Cernak berikut pernah terbit di Kedaulatan Rakyat edisi 20 Agustus 2021
****
Di sebuah perternakan yang sangat luas. Ada berbagai jenis hewan, dari unggas, mamalia, bahkan ada kolam yang di dalamnya berisi banyak ikan. Semuanya hidup dengan rukun.
Suatu sore, domba kecil melihat kejadian yang menarik di tepi kolam. Ada sekelompok angsa yang sedang makan, anehnya sesekali angsa-angsa putih mengambil sedikit makanan kemudian menaruhnya di kolam.
Docil si domba kecil jadi penasaran, kemudian bertanya kepada ibunya. "Bu, itu angsanya kok buang-buang makanan?"
"Yuk, coba kita lihat lebih dekat," ajak Ibu Docil.
Begitu sudah dekat, Docil justru melihat hal yang sebenarnya. Ternyata, angsa-angsa itu tidak seperti yang dipikirkan Docil, tetapi sedang berbagi makanan dengan para ikan.
"Itulah, Nak, kita tidak boleh buru-buru menilai sesuatu," ucap Bu Docil kemudian mencium anaknya.
Docil mengangguk. "Kok baik sekali ya angsa-angsa itu, Bu?"
"Duduklah, Nak. Ibu akan ceritakan sebuah kisah yang sangat seru," kata Bu Docil kemudian merebahkan tubuhnya pada rerumputan, dan disusul oleh Docil di sampingnya.
***
Dahulu kala, ada sepasang angsa yang tinggal di hutan yang sangat sejuk. Saat itu leher mereka masih pendek. Kedua angsa ini sangat suka berenang di sungai yang melintas di hutan tersebut.
Pada suatu hari, ketika angsa betina asyik mencari makan di sungai. Angsa itu harus menyelam, mencari rumput-rumputan kecil di dalam air. Mereka dikenal oleh penghuni hutan sebagai penyelam yang hebat.
Namun, kemalangan menimpa si angsa betina, kepalanya tersangkut pada akar pohon besar di tepi sungai. Angsa betina tersebut kebingungan, ia panik. Derasnya arus sungai, dan usaha si angsa menarik-narik kepalanya itulah yang membuat lehernya menjadi panjang.
Tidak lama kemudian, datang segerombolan ikan dan melihat angsa yang sedang kekusahan. Ikan-ikan itu pun membantu angsa. Setelah semua bekerja sama, akhirnya leher angsa betina bisa lepas dari jeratan akar.
Angsa itu menuju ke permukaan. Kebetulan ada angsa jantan sedang berada di tepi sungai. "Aaaa! Kenapa lehermu menjadi panjang?" tanya angsa jantan kaget.
"Aku tadi terjebak di akar, syukur ada segerombolan ikan-ikan yang membantuku," jelas angsa betina sambil menangis mengusap-usap lehernya. "Huaaa, leherku jadi panjang."
Para ikan pun menampakan diri. "Sudah ibu angsa, yang penting kamu selamat."
"Eh, para ikan. Iya, terima kasih ya sudah menyelamatkanku," ucap angsa betina.
"Iya, sama-sama. Ibu angsa jadi semakin cantik dengan leher panjang itu," puji ikan tersebut. "Dengan leher yang panjang, berarti ibu angsa tidak perlu menyelam terlalu dalam untuk mencari makanan, kan?"
Angsa betina pun tersenyum mendengar pujian itu.
***
"Nah, karena itulah, Nak, para angsa berjanji akan selalu berbaik hati kepada para ikan," jelas Ibu Docil.
"Jadi, mereka sudah menjadi sahabat ya, Bu," ucap Docil.
"Iya, Nak. Jika kita berbuat baik, maka kebaikan akan kembali kepada kita," pesan Ibu Docil yang akan selalu Docil kenang. []
Profil Penulis
Nama : Nurwahiddatur Rohman
Alamat : Jalan Sawo 2, RT 8, Kompleks Masjid Taqorrub, Wonocatur, Banguntapan Bantul. Yogyakarta 55198
No Hp : 081774129561
Media Sosial:
Instagram: @ohmen_
Facebook: Nurwahiddatur Rohman
Karya :
· Buku Anak: Aku Kuat dan Sehat – Elexmedia
· Drama Sandiwara Anak, untuk pembelajaran tuna netra – Kemdikbud
· Antalogi Cerita Anak Muhammad Idolahku – Pro-U Kids
· Antalogi Dongeng 100 Kota – Diva Press
· 10 buku antalogi cerpen/kisah hikmah
· Tertular Kebiasaan Baik – Solopos edisi 15 Desember 2019
· Seri Akhlakul Karimah – Zain
· Suara Tokek – Kedaulatan Rakyat edisi 29 Januari 2021
Rekening: BNI-080993875 an. Nurwahiddatur Rohman

KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Anak
Historia CortaBerisikan cerita yang bisa membangun karakter putra dan putri Indonesia. Semoga bisa dijadikan bahan untuk meningkatkan hubungan anak dan orangtua dengan menceritakannya kepada anak.