Haruto yang awalnya suka bolos, males buat pr, tidur di kelas, tau-tau kesambet paras cantik dari temen barunya, Wonyoung yang notabenenya punya riwayat baik-baik.
Maka, demi Wonyoung, Haruto rela buang jauh-jauh jati dirinya yang dulu. Ya, walau pu...
Setelah aku pikir pikir emang nie cerita gedegin banget, bukan ceritanya sie sebenernyaa cuma authornya aja yang males. hehe
Dan aku bakal berusaha buat sering-sering update biar nie cerita cepet selesai. Gimana kalo dua hari sekali ? Tapi gak janji yaa. Ok, bismillah bisa.
Oya, boleh gak aku minta asupan haruto-wonyoung ? kurang asupan saya nie ama mereka biar semangat juga. Hehe :))
/maaf kalo ada yang typo
OKE, LETS START !!
#&#
Selama pelajaran, Wonyoung gak bisa berhenti mikirin semua kemungkinan yang bikin Haruto bisa keluar malem-malem dan nolongin dia yang lagi kambuh. Mana bel istirahatnya lama banget lagi, Wonyoung udah kepo sekarat nih.
15 menit kemudian, akhirnya bel istirahat berbunyi. Wonyoung hendak memanggil Haruto yang sudah ingin ngumpul bareng squad nya, tapi dia kini sedang merapihkan buku IPS yang tadi barusan dipelajari. Terpaksa, yang biasanya laci bawah meja Wonyoung selalu terlihat rapi kini agak sedikit berubah karena buku-buku dan tempat pensil nya ditaruh oleh Wonyoung dengan sembarangan.
Haruto sudah 21 meter menjauh dari kelasnya. Buru-buru Wonyoung mengejarnya. Wonyoung yang punya riwayat penyakit paru-paru akut itu melupakan fakta bahwa dia tak boleh berlari terlalu cepat dan menguras tenaganya, apalagi ia baru sembuh dari kambuhnya kemarin. Untungnya, saat Wonyoung mulai kelelahan karena berlari sambil meneriaki nama Haruto, si Jeongwoo notice dan menyampaikan panggilan Wonyoung ke Haruto yang lagi ngobrol sama Kyungmin.
Haruto akhirnya noleh, lalu menghampiri Wonyoung yang lagi kesusahan meraup oksigen sebanyaknya agar paru-parunya kembali terisi. Melihat sang doi kelelahan sampai seperti itu, Haruto khawatir.
" Eh, Wonyoung kenapa ? Maaf ya, tadi aku gak denger kamu manggil aku. Duh, ampe capek banget begitu. Duduk dulu yuk, "
Wonyoung menggoyang-goyangkan tangannya menandakan untuk tidak usah melakukannya, " Gak, gausah. Aku mau ngomong dulu sama kamu, tapi jangan di koridor kayak gini. "
" Oiya, aku lupa tadi kamu kan bilang mau ngomong sama aku. Yaudah, mau ngomong dimana ? "
Wonyoung yang sudah bisa bernafas normal berfikir, " Dimana ya ? "
" Taman sekolah aja yuk," usul Haruto setelah teringat tempat favoritnya ketika sedang ingin menyendiri.
Wonyoung menautkan kedua alisnya, " Ha? Taman sekolah ? Dimana tuh, kok aku gak pernah tau ada taman sie, di depan juga gak ada ijo ijo-an tuh. "
Haruto tersenyum tipis, " Yuk, aku tunjukkin. " sambil menarik tangan Wonyoung lalu sedikit berlari. Mungkin Haruto gak sadar apa yang dilakuin ke Wonyoung sekarang, tapi Wonyoung sadar. Sambil berlari Wonyoung menatap tangannya yang kini di genggam dengan Haruto lalu tersenyum penuh arti. Sepolos-polosnya cewek di dunia ini, kalo diperlakuin gitu sama cogan ya siapa yang gak nge-fly sie?
Ngaku, kalian kalo misalnya di gituin sama doi, atau bias atu cogan aja deh, pasti baper. Kan ? Please, be honest. -author-
SKIP
Sesampainya di taman sekolah, Wonyoung menarik tangan Haruto agar empunya tangan tetap mengikutinya. Wonyoung memilih untuk duduk dikursi yang diikuti oleh Haruto yang tangannya digenggam oleh Wonyoung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.