Dipart sebelumnya sudah aku jelaskan bahwa aku dan elva satu kompleks perumahan dimana aku pada saat itu baru saja pindah dan harus beradaptasi terhadap lingkungan baru disana yang secara tidak langsung elvalah satu-satunya temanku pada saat itu.
Pada saat bulan puasa,sepulang sekolah kami terlibat obrolan yang intinya aku mengajak elva berangkat tarawih bersama dikarenakan selain dari letak masjid yang belum aku ketahui juga karena elvalah satu-satunya orang sebaya yang aku kenal disana.
Aku : Nanti malem tarawih bareng ya nanti aku kerumah nyamper ok.
Elva : oke nanti aku tungguin jangan ngaret loh.
Singkat cerita waktu berbuka puasa pun tiba, selepas menunaikan solat magrib dan juga setelah selesai berbuka puasa aku langsung pamit ijin pada kakak ku untuk berangkat duluan karena akan kerumah elva dulu dan berangkat bersama kemasjid bersamanya.
Kemudian sesampainya dirumah elva, dia yang sudah siap-siap langsung keluar begitu aku mengucapkan salam sambil menyebut Namanya dan kamipun langsung berangkat kemasjid supaya bisa dapat tempat yang kena kipas anginnya.
Setelah sampai dimasjid kami pun dapat tempat duduk dibarisan paling depan yang berbatasan langsung dengan area khusus untuk sholat lelaki.
Letak area solat lelaki dan perempuan hanya dibatasi menggunakan tirai warna hijau guna untuk menutup pintu masjid juga bagian kiri-kanan masjid, ada dua kaca jendela kecil yang tidak ikut ditutup tirai dimana tepat disalah satu kaca jendela itulah aku menggelar sejadah dan sejadah elva tepat berada disampingku.
Setelah solat tarawih selesai, kami yang pada saat itu mendapatkan buku ramadhan dari sekolah dimana mengharus kami untuk mencatat kegiatan selama bulan Ramadhan dimana salahsatunya mendapatkan tanda tangan imam dan juga mencatat isi dari ceramah selepas solat tarawih.
aku yang pada saat itu sedang menunduk karena sedang fokus mendengarkan sambil mencatat isi dari ceramah imam, tiba-tiba refleks mengangkat kepala keatas saat mendengar kaca jendela yang berada tepat didepanku diketuk oleh seseorang.
Saat itu aku melihat ada dua orang anak laki-laki berada tepat didepanku dimana salah satunya sedang tersenyum kepadaku, aku hanya memandang mereka dengan raut muka heran sambil membalas senyumnya dengan canggung didalam hatiku menggerutu sambil bertanya-tanya "dia siapa? Mengapa tersenyum padaku yang notabenenya kami tidak saling kenal?"
Aku langsung mengabaikannya dan kembali fokus mencatat. Setelah sesi ceramah selesai aku dan elva bergegas masuk kedalam untuk meminta tanda tangan dari imam dan ikut mengantri seperti yang dilakukan anak lainnya. Setelah mendapatkan tanda tangan dari imam kamipun bergegas keluar untuk segera pulang, pada saat keluar itulah aku sempat melihat kembali anak laki-laki tadi dimana dia sedang berkumpul dengan temannya yang lain dan dia tersenyum lagi kearahku setelah melihatku.
Sepanjang perjalan pulang menuju rumah aku dan elva mengobrol dan aku bertanya tentang siapa anak laki-laki yang tadi tersenyum kearahku, dimana informasi yang ku dapat dari elva dia merupakan anak laki-laki dari RT 1 (tinggal di blok RT 1) namun namanya kami tidak tahu.
Selama bulan Ramadhan aku sempat beberapa kali berpapasan bertemu dengan anak laki-laki itu dan lagi-lagi dia kembali tersenyum padaku saat dia melihatku dan aku yang kembali mengabaikannya (mungkin agak klise tapi itulah yang terjadi saat itu hehe).
dipart selanjutnya akan menunjukan bagaimana akhirnya aku mengetahui namanya dan kami menjadi saling kenal....
Note : jangan lupa divote guys...

KAMU SEDANG MEMBACA
A Little story about my love
RomanceIni kisahku bersama dia.. Tentang bagaimana takdir mempertemukan kami dan tentang bagaimana aku yang tidak pernah berani bermimpi untuk bersamanya.