Happy Reading.
*
*
*
"Buatlah kenangan sebanyak mungkin, karena itu akan berguna di masa depan."
_Athur Erlangga_
***
Saat ini Shila sedang berdiam di kamarnya. Shila senyum-senyum sendiri memikirkan kejadian kemarin. Akhirnya hubungan Shila dan Athur sudah baik-baik saja.
Shila mengambil obatnya yang ada di meja belajarnya. Shila meminum obatnya. Obat itu sedikit lagi dan sebentar lagi akan habis.
"Gue mampu, sih beli obat ini pake uang jajan gue. Tapi, itu berarti gue gak boleh boros. Trus kalo temen-temen curiga gimana? Gue, kan kalo masalah uang boros banget."
Shila memikirkan apa yang harus ia lakukan. "Apa gue pake tabungan gue aja, ya? Ah, gak boleh. Uang itu dipakai saat ada hal penting dan darurat."
Apa itu berarti kesehatannya tidak penting?
"Kak Shila! Aku masuk, ya?" Viona langsung masuk ke dalam kamar Shila.
Viona melambai-lambaikan tangannya pada wajah Shila. "Woy! Ngelamun mulu!"
Shila langsung mengusap dadanya karena kaget.
"Nggak sekolah, Kak?"
"Lo mau gue sekolah sendirian? Udah tau libur, malah nanyain sekolah," ucap Shila dengan kesal.
"Ya, siapa tau aja mau."
"Ngapain lo ke sini?"
Viona memutar kepalanya malas. "Kalo ngomong sama adeknya itu yang lembut, dong."
"Ya, udah iya. Viona sayang, adikku yang paling cantik dan manis. Ada gerangan apakah anda ke mari?" tanya Shila. Shila tersenyum sangat manis. Tapi terpaksa.
"Ada paket, tuh buat kakak. Aku simpan paketnya di meja ruang tengah."
"Kenapa gak dibawa ke sini?"
"Kaki masih berfungsi, kan? Ya, udah bawa sendiri!" Viona langsung pergi dengan kesal.
"Sialan."
***
Begitu Shila sampai di ruang tengah, Shila langsung mengambil paketnya yang sebuah kotak berukuran sedang. Tidak ada nama pengirim dan nama penerima di paket tersebut.
"Apa ini beneran buat gue, ya?"
Shila penasaran dengan isinya. Begitu Shila akan membukanya tiba-tiba Luna datang dan mengambil kotak yang sedang Shila pegang.
"Ini punya mama," ucap Luna.
"Tidak menyakinkan." Shila mengerutkan keningnya. Shila menatap Luna dengan intens.
"PERMISI ADA ORANG DI DALEM GAK!"
Seseorang mengetuk pintu rumah Shila dengan keras.
"WOY! INI RUMAH, KAN BUKAN KUBURAN!"
"Siapa, sih itu? Udah teriak-teriak, gedor-gedor pintu lagi. Nggak sopan," ucap Luna dengan kesal.
"Temen kamu mungkin," lanjut Luna.
"Gak mungkin. Temen aku nggak ada yang kayak gitu," ucap Shila begitu yakin.
Shila dan Luna akhirnya membukakan pintu. Shila menepuk jidatnya ketika melihat orang yang datang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Secret Shila
Dla nastolatków[FOLLOW SEBELUM MEMBACA AGAR TIDAK KETINGGALAN INFO TENTANG CERITA INI] ____ "Sebuah rahasia yang berakhir duka." ____ Ini kisah tentang Shila Nashyta Winata, gadis yang selalu ceria. Namun dibalik keceriaan Shila terdapat rahasia yang Shila sembuny...
