Bab 32

1.6K 177 12
                                        


~Happy Reading~

Selamat membaca>.<

"Hmm, hari gini enaknya jalan sama pacar deh kek nya. Kasian yang baru putus," sindir Olivia.

Olivia sengaja memanasi Queen, tempat nya dengan Queen tidak terlalu jauh. Di depan balkon Queen duduk termenung, Olivia tersenyum bahagia. Sedangkan Queen dia begitu sedih.

Tangannya di penuhi luka yang di gores oleh dirinya sendiri, baru saja dirinya ingin merasakan kebahagiaan, justru kebahagian itu pergi bersamaan dengan Zayyan.

Queen bagaikan mayat hidup, wajahnya begitu pucat. Tidak ada lagi senyum indah yang tercetak di wajahnya.

Ingin rasanya Queen mengakhiri hidupnya, tapi dia masih mengingat ucapan bik sum tentang malaikat penolong. Queen masih penasaran apakah itu benar ada, atau hanya hayalan semata.

Skip.

Olivia hari ini janjian untuk bertemu dengan Zayyan. Dari tadi Olivia sudah selesai berdandan, dirinya begitu antusias. Lama sudah Olivia menunggu Zayyan namun orang yang di tunggu tidak memperlihatkan batang hidungnya.

Penantian Olivia tidak sia-sia, Zayyan sekarang berada di hadapannya. Ada satu pasang mata yang menatap kepergian keduanya. Harusnya dia yang ada di sana, tapi kenapa malah orang lain.

Olivia meminta agar Zayyan membawanya ke Taman. Zayyan hanya menurutinya.

"Yang, kok kamu diem Mulu sih?"

"Hmm,"

"Ih kok cuek,"

"Aku lagi fokus nyetir,"

Olivia mengerucutkan bibirnya kesal.

Zayyan merasa tidak nyaman saat bersama Olivia. Sangat jauh berbeda saat dirinya bersama Queen.

Keduanya kini sampai di Taman.

'Mau Eskrim nggak?"

"Nggak ah, di sini kan kotor nanti aku sakit lagi. Mending kita belinya di mall aja biar lebih hijenis,"

"Yaudah,"

"Zayyan,"

"Yan,"

"ZAYYAN," teriak Olivia.

"Apa Queen?"

Zayyan yang sedang melamun refleks menyebut nama Queen. Karena yang ada di fikiran dan hatinya saat ini cuma Queen bukan Olivia.

"Sayang, kita lagi berdua dan kamu masih mikirin dia yang belum tentu mikirin kamu?" Kesal Olivia.

"Maaf, abisnya kamu ngagetin aku,"

"Au ah, aku nggak suka di giniin,"

"Trus kamu maunya gimana?"

"Mau ke mall aja, mau shoping tapi kamu yang bayarin ya,"

"Oke,"

Keduanya menaiki mobil Zayyan untuk pergi ke Mall.

Olivia begitu kesar dan marah mendengar Zayyan yang masih saja memikirkan Queen.

Sepertinya Olivia harus membuat rencana lagi agar Zayyan semakin benci sama Queen. Dengan begitu Zayyan akan melupakan Queen.

Olivia tersenyum sinis.

Zayyan yang melihatnya merasa aneh.

"Kok kamu senyum?"

"Kenapa emang kalo aku senyum? Harusnya kamu seneng dong aku nggak marah meski kamu udah nyebut nama mantan nggak guna mu itu,"

Queenza (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang