ia duduki. Lalu mengacak rambutnya frustasi.
"Apakah sudah? Kita harus segera pulang." Kun tersentak saat Jaemin bertanya kepadanya. Dengan kaku ia mengangguk. Mengikuti Jaemin yang melayang menembus pintu besar rumah itu.
👻My Lovely Ghost👻
"Hey? Ada apa? Apa ada yang mengganggu pikiranmu? Kuperhatikan sejak meninggalkan rumah itu kau menjadi linglung. Apa ada hal yang mengganggu pikiranmu?" Kun tersentak saat Jaemin menepuk pelan bahunya. Ntah sudah berapa kali Jaemin menemukan Kun tengah melamun. Seperti ada yang mengacaukan pikirannya.
"Ah tidak." jawabnya. Mata Jaemin memicing. Membuat Kun semakin salah tingkah.
"Aku tak berharap kau mau bercerita denganku. Namun, jika kau membutuhkan tempat untuk bercerita untuk meringankan sedikit beban pikiranmu. Aku ada." ucapnya. Jaemin lalu beranjak dari sofa butut milik keluarga Moon. Namun, langkahnya terhenti saat Kun memanggilnya.
"Ah, tunggu--" Jaemin menoleh. "Ada apa?"
"A-ada yang ingin aku ceritakan." jawabnya takut-takut. Jaemin tersenyum. Ia kembali duduk disamping Kun. Siap mendengar semua keluh kesah idola tuannya.
👻My Lovely Ghost👻
Yangyang telah sampai dirumahnya. Ia bernapas lega. Beban sekolah yang ia pikul hari ini bisa selesai juga. Tubuhnya juga meronta, meminta untuk segera diistirahatkan.
Pemuda mungil itu membuka pintu rumah sederhananya. Melepas sepatu dan kaus kaki kemudian meletakkannya pada rak sepatu yang berada tepat di balik pintu.
Kepalanya celingak-celinguk mencari dua sosok tak kasat mata yang biasanya menemaninya.
"Apa ayah dan ibu sudah pulang? Tak biasanya mereka menghilang seperti ini." Ia berlalu. Kemudian berjalan menuju kamarnya.
Baru saja ia membuka kamarnya, ia telah dikejutkan oleh dua sosok tak kasat mata yang sedang duduk sembari melihat sesuatu di laptopnya.
"Sudah mengambil alat penyadapnya?" tanyanya sembari melepas tas yang begitu berat. Ia juga melepas jas sekolahnya. Hingga tersisa kemeja seragam yang telah ia gulung pada bagian lengan sebelumnya.
Jaemin tersenyum, "Sudah."
"Jadi? Apa dia orang yang kita cari?" mereka berdua serempak menggeleng. Tanda bahwa buka Xiaojun lah pelakunya.
"Tapi kita membawa fakta baru." Yangyang menaikkan alisnya. Fakta apa?
👻My Lovely Ghost👻
Fiuhhh, setelah memaksa otak ini untuk keluar ide dan ini hasilnya. Maaf jika banyak kurangnya yaa di work ini🙏 sebisa mungkin bunny akan selesaikan work ini ehehehe.
Terima kasih buat kalian yang udah berkenan mampir! Bunny sayang kalian semuaa😚❤💚

KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Ghost ; KunYang
FanfictionBertemu idola saat masih bernyawa merupakan hal yang biasa dialami oleh kebanyakan fans pada umumnya. Lalu bagaimana jika secara tidak sengaja bertemu idola yang bahkan telah menjadi arwah penasaran? Yangyang lah orangnya. Mengalihkan penyebab kemat...