We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Mengikat Anjing

2.8K 100 14
                                        

Melihat Kiba yang berdiri di depan pintu dan menghalangi jalan keluar membuat Irina dan Xenovia mengerutkan kening.

"Dan siapa kamu?" Tanya Xenovia.

"Aku sen-"

Sebelum Kiba bisa mengatakan apapun Kiba langsung tertunduk dengan paksa.

"Ugh" Kiba bingung dengan apa yang terjadi dan kenapa dia tiba-tiba tidak dapat menggerakkan tubuhnya.

"Jangan melakukan hal yang aneh dan membuat ku atau Rias repot Kiba karena jika kamu melakukan sesuatu seperti itu aku tidak seperti rias yang lunak kepada mu, aku tidak akan segan-segan untuk melenyapkan mu." Kata Ren masih berada di kursinya dengan Asia masih melakukan blowjob kepadanya.

Ren kemudian memutuskan untuk menghentikan blowjob dari Asia dengan mengeluarkan air maninya yang tertahan kedalam mulut Asia.

"Hmmp!" Asia terkejut dengan sperma Ren yang banyak tiba-tiba menyembur sampai kemudian dia mulai menelan nya meskipun dia memiliki beberapa yang tidak dapat ditelan.

Menyeletingkan lagi celananya Ren kemudian bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah Kiba yang masih tertunduk karena Ren menggunakan kekuatan iblis nya untuk menggunakan Telekinesis dan membuat Kiba tidak dapat bergerak.

"Dengar aku tahu kamu mempunyai kebencian terhadap Pedang Suci akan tetapi aku selalu berpikir kebencian mu itu adalah hal yang bodoh."

"Apa katamu? Apa yang kamu tahu tent- "

Sebelum Kiba bisa menyelesaikan perkataannya Ren mulai menendang perut nya membuatnya terpental.

Rias yang melihatnya tidak mengehentikan Ren.

Jika kakaknya berniat untuk membunuh Kiba yang bisa dilakukan oleh Rias hanyalah sedikit kesedihan karena kehilangan budak yang baik hanya itu.

Kakaknya Ren lebih penting daripada Kiba.

"Jangan potong ucapan ku kamu tahu? Aku tidak suka jika orang memotong ucapan ku."

Kiba yang mendengarnya hanya bisa memelototi Ren dengan kemarahan.

"Yah aku memang tidak tahu dengan apa yang kamu rasakan akan tetapi kamu mengarahkan kebencian mu kepada yang salah, sekarang dengar kan aku jika pada saat ini aku yang membantai teman-teman dulu menggunakan pedang apa yang akan kamu benci? Diriku atau pedang yang membantai Teman mu?" Tanya Ren.

"Tentu saja itu adalah kamu"

"Benar, itu kamu mengerti, kamu akan membenci ku dan bukan pedang yang membantai teman-teman mu karena itulah aku memberi tahu mu bahwa kebencian mu adalah hal yang bodoh karena kamu berniat membalaskan dendam mu terhadap pedang suci dan bukan kepada orang yang membantai teman-teman mu." Kata Ren yang membuat Kiba tenang dan kemudian Ren mulai melanjutkan perkataannya.

"Juga sebagai pendekar pedang kamu pastinya sudah gagal, karena bagaimanapun Pedang hanyalah alat yang dimiliki oleh pendekar pedang dan bagaimana kamu menggunakan nya tergantung kepada pengguna nya, pedang yang kamu gunakan akan terserah kamu baik itu untuk membunuh orang lain atau menggunakan nya untuk melindungi orang lain."

Mendengarnya Kiba menjadi tenang dan kemudian mulai menundukkan kepalanya.

"Bucho, Ren-Sama maafkan aku atas sikap ku"

"Tidak apa-apa Kiba"

"Yah jangan lagi kejadian seperti ini terjadi dan kamu tahu Kiba jika dugaan ku benar maka kamu akan dapat membelaskan dendam mu terhadap orang yang membunuh teman mu"

"Apa maksudmu Ren-Sama?"

"Yah sebenernya aku punya dugaan bahwa kokabiel dan orang yang mencuri Excalibur bekerja sama. Dan juga aku punya Firasat bahwa kokabiel akan mengincar ku atau Sona atau Rias untuk membunuh kami dan membuat perang antara Ketiga Fraksi kembali terjadi"

"Apa?!" Mereka semua berteriak dengan terkejut dan bahkan Xenovia dan Irina yang masih belum pergi dari ORC.

"Jika aku ingat dengan benar, dikatakan bahwa Kokabiel merupakan seorang Fanatik perang, Tidak aneh jika Dia mencoba untuk membunuh Rias, Sona atau bahkan diriku."

"Jadi karena itu Kalian Exorcist sebaiknya bekerja sama dengan kami karena aku yakin dengan kekuatan kalian yang kecil bahkan tidak akan dapat menggores kokabiel." Kata Ren.

Xenovia dan Irina saling memandang sebelum mengangguk.

Meskipun kedua pengusir Setan itu ingin menolak karena mereka tidak ingin bekerja sama dengan Iblis akan tetapi mereka tidak punya pilihan.

Setelah Ren menunjukkan kekuatan nya mereka tahu bahwa mereka terlalu arogan dan mulai mengetahui betapa lemahnya mereka berdua.

"Baiklah kalau begitu kami akan menerima tawaran mu"

Mendengarnya Ren mengangguk

"Itu bagus kalau begitu sekarang mari Kita buat rencananya."

Meskipun sebenarnya Ren tidak memerlukan rencana untuk melenyapkan kokabiel karena dengan kekuatan nya akan dengan mudah untuk membunuh kokabiel.

Teh kemudian memutuskan untuk menyerahkan perencanaan kepada Sona dan Rias.

Ren ingin agar keduanya tumbuh menjadi lebih kuat dan lebih mandiri.

Ren akan membiarkan Rias dan Sona untuk mengurus kokabiel terlebih dahulu sebelum akan membunuhnya nanti.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 24, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DXD: Ren Gremory's Stories to obsess over. Discover now