Jika seandainya aku mengulang waktu, aku akan tetap memilih keputusan yang sama.
-El-~POV Elen~
Hari-hari yang kujalani seperti biasa, sekolah, pulang, mengerjakan tugas, kadangkala juga hangout bareng teman-teman, yaa meskipun lebih sering hanya keluar bersama Cyntia.
Tidak terasa ini sudah hampir mendekati akhir semester 2 kelas X, sebentar lagi aku akan menjadi kakak kelas hihihi...
Tidak terasa ya, padahal rasanya seperti kemarin aku baru masuk sekolah, rasanya masih ingin menjadi siswa baru. Ah tidak tidak tidak.. bagaimana pun aku tetap ingin naik kelas, dan segera lulus masuk ke PTN favoritku.
Pagi ini adalah hari yang cerah di pertengahan bulan November, sebenarnya aku juga senang karena sudah satu minggu ini aku ada di rumah karena sakit typus. Rasanya tidak sabar untuk segera masuk sekolah dan bertemu teman-teman. Selain itu Cyntia juga bercerita bahwa dia sudah menjadi anggota OSIS, aku ingin mendengarnya langsung karena terakhir kali aku hanya membantunya melakukan pendaftaran.
~POV end~
Sudahi lamunan itu, nyatanya kini Elen sudah sampai di sekolah dan menuju ke kelasnya.
"Yuhuuu eperibadehhh!! Elen yang cantik dan imut sudah sembuh" Teriak Elen
"Wa'alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuh" jawab Andin sambil melihat ke arah Elen yang berada di ambang pintu kelas IPA 3.
Sedangkan Elen hanya nyengir kuda terhadap sindiran Andin dan langsung masuk menuju kursi tempat duduknya yang berada di urutan nomer dua dekat meja guru.
"Wihh udah sembuh nih bocah, auto rame lagi ni kelas, hilang sudah KETENANGANKU INI...!!!" ucap Vino sambil mendramatisir keadaan dengan wajahnya yang mengejek Elen.
Elen sontak memukul Vino yang berada di belakang tempat duduknya.
"Heh kutil kuda, yang bikin rame kelas itu Lo bukan Gue, ngaca dong, ngejak gelod emang ni bocah" sungut Elen
"Lagian kalau Lo kangen Gue bilang aja keleus, gak usah ngeles kek bajaj sok ngatain Gue!"
"Idihhh PD gila najiss" elak Vino sambil menoyor bahu Elen
"Dihh pegang-pegang" jawab Elen sambil mengusap bahunya, seakan-akan ada kotoran yang menempel di bahunya.
"E-"
"Berisik banget si kalian pagi-pagi" ucap Dani sambil melotot kepada Elen dan Vino.
"Iss, padahal Vino duluan tuh yang nyari gara-gara" ucap Elen sambil menunjuk Vino
"Betewe gess, Cyntia mana ? Tumbenan amat tu bocah belum datang, biasanya juga duluan dia daripada Gue" Tanya Elen.
"Biasalah, kan sekarang hari Senin bambank, dia anggota OSIS, ya pasti ada di ruangan OSIS lah terus di lapangan buat nyiapin upacara bareng anak-anak OSIS lainnya, Lo sih kudet banget, gak guna temen sebangku tapi gitu aja gak tau" Jawab Vino.
Elen langsung menatap tajam Vino
"Ya kan gue gak tau, cuman sebatas tau dia dah jadi anggota OSIS, mana gue tau makanya gue Tanya!" kilah Elen.
"nyenyenye" ledek Vino
Kring Kring Kring!
"Lisa, Arum bareng yuk ke lapangan" ajak Elen kepada Lisa dan Arum yang berada di depan bangkunya
"Kuy, btw Lo udah sembuh beneran Len? Yakin mau ikut upacara ?" Tanya Arum
"Yakin...gue udah sembuh beneran kok, ayo buruan keburu ada guru" ajak Elen sambil menggandeng Lisa dan Arum.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bulannya Malik
General FictionSinopsis Kisah tentang Bulan yang tak pernah meredupkan cahayanya pada Malik. Layaknya Bulan yang tak pernah bosan mengorbit Bumi, Bulan juga tak pernah bosan pada Malik. ======= "Dia punya Bulan titik!" seru Bulan tak ingin dibantah. Teman-tema...