BAB 14

1K 86 0
                                        

Publish : 26 Agustus 2021
Revisi     : 19 November 2021

Gina merasa aneh dengan sikap Jaemin akhir-akhir ini. Jaemin banyak melamun dan tidak fokus. Gina menyenggol lengan Jaemin dan itu membuat Jaemin tersadar dari lamunannya.

"Kamu kok ngelamun sih, nanti kesurupan gimana?"

"Nggak lah, masa orang ganteng kesurupan."

"Dih pede banget sih."

Jaemin tersenyum dan mengusap pelan rambut Gina. Entah rasanya dia sangat suka mengusap rambut Gina apalagi menghirupnya.

"Rambut kamu kok bau, nggak keramas ya?"

Gina mengangguk, "lupa terus mau keramas, kenapa? Baunya nggak enak y?"

"Tetap enak kok, mau kamu nggak keramas bahkan nggak mandi sekalipun kamu bakal tetap wangi."

"Ah masa?"

"Iya sayang," ucap Jaemin dengan nada di imut-imut kan.

"Ih geli deh denger kamu ngomong nadanya gitu."

Jaemin mendengar suara tangis Mayla, langsung saja berlari menuju kamar mamanya. Di sana Mayla terduduk di ranjang sendirian dan terus menangis.

Jaemin menggendong Mayla dan mengambil botol susu lalu memberikan nya pada Mayla. Jaemin ingin marah saat Mayla di tinggal sendirian di kamar saat tertidur tadi tapi saat mendengar suara dari kamar mandi, dia jadi sedikit lega karena mamanya ternyata sedang mandi.

"Cup cup cup jangan nangis lagi ya Mayla, ini minum susunya. Yuk kita ke bawah, main sama kak Jaemin dan kak Gina."

Sebelum keluar kamar, Jaemin mengetuk pintu kamar mandi untuk meminta izin mamanya kalau dia membawa Mayla ke bawah.

"Mayla kenapa kak?"

"Dia bangun tidur makanya nangis, tadi juga pas bangun mama lagi di kamar mandi jadi dia nangisnya kenceng."

"Aduh kasihan adiknya kakak, sini-sini kita main."

Jaemin menurunkan Mayla ke lantai, dan Mayla langsung berlari ke arah mainannya sambil terus meminum susu.

Malam ini Jaemin mengajak Gina pergi, hanya keliling-keliling mencari jajanan. Gina menyuruh Jaemin memberhentikan laju mobilnya di depan tempat kedai bakso.

"Kak makan bakso itu yuk, udah lama kan kita nggak makan di sini."

Jaemin mengangguk setuju, "iya juga ya, udah lama duh kangen banget sama baksonya apalagi sama yang suka ngajak makan di sini."

"Kamu kok aneh sih, padahal kita tiap hari ketemu bahkan satu rumah kok kangen."

"Kangen masa-masa dulu Gin."

Gin sangat menikmati baksonya, sedangkan Jaemin tidak. Dia banyak melamun saat makan, bahkan dia tidak mendengarkan cerita Gina.

"Lagi ada masalah ya? Cerita dong, siapa tau aku bisa bantu kamu."

"Nggak kok, cuma lagi nostalgia saat kita awal-awal pacaran."

"Jangan bohong!"

Jaemin diam, dia takut nanti malah keceplosan ngomong kalau dia akan kuliah di luar negeri. Setelah makan, Jaemin mengajak Gina membeli es krim dan langsung pulang.

                                     🌧️🌧️🌧️

Keesokan harinya, Jaemin sedang sibuk menata baju-baju miliknya yang akan dia bawa ke Inggris. Baru beberapa saja yang dia tata, dia tidak ingin pergi tapi dia lebih tidak ingin Gina pergi.

Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk, dan Jaemin mendengar jelas kalau itu suara Gina. Dengan cepat Jaemin menutup kopernya dan di taruh di kolong ranjang.

"Kenapa Gin?"

"Eh itu kak, aku cuma mau tanya."

Jaemin menarik pelan tangan Gina agar masuk ke dalam kamarnya dan duduk di sofa. "Tanya apa?"

"Aku lihat postingan kak Jeno, kak Haechan, kak Renjun, kak Shotaro, sama kak Yangyang, mereka semua pada daftar di UI lah kakak kok malah santai-santai di rumah sih! Nggak jadi kuliah di UI?"

Jaemin tertawa, "jadi kok."

"Oh kakak udah daftar ya, diam-diam?"

"UI, singkatan Universitas Inggris kan? Aku udah daftar kok."

"Ini bukan waktu nya bercanda ya kak, jawab yang serius."

"Aku serius Gina, aku udah daftar di salah satu universitas di Inggris."

Jaemin pikir, dia tidak akan bisa menunda-nunda untuk tidak memberitahu Gina tentang kuliahnya. Toh nantinya Gina pasti akan tau.

Tiba-tiba saja Gina menangis, dan itu membuat Jaemin khawatir. Dia tau kalau Gina nanti pasti akan seperti ini, resikonya.

"Kenapa kamu kuliah di Inggris? Kamu mau ninggalin aku lagi ya!"

"Nggak Gin, bukannya gitu aku cuma mau mencapai cita-cita aku. Kamu bisa kan ngertiin aku?"

"Tapi kamu mau ninggalin aku kak, aku nggak mau sendiri lagi."

"Aku nggak ninggalin kamu, Gina denger aku ya. Selamanya aku akan tetap sama kamu, aku ke Inggris itu untuk belajar."

"Di sana nanti kamu ketemu sama orang lain yang lebih cantik dan pintar dari aku. Kamu nanti lupain aku."

"Nggak sayang, kamu harus percaya sama aku."

"Aku mau kita putus!"

"Jangan gitu sayang, aku nggak mau putus. Cukup waktu itu aja aku jadi orang bodoh karena putusin kamu. Aku mohon ngertiin aku."

Gina menatap mata Jaemin, "pilih kuliah di sini atau kuliah di Inggris?! Kalau kamu pilih kuliah di Inggris berarti kita putus!"

"Gina jangan egois dong."

"Kenapa nggak suka kalo aku egois?! Aku kayak gini karena aku sayang dan cinta sama kamu kak!"

"Aku tau Gin, aku tau."

Jaemin langsung memeluk erat tubuh Gina. Itu membuat Gina semakin menangis kencang. Jaemin menepuk-nepuk pelan kepala Gina, dan mengecupnya.

"Jangan nangis princess nya Jaemin. Aku janji kalau aku lulus nanti aku akan pulang."

Gina melepas pelukan Jaemin lalu langsung keluar dari kamar Jaemin.

"Gina maafin aku," gumam Jaemin.

Sorry kalo ada typo.

[Alurnya sengaja di buat cepet. Maaf kalau bacanya jadi nggak nyaman. Terima kasih yang sudah baca. Btw satu part lagi ending, semoga endingnya nggak mengecewakan ya.]

]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
STEP BROTHER | JAEMIN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang