suasana di kantor bnp2tki sangat lah ramai, di sertai para peserta yang berpasrtispasi dalam program pengiriman tenaga kerja untuk ke jepang, dan ya lani telah berhasil melewatii beberapa test hingga babak penentuan akhir.
" selamat pagi, salam sejahtera semoga semua senantiasa di berikan umur yang sehat dan keberkahan hidup, terima kasih pada para particpan yang telah berthan sejauh ini, di babak penentuan saya akan membacakan siapa saja orang orang yang akan menjadi tenaga kerja di sana, yang akan ada 20 orang dari 300 peserta di sini" ucap pak ketua bidang komite
lani begitu sangat tegang, dia berusaha untuk tenang dan meminum air botol yang tadi ia beli
sang bapak komite pun mulai mengucapkan beberapa peserta sudah ke 18 tapi tidak ada nama lani, lani sudah mulai menangis dan putus asa, dia pun membereskan barang dan bersiap untuk pergi dari tempat duduknya, dia mulai berdiri merapihkan roknya
"19. wanda sari wati, dan 20 lani jesie", ucap lantang bapak ketua komite
lani yang sedang berdiri untuk melanjutkan langkahnya, langsung tercengang dan menjatuhkan badan nya ke kursi, dia menangis dengan tatapan kosong, salah satu rekan participan nya menengkan dan berkata
" selamat ya, aku bangga dengan kerja kerasmu, kamu harus bisa sukses di sana demi aku ".
" reka makasi yaa, selama ini udah mau jadi teman aku, kamu harus semangat walaupun tidak kali ini kamu pergi ke jepang, taun depan pasti bisa" jawab lani dengan pelukan yang erat
" berjanjilah kalo kamu ga akan lupa sama aku" ucap reka dengan memberikan kelingking manis nya
" iya janji " balasan lani dengan mengikatkan kelingking nya
lani masi punya harapan tentang cita cita nya, saat ini dia merasa berguna dan percaya diri
" terimaksih ya allah, untuk semua balasan dari doa ku (sambil membawa surat perntayaan lulus dan menciumnya) aku tak sabar memberi tahukan kepada orang tua ku"
" pak ini ongkosnya, ambil aja kembalianya yah," ucap lani sambil memberikan uang 100 ribu pada mang angkot
" neng kebanyakan ini mah " jawab mang angkot sambil mengasongkan uang di tanganya
" gapapa mang, buat jajan anak" jawaban senyum lani
" makasi neng" dengan senyum tulus mang angkot
lani pun pergi sambil berlari menuju rumahnya, dia menangis tak henti saking bahagianya
" mah,,,lani pulang" sambil membuka pagar besi hitam di rumahnya
" lani, gimana kabar kamu? udah setaun mamah ga liat kamu" sapa hangat mamah dengan pelukanya
" aku baik ko mah, oh iya bulan depan aku pergi ke jepang" ucap lani sambil memberikan surat pernyataan yang ia bawa
mamah pun mengambil surat dan membacanya, tak lama air mata nya keluar tanda bahagia dan berkata
" alhamdulillah, selamat yahh"
lani mendekat dan memegang kedua tangan ibunya,
" doain lani ya mah, semoga yang niat lani menjadi berkah dan allah menempatkan kesuksesan lani di sana" ucap lani sambil mencium tangan mamah
mendengar perkataan lani, mamah memeberikan tatapan kosong dan menangis
" iyaa pasti, tapi mamah sedih ga akan lagi yang bantu mamah ngurus rumah, mamah bakal kesepian tanpa kamu nak "
mendengar perkataan ibunya, sejenak lani mengarah kan tatapan nya ke arah jendela, menghela nafas lalu tersenyum dan berkata
" yauda mah lani ga akan pergi, nanti lani cancel aja yah"
" tidak nak, kamu harus pergi buat mamah bangga" dengan mengusap kepala lani
suasana pun larut dalam kesedihan dan kebahgiaan, kini lani percaya bahwa tidak ada suatu keburukan yang menimpa kalau bukan karna alasan tertentu.
1 bulan berlalu
seen di lanjutkan di airport soekarno di jakarta
lani di temani mamah dan adiknya, dia memberikan roti kepada mereka yang duduk di lobi bandara.
" dek, jangan nakal yah bantuin mamah kerja, beres beres rumah juga, kalo kamu jadi ade yang baik kaka janji deh beliin baju uniqlo langsung dari jepangnya" ucap lani dengan candaanya
" iya ka, awas aja kalo boong " jawab adiknya sambil menatap dan mencubit lani
mereka pun bercanda gurau sambil menunggu jadwal penerbangan pesawat, di mulai dengan makan roti, menceritakan masa lalu, kejadian lucu yang mereka lewati bersama.
sekilas pemandangan yang sangat indah mereka masi bisa sangat bahagia walaupun hanya bertiga dan tanpa sosok ayah bersamanya.
" ga kerasa yah, sekarang kalian udah besar dan mungkin akan mulai berjauhan dengan mamah karna kalian harus melanjutkan cita cita" ucap mamah dengan senyum yang menahan tangis
adek lani si jahil pun mengerutkan dahi dan memandang ibunya sambil berkata
" tenang aja mah, syira ga akan pergi jauh jauh, biar kaka aja "
lani hanya membalas dengan juluran lidahnya.
di selah canda gurau mereka, terdengar di speaker bahwa japan airlines akan terbang 5 menit lagi.
lani bergegas mempersiapkan barangnya, dan memandang ibu nya yang sedang duduk, tatapan nya sungguh berat melihat ibu yang akan dia tinggalkan jauh, dia pun memeluk erat sang ibu
" lani janji ga akan ngecewain mamah "
" jaga diri kamu baik baik, walau kamu jauh dari mamah, kehormatan itu penting" ucap mamah sambil mengusap air mata dan mencium kening lani
syirapun mendeketi lani dan memeluk dengan erat
" jangan lupa uniqlo nya yah"
lani melepas pelukanya, membawa koper dan perlahan berjalan menjauhi kedua orang penting dalam hidupnya. dia tak sanggup untuk melihat nya kebelakang, terus berjalan dengan hati yang berat sambil menyusut air mata di pipinya.
hati kecil lani mungkin tidak ingin meninggalkan mereka, namun ada tanggung jawab yang harus dia lakukan.
" sampai jumpa indonesia". ucapnya dengan melihat ke arah jendela pesawat
tatapan nya terus tertuju pada kota jakarta di jendela pesawat, semakin naik semakin kecil dan bahkan hanya terlihat titik kecil dari atas pesawat.

KAMU SEDANG MEMBACA
japan with secret
Romance" kamu tau siapa aku?", tanya laki laki misterius di pinggir lani, dengan tatapan tajamnya. " ya aku tau", jawab lani sambil menjilat ice cream strawberry nya, pria itu pun mengambil ice cream yang lani pegang lalu memakan nya " kamu tidak sehiste...