Ini hanyalah fanfiction.
Keseluruhan isi cerita hanyalah fiktif belaka.
Segala hal yang berkaitan dengan cerita aslinya hanyalah imajinasi belaka.
Jika ada kesamaan dalam kata, jalan cerita atau alur.
Itu adalah kesengajaan penulis.
Karena terinspirasi dari manga aslinya, anime, dan beberapa cerita
(ingat, ini terinspirasi, bukan menyontek)
His name is Takemichi-
by : boku_rhy-san
Let's reading
---------------------------------------
Ini masih dini hari, bahkan surya sendiri belum nampak di ufuk timur, namun pintu rumah pemuda ini sudah terketuk dengan keras. Pemuda ini pun bangkit dari tidurnya, melihat jam di sudut dinding kamarnya, pukul 3 dini hari. Berhasil mengumpulkan nyawa, ia langsung bergegas menuju pintu untuk memastikan dugaan siapa kiranya datang di pagi buta, atau mungkin malam?.
Cklek.
Pintu tebuka menampilkan pria dengan surai merah muda, menunduk dan tengah menyandarkan kepalanya di dinding samping pintu yang dibuka oleh sipemilik rumah. Melihat pintu terbuka menampilkan pemuda yang sangat ingin ia temui saat ini membuat pria bersurai merah muda langsung menerjang si pemilik rumah.
Grep!
"K-kak? Kenapa dateng malem - malem begini?".
"Boleh begini dulu sebentar?".
Pemuda yang dipeluk hanya bisa mengangguk lalu mengajak pria yang dipanggil kakak itu masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya, dingin katanya. Setelah mereka berdua didalam, pemuda yang lebih kecil membawa yang lebih tinggi menuju sofa yang ada di ruang tengah, mereka berdua berjalan tanpa melepaskan pelukan mereka karena saat ini si yang lebih muda tengah digendong ala koala, si yang lebih kecil masih terus mengusap punggung si besar, dengan beberapa gumaman menenangkan.
Tak lama pelukan mereka terlepas, sisurai merah muda menatap si kecil bersurai hitam itu sambil tersenyum.
"Kekamar ayok, Michi masih ngantuk, kakak bobo bareng Michi, mau?" -Takemichi.
Mereka berdua pun kembali ke kamar setelah si surai merah muda mengangguk tanda setuju, saling berbagi kehangatan dalam selimut tebal di lepas pukul 3 dini hari.
.
Keesokan paginya Takemichi bangun lebih dahulu, menatap si surai merah muda sembari tersenyum, mengelus wajahnya sebentar, meninggalkan kecupan hangat di dahi si lebih tua dan pergi ke kamar mandi, dia juga harus menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Harum masakan tercium hingga kamar yang ditiduri oleh sisurai merah muda, dia bangkit sembari menyesuaikan penglihatan di pagi yang cerah ini. Sinar mentari sudah sangat menusuk bagi manusia yang baru bangun di jam seperti ini terlebih ia langsung disuguhi oleh jendela yang langsung menatap sinar terbit mentari. Sadar nyawanya sudah berkumpul ia bangkit dari kasurnya dan berjalan kebawah menuju harum masakan yang sedari tadi menggoda perutnya yang memang tak terisi sejak kemarin.
Takemichi berbalik ketika mendengar suara sendal rumahan yang sedikit berat.
"Sudah bangun kak Haru? Tidur nyenyak?" -Takemichi.
"Nyenyak banget apalagi sambil meluk pacar, anget" -Sanzu Haruchiyo.
"Iyalah nyenyak, liat aja udah jam berapa? Sarapan kakak udah jadi agar - agar tuh" -Takemichi.
KAMU SEDANG MEMBACA
His name is Takemichi
Fan-FictionSekedar tulisan ringan tentang kisah seorang anak laki laki bernama Takemichi Hanagaki. Bukan cerita bersambung, setiap chapter memiliki kisahnya masing masing. Harem gak sih? Saya suka all x Takemichi
