Chapter 5

364 75 63
                                    

JANGAN LUPA VOTE & KOMENNYA SEBELUM MEMBACA BAB INI SEBAGAI DUKUNGAN.
Update, 18 Oktober 2021

Bina melempar tas sekolahnya ke kasur, pulang sekolah tadi, dia tidak lagi memberi tumpangan pada Jingga, justru demi mengusir Jingga, Bina mengajak Tantri untuk pulang bersama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bina melempar tas sekolahnya ke kasur, pulang sekolah tadi, dia tidak lagi memberi tumpangan pada Jingga, justru demi mengusir Jingga, Bina mengajak Tantri untuk pulang bersama. Alhasil, dia meninggalkan Jingga sendirian tadi.

Sekarang Bina cemas, dia ingin tahu bagaimana keadaannya Jingga sekarang, apa gadis itu sudah pulang? Atau masih menunggunya menjemput gadis itu?

"Shh ahhh! Kenapa sih gue bego banget ninggalin dia?" desisnya emosi sendiri sambil mengacak rambutnya.

Bina pulang ke rumah sudah larut malam, sebab saat mengantarkan Tantri tadi, mamanya Tantri mengajaknya untuk makan malam, katanya sebagai bentuk ucapan terimakasihnya karena sudah mengantarkan anaknya pulang dengan selamat. Bina tidak menyukainya, tetapi dia sungkan untuk menolak. Akhirnya Bina pun ikut makan malam di rumahnya Tantri.

Saat Bina sudah menyambar handuk untuknya mandi malam-malam begini, terurung saat notif di ponselnya terdengar. Ada pesan masuk. Berharap itu adalah pesan dari Jingga. Bina langsung melebarkan senyumnya, ah... Jingga. Gadis itu yang menge chat nya ternyata. Dengan cepat Bina membalasnya.

Bina
Online

Bina|
Malam Bin|

|Kenapa Ngga?

Kamu belum tidur?|

|Read

Maksud aku kamu belum ngantuk? Kok masih online jam segini|

|Blm. Masih nugas

Yaudah aku temenin|

|Buat apa? Gue mau Video Call sama Tiara

Tiara siapa Bin?|
Satu sekolah sama kita? Kelas berapa?|

Bina merutuki kebodohannya. Apa-apaan dia ini, kenapa dia harus berbohong, kenapa dia malah asal sebut nama orang? Lagipula Bina tidak kenal dengan cewek yang bernama Tiara. Bina langsung mematikan ponselnya. Bibirnya kini tertarik untuk tersenyum. Setidaknya... Jingga tidak kenapa-kenapa.

Bina merasa lega sekarang.

Dia langsung mengambil handuk yang sebelumnya tidak jadi dia ambil. Dengan perasaan senang, Bina masuk ke dalam kamar mandi.

★★★

"Tang!" panggil Ayang. Gadis berbehel itu tersenyum cerah seraya berlari menghampiri Lintang yang tengah berjalan keluar gerbang sekolah.

TAITH HIRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang