4🌊☀

22 5 0
                                    

Ehe maap malem upnya wkwk

.
.
.
.
.
🌊☀
.
.
.
.
.

" Win.. Kau tak tidur? "

" Ah Bright. Aku akan tidur sebentar lagi, jika kau mau kau bisa tidur duluan" Win kini memandang Bright, ia sangat tampan di walaupun di malam hari.

Bright kini duduk di samping Win, di atas pasir pantai "Saya ingin menemanimu Win, lagipula melihat suasana malam pantai yang sunyi dan indah.. Tidak buruk. Ini menyenangkan"

Win menatap Bright sekali lagi, Win tersenyum manis

" Win, berapa umurmu? " Tanya bright

" Hah? Oh umurku 21 tahun bright, bagaimana denganmu? "

" Hmmm umur saya 25 tahun, apakah saya terlihat sangat tua win?" Win terkejut. Sungguh, ia kira Bright seumuran dengannya

" Tidak.. Maafkan aku karna aku tidak sopan kak Bright. Aku kira umur kita seumuran" Win menunduk tidak enak hati

Bright terkekeh, baru kali ini dia melihat seorang laki laki yang sangat imut dimatanya "Tidak apa apa Win. Bahkan jika kamu mau, kamu bisa memanggil saya tanpa embel embel. Saya tidak keberatan tentang itu "

" Jangan.. Aku merasa tidak sopan "

Saat ini Win kembali memandangi pantai yang sangat indah walaupun di malam hari. Bright yang melihat Win hanyut dalam indahnya pantai pun kagum, jarang sekali ada laki laki yang menyukai pantai.

Bright pun merebahkan badannya di atas pasir pantai. Win yang melihatnya pun hanya bisa diam. " Win.. Sini "

Tangan Bri menarik Win untuk menghadapnya

Tangan Bri menarik Win untuk menghadapnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kira kira gini

Win menatap Bright. Wajahnya yang tampan, membuat Win sedikit memerah. Bright menutup matanya seakan mencari ketenangan dengan mendengar suara ombak yang indah ditelinganya.

Bright membuka matanya dan melihat Win dengan seksama "Win.. Saya memang belum mencintaimu, tapi saya ingin berusaha mencintaimu; demi ibu, demi kamu, dan demi masa depan kita "

" Iya kak Bri, aku tau kalau kak Bri akan berusaha dan kita akan berjuang sama sama. Sebenarnya, selama ini aku belum pernah mencintai seseorang. Jadi aku tidak mengerti bagaimana caranya.. Aku ingin kak Bri mengajariku untuk mencintai kak Bri juga.. "

Bright tersenyum, bersyukur karena Win benar benar mau berjuang bersamanya

" Baiklah, kalau begitu ayo kita tidur ini sudah malam dan dingin "

" Kak Bri mau tidur di panti atau rumahku? Tapi rumahku hanya ada satu kamar.." Bright tau kalau rumah win dan panti berbeda. Karna ia merasa tidak enak dengan ibu panti kalau harus repot repot menyediakan kamarnya, lebih baik dia tidur di rumah Win. Tidak masalah soal kamar, Bright bisa tidur di sofa atau di lantai.

" Bolehkah saya tidur dirumahmu Win? Tidak masalah soal kamar, saya bisa tidur di sofa atau lantai rumahmu "

" Ah baiklah, tapi kita harus izin dengan ibu panti dulu kak. Ayo ikut Win"

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

" Ibu.. Kak Bri akan menginap di rumah Win bu, boleh ya??" Win memohon pada ibu panti sambil menunjukkan puppy eyesnya

" Iya boleh; besok pagi kesini lagi tapi ya, biar kita bisa sarapan sama sama "

" Oke buu muah muah" Win mencium pipi ibu panti

" Ayo kak "

Bright mengangguk dan memberi salam pada ibu panti "Saya pamit bu "

" Iya nak hati hati, besok kita sarapan sama sama ya "

Bright mengangguk sekali lagi dan menyusul Win yang sudah jalan dari tadi


Bright mengangguk sekali lagi dan menyusul Win yang sudah jalan dari tadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa votmen guys🌊☀
"Ayana-Aisyah"

pantai dan matahari 🌊☀Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang