Yun-Hee POV.
"---Hee.."
"Yun-Hee!"
'..!!!'
Hah?
Pemandangan pertama yang kulihat saat membuka mataku adalah wajah seseorang yang sangat dekat dari posisiku. Wajah yang kukenal. Kakak panti asuhan tempat aku dibesarkan.
Kok?
Anehnya wajah kakak panti terlihat lebih muda dari sebelum aku meninggalkan panti asuhan untuk melanjutkan studi.
Apakah ini akhirat?
Apa kakak panti juga sudah mati sama sepertiku?
Masih sibuk memikirkan kejanggalan ini, aku tak menyadari jika kakak panti menatapku dengan pandangan khawatir dan segera menempelkan tangannya ke dahiku.
"Astaga panas sekali!"
Dia segera beranjak pergi keluar dari kamar lamaku? Ini kamar ku? Kan?
Untuk mengeceknya, aku bangkit dari kasur. Huh?
'S-sejak kapan lantainya menjauh--eh maksudku sejak kapan kasurku jadi setinggi ini!?'
Aku menghadap kebawah atau lebih tepatnya ke lantai berkeramik. Karena keramiknya yang berwarna putih bersih, aku bisa melihat samar-samar bayanganku.
Aku bisa melihat lebih jelas warna mataku yang... Merah? Bukan pink lagi? Pokoknya gitu lah, tentu saja aku tak bisa mengecek rambutku ada yang aneh atau tidak karena sama-sama putih seperti keramik🗿
Untuk mengecek sesuatu, aku turun dari kasur dengan sedikit usaha dan melihat tubuh bagian bawahku. Aku sedang menggunakan piyama berwarna abu-abu lengan pendek.
Aku mengerutkan kening.
Bukan piyama bergambar pinguin ini yang membuatku mengerutkan kening, tapi kenapa kakiku terlihat mungil? Kenapa rasanya lantainya deket banget?
Aku tiba-tiba merasa sangat pendek sekarang ini.
Belum selesai aku memikirkan hal lainnya, aku mendengar pintu terbuka memperlihatkan kakak panti yang kulihat tadi sedang membawa baskom dengan handuk dibahu, tak lupa dengan kotak kecil memanjang itu.
Kami membuat kontak mata, kakak panti berhenti berjalan. Butuh beberapa detik sebelum dia berteriak.
"Yun-Hee! Kamu masih sakit! Jangan coba meninggalkan kasur!"
Kakak panti segera menaruh baskom berisi air di meja dekat pintu dan segera menggendongku.
?
???
Gendong!?
Yun-Hee POV End!
"Astaga, kenapa kamu makin kurus banget sih, kemana semua makanan banyak gizi itu pergi? Hmm?" Kakak panti terkekeh, sementara aku masih dengan wajah kosong mendengar ocehannya.
"Yun-Hee cantik, orang sakit harus istirahat. Yun-Hee nggak mau terus-terusan sakit kan?"
Dengan pelan Yun-Hee mengangguk, dia masih tidak bisa memproses apa yang terjadi. Saat dia digendong oleh kakak ini, Yun-Hee melihat ke mata hitam itu. Disana dia bisa melihat jelas. Wajah Yun-Hee yang terlihat sangat muda sekali.
Yun-Hee bingung. Apa yang sebenarnya terjadi?
Seingatnya dia baru saja didorong oleh sahabat laknatnya tanpa alasan yang jelas. Kenapa bangun tiba-tiba dia disini?
Tak mendengar tanggapan dari Yun-Hee, kakak panti menaruh tangannya diatas kepala Yun-Hee dan menggerakannya ke kanan dan kiri.
"Yun-Hee.. apa rasanya sakit?"
KAMU SEDANG MEMBACA
White and Red String [Solo Leveling Fanfic]
Fanfiction[SolLev x OC] Fanfiction original!🗿 Yun-Hee seorang siswi biasa berusia 17 tahun, tanpa sengaja mati setelah didorong dari lantai 15 apartemennya oleh teman baiknya sendiri. Tanpa alasan yang jelas. Dia menemukan dirinya kembali ke masa lalu, menja...
![White and Red String [Solo Leveling Fanfic]](https://img.wattpad.com/cover/272837869-64-k205577.jpg)