Tuhan yang menciptkan
Aku kamu dan kita hanya titipan
Tapi apakah salah bila merindu
Aku rindu kamu dan kenangan itu
Untuk kamu yang disana
Aku hanya ingin bertanya
Apa kabar?
Disana ada bahagia?
Atau hanya aku yang menangis disini
Kehilangan mu sangat menyakitkan
Perih pun masih berbekas dihati
Bahagia ku
Tidak lagi seperti dulu
Aku berjalan
Mengukir jejak demi jejak
Menikmati langkah seorang diri
Tanpa hadir mu lagi
Dulu terikrar janji
Untuk bersama selamanya
Aku kehilangan mu
Langit tersenyum membiru
Namun hatiku kembali mengabu
Sepi setia menemani ku
Rindu mengikat ku begitu erat
Hingga sakitnya semakin menusuk
Aku terisak sepanjang malam
Bergelut dengan sesal
Maaf, karena sesal ku baru muncul
Maaf, bila semua berjalan lambat
Maaf, untuk semua rasa sakit
Aku belum bisa membuat mu bahagia
Bahkan hidup ku jauh dari kata bahagia
Saat ini
Aku menyesal pada waktu
Menjemput mu tanpa permisi dengan ku
Aku kamu dan kita
Berada di dalam memori
Kenangan itu akan selalu di hati
Hingga saatnya bahagia kan menanti
❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Delusi Hati
PoetryAku ingin kamu membaca tatanan diksi yang telah kurangkai, Mengetahui semua rasa yang terpendam. -Delusi Hati ❤❤❤
