Bagaimana rasanya saat mata kepalamu sendiri menyaksikan suami tercintamu sedang bercumbu mesra dengan wanita lain dihadapanmu?
Ilona Zifara, wanita berusia 23 tahun yang baru saja menikmati rasanya menjadi seorang istri harus menelan rasa pahit lu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❤💌 Disukai oleh ElynaHa dan 25.759 lainnya Ilona_Zfara Baby A main sama uncle dulu ya🥰🥰 Bellinaadisha Ihh gumush bgt😍 Hanitalouis Ilona lo udah punya anak? Njir gemesin bangett😭😭 Stevaniaz Salfok sama bulu tangannya si om💦🔥
Ilona tertawa membaca deretan komentar terakhir dari netizen, hal itu membuat lelaki yang sedang menggendong bayi di sampingnya menoleh.
"Liat Mama kamu tuh. Dih, ketawa sendiri kaya orang gila" bisiknya pada sang bayi. Dan lihatlah reaksi anak di gendongannya malah ingin menangis seperti tak terima ibunya diolok.
"Cup, cup sayang... Enggak kok enggak. Mama kamu waras kok, tuh liat sekarang malah tambah ngakak" Aldo kembali berbisik-bisik pada baby Adnan. Sejurus kemudian tangis melengkingpun terdengar nyaring.
"Aldo! Lo apain anak gue!" Ilona melototi lelaki yang sedang nyengir kuda itu lalu mengambil alih baby Adnan. Ilona berjalan menuju kamarnya. Setelah memasuki kamar dan hendak menutup pintu ia terkejut sebab Aldo berdiri di depannya berniat ikut masuk.
"Eh mau ngapain lo?!" tanya Ilona sedikit ngegas.
"Mau ikutlah"
"Lo mau gue susuin juga?!"
"Wihh boleh tuh, sekalian lomba ama Adnan sabilah" ujarnya konyol berhasil membuat tangan Ilona menoyor kuat dahi Aldo hingga lelaki itu meringis kesakitan.
"Pulang sana!" Ilona mengibaskan tangan kemudian menutup pintu dan menguncinya.
"Dasar cewek! Jadi emak-emak makin galak!" Aldo berkata sinis seraya berkacak pinggang. Akhirnya lelaki bertubuh atletis itu turun.
"Hai kak!"
"Adisti! Astaga gue kaget!" seru Aldo seraya mengelus dada. Adisti terkikik geli melihat tingkah manusia di depannya ini.
"Maaf ya udah ngagetin. Btw kak Nana kemana ya? Aku cariin ga ada" Adisti celingukan mencari si tuan rumah.
"Dia di atas lagi nenenin si Adnan" Adisti mengangguk mengerti lalu berjalan ke arah sofa dan duduk disana. Mengambil remot TV dan menyalakan benda persegi itu.
Aldo ikut duduk bersebelahan dengan Adisti, lelaki itu merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel. Tak lama kemudian terdengar suara ketikan lalu di susul suara dering telpon.
"Halo" sapanya saat panggilan itu terhubung.
"Ilona udah lahiran?" tanya dari sebrang.
"Behh... Anaknya udah segede gaban kali" jawab Aldo berniat bercanda malah mendapat delikan tajam dari gadis di sebelahnya. Terdengar juga decakan kesal dari seberang.
"Gue kesana."
"Eh ja--"
Tut tut tut
Panggilan terputus membuat Aldo kalang kabut. "Aduh mati gue! Bisa-bisa gue di gorok ama emaknya si Adnan nih" gumamnya lirih namun masih bisa di dengar oleh Adisti.
"Kenapa Kak?"
"Em... Dis, gue mau balik nih. Nanti kalau ada yang ketok pintu jangan di buka ya" Aldo mewanti-wanti. Alis Adisti berkerut bingung.
"Emangnya kenapa Kak?" Aldo memajukan tubuhnya, seketika bulu kuduk Adisti meremang akibat merasakan napas Aldo yang begitu hangat, aroma mint langsung masuk ke dalam indra penciumannya membuat degupan jantung gadis berusia 19 tahun itu bekerja dua kali lebih cepat.
"Jangan dibuka, soalnya dia monster"
"O-ohh ok-oke"
"Hah?! monster?!" pekik Adisti ketika baru mencerna ucapan Aldo.
Aldo menjauhkan tubuhnya lalu terkekeh menyaksikan respon Adisti yang menurutnya lucu. Ia menepuk lembut pucuk kepala Adisti. Aldo bangkit, mengambil kunci motor serta jaket denim berwarna hitam disofa sebrang dan memakainya.
"Kalau Ilona nyariin gue, bilang aja gue lagi ke medan perang" kata Aldo setelah itu pergi. Adisti menepuk dadanya agak kuat.
"Gila ya! Tuh cowok bikin jantung orang mau copot!"
"Apa yang copot Dis?" tanya Ilona mengejutkan Adisti.
"E-enggak papa Kak."
"Kemana Aldo?" tanya Ilona lagi.
"Udah pulang, baru aja" Ilona mengangguk saja kemudian mengalihkan fokusnya pada layar besar di depannya dan mulai menikmati acaranya.
***
Malam telah tiba, hujan deras kembali mengguyur Kota Yogyakarta. Kilauan cahaya lampu nampak memasuki pekarangan rumah minimalis dua lantai. Pengemudi itu turun dan sedikit berlari menuju pintu utama.
Tok tok tok
Pintu terbuka, terlihat tatapan wanita di sana membola terkejut.
"Pergi!" ujarnya bersiap menutup pintu.
"Ilona! biarin aku masuk! Aku mau ketemu sama anak aku!" Renan menahan pintu agar tak tertutup.
"Dia bukan anak kamu!" Ilona membentak penuh amarah.
Renan tak menggubris, lelaki itu masuk begitu saja dan langsung menuju kamar Ilona. "Berhenti Renan!" Ilona menarik-narik lengan Renan namun si empu tak tergeser sedikitpun.
Akhirnya Renan sampai di kamar Ilona. Matanya terfokus pada box bayi di dekat ranjang. Namun langkahnya mendadak terhenti sebab ucapan Ilona yang akan menceraikan dirinya. Renanpun berbalik badan menghadap Ilona. "Cerai? Nggak! Kita nggak akan pernah cerai!"
"Dasar laki-laki keparat! Habis menikahi wanita lain tanpa sepengetahuanku dan sekarang nolak kita cerai? Biadab!"
Renan mengeratkan rahangnya, ucapan Ilona mampu menaikan amarahnya yang sejak tadi ia pendam. "Jangan harap!" Renan kembali melanjutkan langkahnya menuju box bayi itu.
"Jangan sentuh anak gue!"
DOR
—————————— Part terabstrak sih ini😭😭 Yang penting up dululah revisi belakangan😭😭😭
Jangan lupa vote sama komen See u next chapter Baii