Jam istirahat."Enak banget sih lo na duduk sama cogans" ucap tiara.
"Sirik baek lu ti" ucap dhea pada tiara.
"Gue laper" nana pergi meninggalkan tiara dan dhea.
"Kebiasaan tuh orang emang ya" ucap tiara.
"Bacod" ucap dhea menyusul nana dan meninggalkan tiara.
"Nahkan tinggalin aja terus tinggalin aja sampek sukses" ucap tiara sambil menyusul 2 temen lacnaknya itu.
Sesampainya di kantin mereka pesen makanan.
Dan selang beberapa menit nana membawa makanan kepada 2 orang rakus itu."Nih buat lo" ucap nana kepada temannya yang rakus itu.
"Enaknya😱" ucap tiara memuji makanan itu, seakan akan di tidak pernah makan makanan enak sebelumnya.
"Makasih nana" ucap dhea tau diri.
"Oke" sahut nana simple.
Tak selang beberapa menit kemudian ada sosok tampan yang menghampiri mereka.
"Hai" ucap vian.
"Hai vian" sapa balik tiara kepada vian.
"Boleh gabung gak nih" ucap vian.
"Boleh dong" ucap tiara dan dhea.
"Kursi samping nana kosong tuh" ucap dhea bersemangat mencomblangkan ku dengan vian.
Vianpun duduk di sebelah nana dengan kadar ke gantengannya semakin menambah dan membuat semua orang yang disana bersemangat menatap vian tapi juga ada orang yang melihat kejadian itu menjadi terbakar hatinya serta amarahnya yaitu quila dan vero.
❤❤❤
Di posisi veroVero yang melihat istri kesayangannya di dekati oleh laki laki lain pun membuatnya marah. Tetapi dia menahannya agar hubunganmya dengan istrinya tidak terekspor sampai dia lulus. Karna kalau sampai terekspor nana akan di keluarkan dari sekolahanan.
❤❤❤
Jam istirahatpun selesai.
Nana dan teman temannya kembali ke ruang kelas.
Saat di kelas
Piter mengajak obrol nana.
"Hai apa kabar" sapa ramah piter ke nana dan 2 temannya.
"Hai juga piter, kabar baik kok" ucap tiara sambil mengedipkan satu matanya ke piter.
"Idih najis lo ti" ucap dhea sinis ke tiara.
"Apa sih lo" sahut tiara sewot.
Piterpun duduk di tempat duduknya di samping nana.
"Hai na" sapa piter ke nana.
"Hai" balas nana dengan senyuman yang manis darinya.
"Piter" panggil tiara ke piter.
Piterpun menengok ke arah tiara.
"Apa" ucap piter ketiara dengan senyuman.
"Aduh, bang piter senyumanmy mengalihkan duniaku omg bang" ucap tiara dengan nada penuh desahan.
"Idih sumpah gue jijik ti sama lo" ucap dhea mencela desahan tiara.
"Kali ini gue sependapat sama lo dhe" ucap nana setuju dengan ucapan dhea.
"Hhhhhh,kalian ini kocak ya" ucap piter sambil tertawa.
Dan muka ke 3 gadis itu datar saat melihat piter tertawa.
"Kenapa" ucap ketigaa gadis itu secara bersamaan.
"Kalian itu saling mencela menghina dan saling mengatangatain satu sama lain tapi kalian gak pernah berantem sama sekali" ucap piter kepada kita.
"Ooooooooooooooooooooooooo" ucap mereka bertiga.
❤❤❤
Saat di rumah
Nana pulang sekolah dengan menebeng sepada motor dhea yang mungil dan butut.(antik men)
Nana pulang di sambut dengan pak vero yang sudah ada di balik pintu.
Saat nana membuka pintu nana melihat pak vero dengan muka marahnya yang sudah tak tertahan lagi.
Ku beranikan diri menyapa pak vero dan berkata
" hai pak vero, kenapa pak mukanya begitu?,nahan boker ya" ucap nana asal kepada pak vero.
Bukannya memperbaiki suasana hati pak vero, malah hati pak vero makin panas dan marah.
"Eh pak salah ngomong ya saya" ucap nana melihat ekspresi muka pak vero yang semakin merah tua seakan akan ingin meledak seketika.
"Kamu ngapain" ucapa pak vero kepada nana singkat.
"Saya masuk rumah pak" ucap nana polos kepada pak vero.
"Kenapa sepatu gak di lepas" ucap pak vero kepada nana dan seketika nana menengok ke bawah dan ternyata sepatunya lupa iya lepas.
"Hehe maaf pak" nanapun mengeluarkan cengiran kudanya.
Nana pun keluar dari rumah dan melepas sepatunya serta kaos kakinya yang udah gak di cuci 1 bulan bisa di bayangkan sendiri bau kecingnya seperti apa.
Lalu setelah itu dia masuk rumah dan sebelum itu dia membuka pintunya dulu dan dia masih melihat muka pak vero yang kusut seperti baju tidak di setrika yang setia menunggunya di depan pintu.
"Eh bapak masih disini" ucap nana kepada pak vero.
"Bapak bapak emang kamu kira saya bapak kamu" ucap pak vero marah dan imut manis sekali dan kadar ke gantengannya tambah berlipat lipat ganda.
"Kan emang bapak kan bapak saya" ucap nana kepada vero.
"Terserah lah" ucap pak vero marah dan langsung pergi meninggalkan nana di pintu.
"Pak marah yah" ucap nana yang semakin memancing kemarahan pak vero makin menambah dan membuat mood pak vero hancur berantakan.
Pak vero pun naik ke atas dan tepatnya yaitu ke kamarnya sendiri.
Saat di tangga pak vero bertriak
"Makanan ada di meja makan jangan lupa di makan" dengan nada yang masih marah dan ngambek. Setelah itu pak vero melanjutkan perjalanannya menuju ke kamarnya sendiri.
"Pak vero kenapa yah, marah sama gue tapi masih peduli,emang suami idaman pak vero ini" ucap nana kepada dirinya sendiri sambil senyum senyum dan berjalan ke meja makan.
Setelah sampai meja makan nana melahap makanan yang ada disana karna itu adalah kenikmatan yang hakiki dan itu gratis.
Makanan terenak menggalahkan masakan mama nana yang masak apapun selalu gosong.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Bersambung.....Jangan lupa Vote dan komen agar updatenya makin cepet dan makin semangat bikin ceritanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Suamiku Adalah Guru MTKku
Romance"jangan panggil bapak saya ini suami kamu" ucap Vero. aku dinikahkan pada orang yang lebih tua dariku dan aku masih berstatus siswi sma