Epilogue

62 6 1
                                        

Seseorang yang menyandang gelar profesor tengah menahan marah karena mendapat kabar dari juniornya yang melapor kepadanya kalau Luella dan Rey telah menjalin hubungan.

Hal itu membuatnya marah pasalnya dia tidak mau hybrid kesayangannya menjalin hubungan dengan manusia.

"Culik dia dan bawa dia kemari, aku sudah sabar membiarkan dia berkeliaran di dunia luar."

"Baik Prof. Teon." ucap Jean.

"Wait.."

"Iya Prof. Teon? Ada yang diperlukan lagi?"

"Culik Luella, tapi jangan sampai Rey tau."

"Baik Prof. Teon, kalau begitu saya permisi dulu."

Professor Teon hanya tersenyum membayangkan hybrid kesayangannya akan kembali kepadanya, karena Rey belum membeli Luella jadi hybrid itu masih ciptaannya dan masih menjadi miliknya.

"Hai Luella, kita akan bertemu lagi." ucap Prof. Teon sambil tersenyum smirk.

༻❁༺

Paginya, Luella membersihkan rumah Rey yang terlihat sedikit berantakan dan menatanya kembali seperti semula.

"Morning Luella." ucap Rey.

"Morning too Rey, ku pikir kau belum bangun."

"Tidak, aku sudah bangun daritadi."

"Ya sudah bersiap-siaplah nanti kau terlambat kerja,  aku akan menyiapkan makanan untukmu."

"Oke baby."

Luella menyiapkan sarapan untuk Rey dan juga bekal untuknya, karena dia tau Rey menyukainya, Luella hanya menyiapkan makanan sederhana yaitu hotpot dan sukiyaki untuk bekalnnya.

"Kau memasak apa?" tanya Rey.

"Aku hanya memasak makanan kesukaanmu."

"Kalau begitu aku sudah tidak sabar untuk menghabiskannya.'

"Ini Rey, habiskan makanannya ya!!" ucap Luella sambil tersenyum.

༻❁༺

Luella sangat bosan dirumah, oleh karena itu dia pergi jalan-jalan untuk mencari udara segar. Tapi, perasaannya menjadi gelisah karena dia merasa sedang diikuti oleh seseorang.

"Mphhh"

Seseorang itu berhasil membekap Luella hingga pingsan dan menyeretnya kedalam mobil hitam yang terparkir tak jauh dari posisi mereka berdua.

༻❁༺

"Ternyata kau sudah bangun Luella."

"Prof. Teon? Mengapa kau membawaku dengan cara seperti ini?"

"Waktu sudah habis Luella, kau tak perlu keluar lagi dari laboratorium ini, sebelum itu aku beri kau waktu untuk memutuskan pacarmu."

"Tidak Prof. Teon, aku sangat mencintainya, aku tak mau berpisah dengannya."

"Kau melawanku?!!  Kau tak patuh dengan orang yang menciptakanmu?! Kau tau kan kau telah melanggar peraturan yang kubuat untukmu!!!"

"AKu sangat tau akan hal itu Prof. Teon tapi waktu membuatku seperti ini."

"Kau sudh dicuci otak olehnya Luella!!!! Hanya ada 2 pilihan dariku bunuh dia dengan tanganmu atau aku yang membunuhnya."

"Tidak akan Prof. Teon!!!!"

"Kau  mulai berani denganku hybrid sialan!!! Sia-sia aku menciptakanmu ke dunia ini!!! Baiklah biar aku saja yang membunuhnya!!!" ancam Prof. Teon kepada Luella.

"JANGAN!!!! Biar aku saja yang membunuhnya." ucap Luella,  "Maafkan aku Rey, maafkan aku, aku terpaksa melakukan ini." batin Luella.

"Bagus, kuberi waktu hingga besok."

༻❁༺

"Luella aku pulang." ucap Rey.

"Aku tau."

"Ada apa denganmu? Mengapa kau dingin terhadapku?"

"Tak usah berlama-lama, ada yang ingin aku bicarakn denganmu."

"Apa itu??"

"Ikuti aku!!"

Luella membawa Rey  ke ruangan bawah tanah yang ada dirumah Rey.

"Kenapa kau membawaku kesini Luella?"

Luella mulai mengeluarkan pistol yang sedari  tadi disembunyikan dibalik bajunya dan menodongkannya kearah Rey.

"Luella, kau kenapa?? Sadarlah, aku Rey,  pacarmu!!" ucap Rey yang kaget karena Luella tiba-tiba mengeluarkan sebuah pisstol dan menodongkannya ke aranya.

"Hal itu yang ingin ku bicarakan Rey, aku ingin segera mengakhiri penderitaan ini."

"Penderitaan apa yang kau maksud?!!"

"Sudah cukup aku berpura-pura, aku sudah muak!!! Aku ingin putus darimu!! Kau tau?? Sebenarnya aku sangat membencimu!!"

"Kenapa kau berubah seperti ini?  Apa salahku??"

"Salahmu adalah mencintaiku!!! Aku benci kebenaran bahwa aku juga mencintaimu, sungguh aku sangat benci itu!!! Dan rasa benciku sangat dalam, aku ingin membunuhmu!!!"

"Baiklah,  jika kau menginginkan aku mati, maka bunuh aku, aku bersedia mati di tanganmu. Dan ingat satu hal Luella, aku sangat mencintaimu sampai kapanpun itu!!!"

"Dengan senang hati  masterr..." ucap Luella dan langsung menembakkan peluru ke arah Rey.

Dor!!!

Dor!!!

Peluru itu dengan cepat menembus jantung dan kepala Rey hingga dia tergeletak ke tanah dengan bersimbah darah.

"Maafkan aku Rey hikss, maafkan aku hikss, aku terpaksa melakukan hal ini, aku sungguh mencintaimu Rey sangat mencintaimu hikss. Kita akan bertemu Rey, aku akan menyusulmu jangan khawatir, kau tidak akan kesepian disan hiksss."

Dorr!!

Dor!!!

Dorr!!

Luella juga mengarahkan pistolnya dan menembak peluru ke arah dirinya sendiri dan dia pun tergeletak ke tanah dan menutup mata sambil memegang telapak tangan Rey.

—THE END—

Bad Tiger - Huang RenjunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang