Chapter 17

1.4K 61 14
                                        

Mohon maaf jika ada typo dan penulisan yang salah.

Happy Reading

*
*
*

Shila Nashyta Winata & Athur Erlangga

Antara hidup dan mati, lebih baik berjuang atau berhenti?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Antara hidup dan mati, lebih baik berjuang atau berhenti?

***

Dengan cepat Vera mendorong tubuh Sean. Sean langsung terjatuh dan Shila tergeletak di lantai.

"VERA!"

Sean langsung menangis melihat keadaan Vera yang terbaring lemah karena menggantikan posisinya. Vera tak sadarkan diri.

Sean jadi bingung harus menolong Vera atau Shila. Sean tak bisa menolong keduanya sekaligus.

Perlahan Vera membuka matanya. "Cepet, bawa Shila pergi," ucapnya lemas.

"Tapi_"

"Cepet!"

Sean akhirnya mengikuti permintaan Vera. Sean kembali menggendong Shila dan membawanya keluar. Sebenarnya Sean tak mau meninggalkan Vera.

Sean berhasil keluar dari rumah sakit. Di luar sudah ada beberapa mobil pemadam kebakaran.

"CEPAT TOLONG SELAMATKAN SEPUPU SAYA DI DALAM!"

"Tenang, Dok. Semuanya akan kami atasi, sebaiknya sekarang Dokter fokus pada pasien yang Dokter bawa," ucap salah satu petugas pemadam kebakaran.

Sean mengangguk lalu membawa Shila ke dalam mobilnya.

***

Alana membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Alana benar-benar dibuat pusing oleh tingkah Ravel. Bisa-bisanya Ravel meminjam celana dalam milik ayahnya. Untung saja ayah Alana sama sekali tidak marah.

Tiba-tiba ponsel Alana berdering. Ada panggilan masuk dari nomor tak dikenal. Dengan ragu Alana mengangkat panggilan telepon itu.

"Hallo, siapa, ya?"

"Hallo, Mbak, saya dari McD mau mempromosikan odading terlezat, sedang ada diskon, Mbak."

"Heh! Anak Mang Wawan lo pikir gue nggak bisa ngenalin suara lo?" tanya Alana.

"Lo, sih, nggak save nomor gue."

The Secret Shila Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang