Mamah keluar, Han main ke rumah temannya, di rumah hanya ada Syn, Lea, dan ... Mark.
Syn sebetulnya ada janji untuk pergi menonton bioskop bersama Tyas. Tapi, tidak mungkin sekali kalau ia harus meninggalkan Lea dengan guru lesnya di rumah.
Dan mungkin saja Tyas sudah menunggu kehadiran Syn di tempat yang sudah dijanjikan. Tapi, bagaimana Syn bisa menghubungi Tyas? Sedangkan ponselnya sendiri tidak dapat dihidupkan.
Mark? Mungkin bisa meminjam ponselnya sebentarkan?
•°•°•
Sudah hampir sampai, Sudah hampir sampai tujuannya menemui Mark di ruang tamu. Kini sudah benar-benar sampai.
"Ehm ... jadi gini.."
Belum selesai bicara, bahkan belum sampai inti pembicaraan. Tapi Mark ... menyodorkan ponsel miliknya kepada Syn.
"Hah? ... pinjem bentar ya."
Setengah jam sudah terlewat, cukup lama waktu yang Syn gunakan untuk menelpon sahabatnya itu.
Sewaktu telepon sudah dimatikan, dan Syn juga sudah kenyang degan omelan Tyas. Karena betul memang Tyas sudah menantinya lama sekali katanya. Pada beranda chat, Syn melihat nomornya. Iya betul nomornya, yang dichat Mark hari kemarin.

YOU ARE READING
Disini Hujan, Jemput Aku
Teen Fictiontidak dibuat saat hujan, tapi pada 22 agustus 2021 imajinasi tentang cerita ini dimulai. copyright, shaturnusa ©2021 [🥇] 1st on #nightcall in july 2022