3

129 41 4
                                    

"oke, sepertinya kita menerima murid pindahan secara mendadak. Tolong perkenalkan dirimu." guru di depan kelas menatap [name] yang sedari tadi tak bergeming. Alisnya tertaut dan meletakkan buku di tangannya dan berjalan mendekat.

"kumohon perkenalkan namamu."

"hm? Nama?"

"ya. Kita akan segera mulai pada kegiatan pebelajaran."

"[name]."

"hanya [name]?"

"ya."

"hahhh... Oke, sekarang ambil tempat dudukmu dan kumohon perhatikan sesi pembelajaran. Jangan membuatku mengeluarkanmu dari sekolah barumu. Sekarang kita lihat, dimana kau duduk. Oh! Di belakang siswa berambut pirang bernama Miya Atsumu."

[name] berjalan dan mengambil kursi di belakang Atsumu sebelum seorang siswi di sampingnya mengangkat tangannya.

"umm... Maaf, kursi itu... Sudah ditempati."

"aku melihat kursi itu kosong selama beberapa minggu. Sebaiknya kau menghargainya atau kursimu yang akan ia huni."

Seisi kelas hening dan hanya terdengar suara deritan kursi yang [name] tarik. Pembelajaran berlangsung dengan dongeng sejarah dari guru di depan kelas sementara Atsumu merasakan hawa mencekam di belakangnya.

"kau baik baik saja?"

"aku terbiasa dengan wanita yang menatapku. Tapi tidak dengan robot yang melakukannya."

[name] juga merasakan hal yang sama dari siswi yang mengangkat tangannya sebelumnya. Dengan tatapan tajam yang dilontarkan padanya, ia tak dapat melakukan apa pun selain kembali fokus pada guru di depan kelas.

Atsumu meletakkan kertas di mejanya dengan tulisan tangannya.

"jangan menodongkan senapanmu pada murid lain, oke?"

*********

"hey, Tsumu! Kau ingin makan siang bersama? Guru sejarah itu membuat kepalamu terasa berat lagi, bukan?"

"Gin, bisa kita pergi sekarang? OSIS akan datang dan merampas ponselku jika mereka menemukanku."

"tenanglah, Suna. Mereka tak akan melakukannya jika kau tak mengeluarkan ponselmu. Jadi bagaimana? Kau bergabung?"

"kau kira aku akan melewatkan momen emas ini? Cepatlah, Samu."

Saat Atsumu berdiri, semua atensi tertuju pada [name] yang ikut berdiri dengan wajah datarnya seperti biasa.

"hey, kau tak pernah bilang ada murid baru di kelasmu."

"ohh... Uhh... Dia... Pindah secara mendadak ke sekolah ini tadi pagi."

"hee... Target baru Atsumu kah?"

"mana ada!"

"kelihatannya dia juga tak tertarik padamu."

"diam kau, Suna!"

Salah satu tangan [name] seketika berada terlentang di hadapannya. Dengan tatapan tajamnya, ia menatap Suna yang tak mengerti apa ada yang salah dengan kata katanya?

"aku akan melindungimu, Atsumu-san."

"seorang Miya Atsumu dilindungi oleh seorang wanita? Sepertinya ini akan menjadi rumor yang menarik."

Dengan tangannya yang ia arahkan tepat pada wajah Suna, ia ingat secarik kertas yang Atsumu berikan padanya. Dengan berat hati terpaksa ia menurunkan kembali tangannya namun masih memberikan tatapan yang sama pada Suna.

Heart For an AI [M.Atsumu x Reader]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang