Simulasi

664 28 12
                                    

Bisakah mencetak material unsur secara custom?

Printer inkjet atau laserjet konvensional biasanya menggunakan tinta CMYK+W (Cyan, Magenta, Yellow, Black and White). Dengan Kombinasi kelima warna itu, terciptalah jutaan bahkan milyaran warna berbeda, tentu saja jumlahnya mengalahkan warna-warna yang dikenal perempuan.

Bagaimana jika kita  membuat Printer berteknologi super dengan catridge berisi EPN (Elektron, Proton, Neutron), yang mampu mencetak segala jenis  atom di tabel periodik. Misalnya dengan kombinasi 79 Elektron, 79 Neutron dan 118 Neutron, terciptalah Aurum/Emas. Mungkinkah?

Prinsipnya mungkin terlihat sederhana tetapi sulit dilakukan dalam praktiknya. Memodifikasi proton dari inti adalah jenis reaksi nuklir.

Teknologi manusia kenyataanya masih belum mampu untuk melakukan reaksi subatomik semacam itu, yang bahkan lebih rumit dari reaksi penggabungan/fusi.

Kenyataanya memang masih mustahil. Tapi, bagaimana dengan ketidaknyataanya? Ya, dalam ketidaknyataan, alias virtual.

Pemrograman berbasis objek, memungkinkan manusia untuk menciptakan benda virtual apapun dengan sifat-sifat yang  bisa kita setel sendiri.

Sejauh ini manusia sudah memvirtualkan atau mensimulasi banyak hal. Contoh, dalam game sesederhana Flappy Bird saja, sang Programmer telah memvirtualkan hukum Fisika, seperti gravitasi, gerak melingkar dan gaya angkat.

Apalagi dalam software-software simulasi planetarium, mungkin banyak sekali baris program untuk membuat isi programnya tersimulasi mendekati kenyataan ruang angkasa.

Sayangnya, programmer tidak sampai mensimulasi dari titik terkecilnya. Simulasi dalam skala subkuantum.

Dengan mensimulasi objek terkecil penyusun alam semesta,  yaitu quark. Yang masing-masing quark diberi variable untuk mewakili sifat tiap jenisnya: boson, foton, muon dll.

Setelah semua objek dasar telah tercipta secara virtual dalam superkomputer, selanjutnya, membuat baris program untuk menggandakan semua partikel dasar sesuai atau setidaknya mendekati jumlah partikel dasar di alam semesta.

Semua partikel dasar telah tercipta, disatukan, dimampatkan dalam satu titik dengan kerapatan tak hingga, singularitas.

waktunya membuat program untuk pertunjukan perdana simulasi alam semesta, BIG BANG.

Setelah ledakan virtual Big Bang terjadi. BOOM..

Bayangkan, manusia sebagai ciptaan telah menciptakan dunia, meskipun virtual. Lagipula kita tidak tau apakah kita benar-benar nyata atau baris-baris program dan formula matematis?

Karena simuasi Alam Semesta tadi ada dikendali kita, kita bisa percepat prosesnya. Rangakaian reaksi kimia terjadi dalam dunia virtual itu, komputer mulai melakukan komputasi rumit, partikel dasar menjadi partikel yang lebih besar: Neutron, Proton, Elektron. Kemudian ketiganya mulai menyusun atom yang berbeda. Semuanya terus berkembang. Sampai ada sebuah pertanyaan yang membuatku merinding.

............
............
...........
    Apakah ada titik dimana kehidupan tercipta?
.........
.........
........

Entahlah, aku merasa begitu takut untuk lanjut memikirkanya.

Bahkan jika mau lebih jauh lagi, karena
Kita ada diatas simulasi itu, waktu ada di dalam kendali kita. Maka dengan mempercepat laju simulasi (Attack Speed)...
.......

Akankah kita mengetahui masa depan..?

..

.

.

.

Pola Jiwa ( Sains & Filsafat ) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang